Kiara Si Geisha (5) : Kiara Terpuaskan Dua Kali (habis)

Kiara Si Geisha (5) : Kiara Terpuaskan Dua Kali (habis)

2

Kiara duduk menyeruput black coffee dari sejak jam 9 pagi di Balans Cafe di daerah Soho tak jauh dari The British Museum London. Janji bertemu Mark jam 10. Kiara melihat jam tangannya, “Lebih baik aku sarapan duluan”. Lalu dia memanggil pelayan untuk minta menu. “Hhhmm… semuanya telur… telur… telur…. Smoke Salmon for me please!”

Lima belas menit kemudian, pesanan datang. Kiara sudah membayangkan segepok roti dengan smoke salmon yang tebal didalamnya. “Shit… telur lagi!” nada kecewa tak sadar terucap dari mulut kecil Kiara. Namanya saja Smoke Salmon, tapi hidangannya cuma scramble eggs, alpukat dan beberapa gelintir smoke salmon. “Ini penipuan!” umpat Kiara.  Dengan malas-malasan, disantap juga “Smoke Salmon” yang dihidangkan.

“Hey… ” suara laki-laki terdengar dari belakang. Mark sudah datang.

“You got the evidence? Convy or videos” Kiara tak langsung menjawab. Dia sibuk berusaha menelan scramble egg yang dirasanya setengah matang.

Both… clear and sound... ugh makanan apa ini? Mahal iya enak kagak! Hmm… saya lupa, saya ada di London bukan di Paris” Kiara mengerutu sambil mendorong piring ke tengah meja.

“Mark, aku harus cari perlindungan juga sebelum aksi dilakukan” sambil memanggil pelayan dan memesan minuman untuk Mark, “One double espresso also please

“Apa yang harus kamu khawatirkan? Mereka tahunya namamu dan identitasmu Kiara kan?”

Ya, sudah 10 tahun Kiara menyandang nama dan identitas Kiara. Rencana besar dan panjang ini dia susun bersama dengan sebuah kelomok yang dengan secara siluman bergerak menyusup ke tengah-tengah kancah yang dipandang harus diguncang. Pamela Bordes adalah satu dari mereka. Dia berhasil mengguncang Parlemen Inggris ditahun 1988-1989.

Kiara menemukan kelompok siluman ini tanpa sengaja ditahun 2002. Rasa penasaran yang memicu Kiara untuk terus menggali dan mencari informasi tentang keberadaan mereka. Tahun 2003, Kiara pindah ke Amerika untuk melanjutkan kuliah S2 bidang Politic Science. Umur Kiara 23 saat itu.

Ketertarikan Kiara akan petualangan di dunia Internasional membuat Kiara terus menelusuri dan berusaha mengontak kelompok siluman ini.  Tidak mudah untuk mengontak mereka. Menemukan siapa penghubungnya saja memakan waktu 2 tahun. Tahun 2005, pertama kali mereka mengontak Kiara yang saat itu masih bernama asli Rani dan baru lulus meraih gelar S2.

Senang bukan alang kepalang. Kiara membayangkan petualangan bak seorang agen yang ada di film Mission Impossible. Pertemuan pertama dijadwalkan tengah malam ditempat yang sangat aneh. Sebuah kuburan di New York, New York Marble Cemetery.

I believe you do know who we are and we exactly know who you really are… Siapa yang mau kamu hancurkan?” Kiara tercenung dengan pertanyaan yang diajukan. Dia tidak siap menjawab. Ada lima orang mengelilingi Kiara dengan penuh rasa curiga, “Ah mungkin ini cara mereka melindungi jati diri kelompoknya” hanya itu yang ada dibenak Kiara. Tak ada rasa takut sedikitpun. Tanpa ragu dan basa basi, Kiara menjawab dengan jujur, “I need to think but for sure someone in my country”.

Kelompok ini tidak sembarang menerima seseorang untuk bergabung. Hanya satu pertanyaan yang diajukan, selebihnya adalah serangkaian test yang mencakup standar fisik, intellectuality, interagency, psychology, bakat alam dan uji nyali!. Untuk jawaban atas pertanyaan, Kiara diberi waktu satu bulan.

Hampir 6 bulan sejak pertemuan dikuburan itu, Kiara tidak pulang. Seperti menghilang. Kelompok ini hanya mengijinkan Kiara satu kali mengirim pesan pada seseorang. Kiara memilih untuk mengirim pesannya pada orang tua. Dia tidak mau orang tuanya panik karena kehilangan anak semata wayangnya. Pesan yang aneh yang mereka siapkan untuk Kiara kirim pada orang tua dalam bahasa Indonesia. Kiara tidak diijinkan untuk mengurangi atau menambah kalimat yang sudah mereka buat.

“Ayah ibu. Rani mohon ampun karena harus pergi meninggalkan kalian. Rani bergabung dengan misi sukarelawan untuk menolong pengungsi perang di Afghanistan. Jika Rani tidak kembali, mohon relakan. Rani yang selalu mengimpikan perdamaian dunia dan mencintai orang tua” 

Setelah pesan itu terkirim. Kiara tidak tahu lagi apakah ada jawaban atau tidak atau apa reaksi orang tua atau apa yang kemudian Orang Tuanya lakukan. Mereka tidak memberi kesempatan pada Kiara untuk tahu. Dan hari ini, kurang dari 11 tahun sejak pesan itu dikirimkan, Kiara tidak bertemu dengan orang tuanya.

“Hey… sorry aku terlambat” suara perempuan menyadarkan Kiara dari lamunan akan masa lalu.

Perempuan itu lalu memeluk dan mencium pipi Kiara tiga kali dan menyalami Mark. “Aku sudah memesankan espresso double buat kamu Latty” bisik Kiara.

“Merci beaucoup…”

Kiara mengeluarkan sesuatu dalam tasnya lalu dia masukkan kedalam gadget yang dari tadi di cas dibawah meja. “Okey aku transfer langsung pada gadget kalian. It’s full version” Kata Kiara sambil senyum menggoda.

Tak ada reaksi dari Mark dan Latty. Mereka sepertinya sudah biasa menerima informasi dalam bentuk video dimana ada adegan ranjang yang sangat menggiurkan. Well, Kiara ingat betul apa yang dia lakukan di Bukit Kawanua bersama dua laki-laki yang memesannya lewat Rudy. Benar-benar permainan sex threesome yang sangat liar.

“T’es sauvage ma belle (Kamu liar kawan!)” komen Latty setelah melihat setengah dari apa yang ditayangkan.

Lucunya, secara bersamaan Kiara dan Latty langsung melirik bagian tengah antara selangkangan Mark. “Is he coming too?” Latty menggoda Mark. Lalu kami tertawa.

“Aku berharap ini viral dan mampu membunuh keberadaan dia di negaraku. Makin kesini makin tidak terkontrol dia. Prediksi Federick benar. Pemerintah-ku sudah miara bayi ular berbisa. Dia tumbuh dan besar lalu berusaha mematok majikan yang sudah memiara dia” Kiara berkata sambil menutup gadgetnya.

“Ular masih bisa ditangkap dipegang dan dibunuh. Tapi orang ini? Kita sudah coba beberapa cara untuk menjatuhkan karakter dia. Hasilnya? Dia selalu lolos dibalik tameng Umat. Agama itu komoditi paling murah untuk dijual tapi Amerika tidak terlalu menyukainya karena tidak akan ada penjualan senjata” ujar Latty menambahkan.

“Not yet Latty!” sanggah Mark. “By the end, mereka akan memerlukan senjata juga. Semoga negerimu tidak sampai harus menumpahkan darah. Cuma lendir yang bisa memotong kepala Ular berbisa tanpa harus mengorbankan banyak orang”

“Karena lendirnya juga lebih berbisa hahahaha” canda Kiara sambil tertawa. Lalu mereka bertiga terdiam.

“Okey, besök aku akan terbang ke HQ. Kamu tunggu 5 hari. Kita akan kasih penawaran sama dia, apakah dia mau membatalkan seluruh aksinya atau video ini akan viral di seluruh dunia. Just in case Latty, I could not make it, do the plan B” suara Mark serius tiba-tiba. “And you Kiara, meet Doktor Sean in Zurich. Use your red passport. He will do you”

“Excuse me??” Kiara tersinggung mendengar Mark bicara seperti itu, tapi Mark malah tertawa, “Hahaha, I know exactly what your reaction would be! I mean he will put everything back in place on you and you could go back to your parents”

“Fuck you Mark hahahhahaa… yeah you just got me!”

Jam makan siang tiba. Kami memesan makanan. “Ah pasti telur lagi” Gerutuku. Ternyata menu untuk makan siang beda dengan menu sarapan. Kiara memesan makanan yang paling aman yang pasti bisa Kiara makan, Salad dan roast chicken supreme.

“Mark… I am worried of Rudy” Mark dan Latty menatap Kiara hampir berbarengan. “You kidding me!” suara Mark terdengar kesal. Mark langsung mengeluarkan handphonenya, “Lisa, go get Rudy. In less than 48 hours make sure he is safe!” Kara langsung tenang.

Lisa adalah seseorang yang tidak Kiara kenal dan dijuluki TC pendekan dari The Cleaner. 10 tahun Kiara bergabung dengan mereka, Lisa pernah mengontak Kiara 2 kali. Kiara masih ingat, suara dia dingin sekali ketika mengontak Kiara untuk kali pertama. Tapi di kali kedua, suaranya begitu manja seperti anak ABG.

Selesai makan, tepat jam 2 siang, kami berpisah. Tidak berbarengan dan tidak pergi ke arah yang sama. Sebelum pergi Mark menyempatkan menelpon Doktor Sean di Zurich dan membuat janji untuk bisa menerima Kiara.

Doktor Sean sudah menjadwalkan untuk mengexaminate Kiara hari Jum’at. Itu artinya 2 hari dari sekarang. “Aku akan  menjadi Rani kembali” Gumam Kiara dalam hati. Kiara senyum sendiri. Hampir akan 11 tahun Kiara tidak pernah bertemu orang tuanya dan 5 tahun pertama Kiara bahkan tidak tahu keberadaan mereka. Tapi di tahun ke 6 ketika Kiara dikirim kembali ke Indonesia untuk mulai menjalankan misinya, Kiara mulai menyusuri keberadaan orang tuanya dan mereka sebenarnya tinggal tidak jauh dari apartement dimana Kiara tinggal di Jakarta.

Pesawat Swiss Air membawa Kiara terbang ke Zurich. Setibanya di Zurich Airport, Kiara langsung menuju halte trailway dan mengambil railway jurusan Kota Tua, Dietikom. Kurang dari satu jam Kiara sudah sampai didepan pintu Doktor Sean.

“Herzlich Willkommen Kiara…” sambut laki-laki tua sambil membukakan pintu untuk Kiara.

Oh My God, Doktor Sean tidak banyak berubah setelah 7 tahun tidak bertemu. Kiara memeluknya, “Wie geht...?”

Gut… gut… senang bertemu kamu lagi burung kecilku! Mark sudah menjelaskan semuanya. I am delighted to do it. You have such a nice bone structure. I feel like doing scuplture with you”  Kiara hanya tersenyum. “Dasar tukang bubut” Gerutu Kiara dalam hati.

Examination dan operasi berjalan sangat lancar. Kiara masih harus tinggal beberapa hari lagi. Mark terus mengabari perkembang dari misi. “Dia panik dan mulai mengeluarkan sanggahan di media sosial. Tajuknya lucu, ada judul tapi tidak ada bukti. Padahal aku baru kirim 1 gambar yang aku kirim ke Whatsup dia. Jadi ini masih belum disebarkan sama sekali. Dan aku minta ransom dengan jumlah yang sangat banyak”

“You are cruel! Ransom, huh?” Kiara nyegir. “Ya aku baca juga. Netizen mulai kebingungan dan penasaran apa yang sebenarnya sedang dia ributkan” suara Kiara datar.

“Aku kasih waktu 2 hari buat dia membatalkan semuanya. Aku pikir untuk mengexile dia juga. I like you, I’ll give good favour to you. Saudi Arabia akan sangat senang mewelcome dia dan keluarga serta seluruh kaki tangannya” Kiara tertawa lalu terdiam. Kiara sedang berpikir.

“Pilihan yang sangat sulit buat dia… do like you like to do” jawab Kiara singkat. “The pleasure is mine!” suara Mark begitu bersemangat.

Kondisi Kiara 90% berangsur pulih. Tiga minggu Kiara tinggal di klinik Doktor Sean. Mark terus mengabari Kiara tentang perkembangan misi. “Heboh sekali. Dia berusaha bertahan dan menyangkal. Aku ga punya pilihan kecuali mengirimkan potongan scene waktu kamu berteriak manggil nama dia dan dia manggil nama kamu. You were so hot! hahahha” Mark tertawa. Kiara hanya tersenyum. “Banyak pihak terheran-heran karena pembatalan demi pembatalan dia lakukan tanpa justifikasi yang jelas. Lalu aku bilang dia harus keluar dari Indonesia. Dia berang dan mulai mengancam. Ya sudah, aku kirim potongan scene waktu dia manggil nama kawannya dan kawannya manggil nama dia…” suara Mark pelan tapi Kiara yang tertawa, “Hahaha… you are so very bad!”

“Yap… he will be registered as political asylum receiver in SA”

“You manage that too?”

“Nope… I let him manage on his own. He is leaving the country in a week, my dead line”

Kiara tersenyum. Mark memang seorang piawai. Tidak ada keraguan sedikitpun dalam hati Kiara setiap kali Mark menjalankan satu misi. “Thanks Mark. You’re the best!’

“Yap, what could I not do for you, Rani? I like you… I like you very much. Aku sendiri tidak percaya kalau aku bisa menunggumu selama 10 tahun, menunggu sampai semua pekerjaan 100% selesai  hanya untuk bilang aku jatuh cinta sama kamu”

Kiara tercenung. “Apa maksudmu? Laetitia?” di ujung telepon Mark tertawa, “Laetitia is Federik’s and she is my Tutor too. It is her who put me on your mission…” Kiara terdiam.

“Hallo? Kiara? You there? Ok aku tahu kamu kaget. Tapi jangan kemana-kemana. Besok aku menjemputmu. Kita akan bicara dan ke Indonesia bersama” Mark menutup telpon tanpa memberi kesempatan pada Kiara untuk berkata-kata.

“Besok? Mark akan menjemputku? Ada dimana dia? Bukannya di Budapest? ikut ke Indonesia? Buat apa juga?” Seribu pertanyaan memenuhi kepala Kiara.

Kiara masih tidak percaya, “Mark is in love with me?” beberapa detik kemudian Kiara tersenyum. “Tidak sia-sia aku menghabiskan waktuku hampir 11 tahun untuk mendapatkan kepuasan dua kali, misiku sempurna dan aku mendapatkan cinta”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share.

About Author

Pendukung Pemerintahan yang SAH! Muslim yang mendukung Ahok dan Jokowi. Warga Negara yang mencintai Negerinya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com, jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage