Jakarta 2021 Pesta Para Garong

Jakarta 2021 Pesta Para Garong

3

sumber gambar:https://zalbarath666.wordpress.com/articles/selling-own-soul/

Pagi ini seharusnya menjadi saat yang indah, matahari bersinar cerah dan kebetulan hari ini hari gajian, sehabis mandi dan berpakaian aku lihat di meja sudah tersedia sarapan, sepiring singkong rebus yang panas dengan asap mengepul, dengan secangkir kopi pahit yang aromanya membangkitkan nalar. Memang istriku selalu bangun lebih dulu daripada aku, memandikan anakku yang masih bayi dan menyiapkan sarapan apa adanya. Kemana dia? Aku berjalan ke kamar tamu karena rumahku kecil saja, dua kamar tidur, kamar tamu sekaligus ruang makan dan dapur kecil. Ya baru inilah yang aku mampu untuk anak dan istriku.

“ Hei sayang ternyata kamu ada disini, mari sini biar aku gendong dulu” sambil kusambut anakku yang baru usia lima bulan dari tangan istriku. Kupeluk dan cium anakku lelaki ini, kemudian aku bawa ke ruang tamu yang sekaligus ruang makan itu. Sambil sarapan kami melihat TV yang kebetulan menyiarkan berita, tapi aku selalu malas melihat TV di pagi hari. Beritanya selalu gosip-gosip artis dan kecelakaan, keluhan-keluhan masyarakat saja. Setelah sarapan aku pakai sepatu, dan kusiapkan motor bebekku yang selalu setia mengantarku ke tempat kerja. Kucium anak dan istriku lalu motor kuhidupkan, dan aku berdoa sebentar agar Tuhan melindungiku di jalan.

Memang aku biasa pakai motor untuk pergi kerja, karena transportasi publik bukannya semakin baik malah semakain parah, sepanjang jalan aku harus selalu waspada karena jalan-jalan yang berlubang semakin banyak. Ini semua karena korupsi telah merajalela di kota ini.  Mereka para garong yang lima tahun lalu tidak bisa berbuat apa-apa bahkan tiarap dan tidak berani menunjukan kepalanya, sekarang mulai muncul lagi. Mereka bangkit dari lorong-lorong yang paling gelap, mereka bangkit dan berdiri kembali dengan baju putih-putih dan bergaya santun. Tapi kebusukan tidak bisa ditutup-tutupi. Baunya semerbak apabila kita berhadapan dengan mereka, semerbak bangkai yang busuk, senyum mereka dibuat-buat gaya bicara dibuat-buat, penuh drama dan kelicikan.

Mereka kembali menyiapkan pesta, mata jelalatan melihat kiri kanan atas bawah  melihat peluang untuk memperkaya diri, melihat peluang untuk meraup uang. Tidak ada yang mempedulikan mereka bahkan mereka secara terang-terangan melakukannya.

Pesta para garong telah dimulai, garong berbaju putih berwajah santun, dengan seringai iblis dan mata setan. Kita semua sudah dibohongi pakai senyum manis dan baju putih. Tidak ada lagi pelayanan ramah dari pada projo yang melayani masyarakat, yang ada tatapan mata meminta dan senyum sinis apabila kita tidak mengerti maksud mereka. Ya setiap urusan ada harganya, tidak ada yang gratis. Bahkan untuk berjalan di trotoar pun ada harganya.

Pesta itu sudah dimulai, para garong sudah menyiapkan semuanya, semua sudah direncanakan dengan baik. Inilah yang terjadi  ketika seseorang menjual jiwanya kepada para garong  demi kekuasaan, jiwa yang seharusnya kita serahkan kepada yang Maha Kuasa.  Semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh para garong ini yang memang menawarkan kekuasaan kepada mereka yang ingin berkuasa, dengan imbalan pesta tentu saja.

Ketika seseorang ingin berkuasa dan menjual jiwanya pada para garong, para garong akan menyiapkan pesta bagi mereka yaitu pesta kemenangan yang akan memabukan mereka, sampai benar-benar mabuk, sehingga mereka lupa akan kenyataan, lupa akan apa tugas-tugas dan kewajibannya. Para garong itu tidak akan perduli, siapa yang perduli dengan program yang sudah dikampanyekan, siapa yang perduli dengan janji-janji. Hai kamu sudah dapatkan kursi kekuasan yang kamu mau, lupakan semua mari berpesta!.

Pesta terus berlanjut, sampai semua sudah dikuras habis, dan rakyat tidak mendapat apapun, sang pemimpin memang harus dibuai mabuk kemenangan, ketika bahan-bahan pesta sudah mulai habis, sang pemimpin sedikit-sedikit mulai tersadarkan, bangun dan melihat sekeliling. Dalam keremangan matanya yang masih samar antara sadar dan tidak sadar dia mulai melihat bahwa yang dia dikelilingi oleh seringai-seringai serigala yang berbaju putih layaknya domba. Taring-taring mulai dilihatnya, seringai tajam dengan ludah meleleh di bibir mulai dirasakannya. Ketika mulai sadar dia baru merasakan bahwa dia tidak duduk di singgasananya, dia ternyata duduk di kubangan sampah yang bau dan kotor. Saat dia berdiri, dilihatnya kota yang kotor dan jalan berlubang-lubang. Dia berjalan terhuyung-huyung dan berjalan menyusuri kota, tatapan mata rakyat jelata dirasakannya seperti sembilu yang menyayat hatinya, tangan-tangan menudingnya dengan sumpah serapah. Sakit yang amat sangat dirasakannya, tetapi semua sudah terlambat jiwa sudah dijualnya.

Pesta para garong terus berlanjut, pesta itu banyak memakan biaya dan korban, sang penguasa akhirnya dikorbankan agar pesta terus berlanjut. Para garong tidak akan diam, mereka akan terus menawarkan kekuasaan bagi mereka yang haus kekuasaan, dengan imbalan jiwa mereka.

Tersadar aku ternyata sudah sampai di depan kantorku, segera aku parkirkan motor dan masuk ke kantor. Jam Sembilan pagi aku dipanggil bos ke ruang meeting, karena hari ini akan ada client baru dan kita akan membicarakan proyek baru. Segera aku berjalan menuju ruang meeting dan menyiapkan semua bahan presentasi kami, di dalam ruang meeting aku dan bosku menunggu client baru tersebut itu, cukup lama kami menunggu, kira-kira satu jam lebih sekretaris bos mengetuk pintu ruangan dan masuk bersama tiga orang pria berpakaian putih-putih sambil tersenyum, seorang yang lebih tua dengan setelan putih dengan jenggot lebat di dagunya tersenyum dan berkata;

“Selamat pagi bapak-bapak maaf sudah menunggu,”katanya dengan suara santun.

Tiba-tiba perutku terasa mual, bau busuk menerpa hidungku….

sumber gambar: http://freakonomics.com/podcast/soul-possession-a-new-freakonomics-radio-podcast/

Share.

About Author

Animus hominis semper appetit agere aliquid.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage