Jokowi Bangun Sejuta Rumah

Jokowi Bangun Sejuta Rumah

3

Rumah (papan) merupakan salah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia yang sangat penting selain pakaian (sandang) dan makanan (pangan). Rumah merupakan tempat berteduh, tempat istirahat, dan tujuan pulang dari kerja, serta masih banyak lagi yang lainnya. Harga rumah yang terus naik, membuat kita harus keluar duit ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk sekedar dapat memiliki rumah layak huni. Di Indonesia masih banyak keluarga yang belum mempunyai rumah sendiri. Baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun yang tinggal di pelosok desa. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mengeluarkan sebuah program yang diberi nama Program Nasional Sejuta Rumah.

Setelah ditunggu sekian lama oleh masyarakat, akhirnya Program Sejuta Rumah dari pemerintah mulai dikerjakan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri yang meluncurkan program pembangunan satu juta rumah ini. Proyek pembangunan sejuta rumah rakyat telah dimulai pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh tanggal 1 Mei 2015.

Dalam program ini, pemerintah menyediakan Rumah Subsidi dengan harga dan cicilan yang sangat terjangkau. Rumah yang dibangun ini merupakan kategori rumah ‎Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau lebih sering disebut sebagai rumah subsidi. Sehingga, diharapkan semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), seperti nelayan dan buruh dapat segera memiliki rumah. Karena, angka kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan tempat tinggal di Indonesia saat ini mencapai 13,5 juta rumah. Artinya masih ada 13,5 juta kebutuhan rumah layak huni yang belum bisa terpenuhi oleh pemerintah.

Rincian jumlah keseluruhan unit rumah dalam program sejuta rumah tersebut adalah 603.516 unit rumah untukMasyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan 396.484 unit rumah lainnya untuk non MBR.

Program nasional sejuta rumah rakyat yang dari pemerintah ini mempunyai tujuan untuk menyediakan rumah tinggal bagi 13,5 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah layak, sehingga semakin banyak rakyat Indonesia yang memiliki rumah layak huni. Selain itu program ini juga bertujuan untuk mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pemukiman kumuh di kolong jembatan, bantaran kali, kuburan cina, dan sepanjang rel kereta api.

Pemerintah sudah menetapkan batas harga jual rumah yang mendapat fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibagi dalam 9 zona di Indonesia ini. Provinsi yang dibangun sejuta rumah ini antara lain: DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Harga di masing-masing provinsi berbeda untuk masing-masing unitnya.

Contohnya: harga jual 1 unit rumah di kawasan Jabodetabek maksimal Rp120 juta, di Jawa (selain Jabodetabek) RP105 juta, di Sumatera (selain Babel) Rp105 juta, di Kalimantan Rp118 juta, Sulawesi Rp110 juta, dan paling mahal di Papua serta Papua Barat seharga Rp165 juta.

Selain bebas PPN, pemerintah juga memberikan beberapa insentif lain bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah supaya dapat membeli rumah rakyat ini. Misalnya dengan memberikan subsidi pemerintah untuk sejuta rumah bagi rakyat. Sehingga program ini mempunyai keunggulan dibandingkan perumahan biasa.

Keunggulan Pertama Program Sejuta Rumah adalah uang mukanya. Uang muka Program Sejuta Rumah ini hanya 1% dari total harga keseluruhan. Besaran uang muka ini lebih rendah dibandingkan dengan harga uang muka dari perumahan komersial biasanya. Uang muka perumahan komersial biasanya sebesar 20%-30% dari total harga, sehingga membuat harga rumah komersial sangat sulit dijangkau masyarakat menengah ke bawah. Dengan adanya Program Sejuta Rumah ini, diharapkan masyarakat Indonesia lebih mudah memiliki rumah sendiri karena uang mukanya yang sangat ringan.

Keunggulan Kedua Program Sejuta Rumah adalah besaran bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang harus dibayar. Bunga Program Sejuta Rumah ini hanya sebesar 5%. Biasanya perumahan komersial mempunyai bunga sebesar 7,5%. Kemudahan lainnya adalah, masyarakat bisa mengambil tenor pembayaran kredit relatif lama sampai dengan 20 tahun, dengan angsuran sebesar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu perbulannya. Ini cukup ringan dibandingkan dengan angsuran membeli rumah komersial atau untuk membayar angsuran pinjaman di bank. Keunggulan tersebut dapat diperoleh semua masyarakat Indonesia yang dapat memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Ada 2 jenis rumah yang dibangun pemerintah dalam Program Sejuta Rumah ini. Pertama bentuk Rumah Setapak dan yang kedua bentuk Rumah Susun.

Apabila Anda ingin memiliki Rumah Setapak, maka Anda harus mempunyai penghasilan maksimal Rp4 juta setiap bulannya. Jika Anda ingin memiliki Rumah Susun, maka Anda harus mempunyai penghasilan tidak lebih dari Rp7 Juta setiap bulannya. Hal tersebut karena Rumah Setapak dan Rumah Susun ini memang diprioritaskan untuk masyarakat menengah ke bawah yang mempunyai penghasilan rendah.

Selain itu calon pembeli juga harus mempunyai data yang menunjukkan jika dirinya belum memiliki tempat tinggal. Selanjutnya, calon pembeli harus membuat surat pernyataan belum pernah mendapat subsidi rumah dari pemerintah atau swasta. Karena rumah murah dari Program Sejuta Rumah ini hanya ditujukan untuk rumah pertama sehingga calon pembeli harus belum pernah mendapatkan subsidi perumahan.

Ketentuan selanjutnya adalah calon pembeli harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Nomor Pokok Wajib Pajak ini digunakan untuk pendataan dalam mendapatkan rumah murah dari Program Sejuta Rumah. Hal lain yang harus dicatat adalah calon pembeli adalah tidak boleh menyewakan atau mengalihkan kepemilikan dalam 5 tahun. Kalau ada yang menyewakan maka harus dikembalikan ke pemerintah. Syarat dan ketentuan ini digunakan supaya pemberian rumah dari Program Sejuta Rumah tersebut tidak disalah gunakan dan tidak salah sasaran.

Untuk Banknya, pemerintah lebih banyak mengarahkan ke Bank Tabungan Negara (BTN), di mana sekitar 94% pengadaannya diserap oleh BTN. Pembangunan rumah ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama ini, sekitar 331.693 hunian murah dibangun, mulai dari 305.727 rumah setapak, 25.678 rusunami, dan 288 rusunawa.

Daftar Proyek Program Sejuta Rumah ini dibuat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Pertama Propinsi Nangroe Aceh Darussalam yang dibuat 5.954 rumah setapak. Provinsi Sumatera Utara sebanyak 16.305 rumah setapak dan rumah susun sebanyak 1.832. Untuk Provinsi Sumatera Barat sebanyak 3.332 rumah setapak. Provinsi Riau dibangun sebanyak 6.523 rumah setapak. Untuk Provinsi Kepulauan Riau dibuat rumah setapak sebanyak 7.721. Provinsi Lampung dibangun rumah setapak sebanyak 9.032. Selanjutnya untuk Provinsi Sumatera Selatan dibangun rumah setapak sebanyak 7.926 dan rumah susun sebanyak 2000 buah. Untuk Provinsi Jambi dibuat rumah setapak sebanyak 4.344. Provinsi Bengkulu dibangun 5.426 rumah setapak. Provinsi Bangka Belitung dibangun 7.530 rumah setapak.

Provinsi Banten direncanakan dibangun rumah setapak sebanyak 14.615. Untuk Provinsi Yogyakarta dibangun rumah setapak sebanyak 977. Provinsi DKI Jakarta dibangun rumah setapak sebanyak 50 unit dan rumah susun sebanyak 15.903 unit. Selanjutnya untuk daerah Jawa Barat dibangun rumah setapak sebanyak 74.263 unit dan rumah susun sebanyak 3.754. Untuk provinsi Jawa Tengah dibangun rumah setapak 11.720 unit dan rumah susun 350 unit serta rusunnawa sebanyak 184 unit. Provinsi Jawa Timur dibangun rumah setapak 26.717 dan rusunnami 1,200 unit.

Provinsi Kalimantan Barat dibangun rumah setapak 15.893. Provinsi Kalimantan Selatan rumah setapak sebanyak 8.429. Provinsi Kalimantan Utara 320 rumah setapak. Provinsi Kalimantan Tengah rumah setapak 975. Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 5.832. Selain itu masih ada Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Jumlah unitnya tidak sama tiap provinsi, karena memang di sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing setiap daerahnya.

Demikian ulasan singkat program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi dengan harapan semoga dapat meringankan beban masyarakat Indonesia yang ingin mempunyai rumah. Sehingga tidak muncul lagi perkampungan kumuh, tatanan Indonesia menjadi lebih rapi, rakyat semakin sehat. Selain itu diharapkan bencana banjir tidak lagi melanda karena tidak ada lagi perkampungan kumuh dibantaran sungai yang menghambat aliran air dan menyebabkan banjir. Mari kita dukung program yang mengarah kepada kesejahteraan dan perbaikan tatanan kehidupan di Indonesia ini.‎‎

 

Sumber referensi:

https://finance.detik.com/properti/3385803/realisasi-program-sejuta-rumah-jokowi-di-2016

https://www.tempo.co/read/news/2017/05/05/299872620/presiden-resmikan-program-sejuta-rumah

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/17/05/07/opl03h382-btn-uang-muka-kpr-1-persen-disediakan-di-program-sejuta-rumah

http://perumahan.pu.go.id/ditpnp/berita/show/13

http://bisnis.liputan6.com/read/2992054/rei-sumut-optimistis-target-rumah-subsidi-tercapai-pada-2017

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage