Mengapa Ahok Sangat Perlu Disingkirkan ?

Mengapa Ahok Sangat Perlu Disingkirkan ?

76

Yup, Ahok sudah berada di balik jeruji. Ada yang merasa sedih, tapi banyak juga yang merasa puas, karena akhirnya akan ada 2 tahun masa tenang tanpa pemberitaan mengenai mulut besar Gubernur non-aktif DKI Jakarta ini. Bahkan tak sedikit yang merasa hukuman ini masih terlalu ringan buat Ahok.

Rasanya 3 tahun terakhir, adalah tahun-tahun paling gaduh dalam perpolitikan Indonesia. Kegaduhan yang membuat rakyat Jakarta merasa perlu mengganti pemimpinnya karena sudah muak akan segala konflik yang sering sekali terjadi karena seorang Ahok. Yang bahkan, Presiden Indonesia saja rasanya tidak mendapat sorotan media sebanyak itu.

Karena bila kita ingat kembali, banyak sekali perseteruan terjadi setelah Ahok jadi orang nomor 1 di Jakarta. Gubernur yang cuma beruntung karena Bosnya melenggang ke Merdeka Utara ini bahkan sudah jadi sorotan ketika baru saja dilantik oleh mantan Bosnya di DKI itu, dengan berbagai demo yang digawangi FPI.

Daftar panjang perseteruan Ahok sangat beragam, seperti semua orang dia mau ajak ribut. Dari para sopir metromini, aktivis buruh, orang yang punya gelar habib, ibu-ibu yang minta KJPnya dicairkan, pengusaha hotel, wartawan, sampai pendatang keturunan Tiongha dari Bagan yang menempati rusun juga pernah terkena semprotannya. Gubernur tuh harusnya mengayomi toh?

Belum lagi para pejabat lain di Indonesia, banya sekali yang Ahok pernah ajak ribut. Kalau para birokrat di DKI sih jangan tanya ya, secara mereka itu memang bawahannya. Semprotan sangat banyak pada para birokrat DKI, dan tidak sedikit yang dipecat dari statusnya sebagai PNS. Tapi kalau dari institusi lain, apa gak kacau ya? Kenapa Gubernur yang 1 ini merasa paling benar dan banyak institusi lain jadi ketar-ketir dibuatnya. Apa karena merasa ada backing dari Presiden?

Mungkin kalau kita ingat seratus lebih anggota DPRD DKI Jakarta yang panas dingin dibuatnya karena perseteruan yang menghasilkan Pergub APBD untuk 2015. Walikota Depok dan Walikota Surabaya pernah perang dingin dengannya. Bahkan para Mentri tak luput merasa panas dingin dibuatnya. Dari Gamawan Fauzi-Mendagri era SBY, Tjahjo Kumolo-Mendagri dari PDIP, Jonan yang kala itu mentri perhubungan, Susi yang adalah Mentri favorit di kabinet Jokowi, dan mungkin yang paling heboh adalah Menko Maritim saat itu, Pak Rizal Ramli.

Gubernur yang merasa paling hebat ini juga pernah berbeda pendapat dengan Wakil Presiden kita Jusuf Kalla, karena masalah kebijakan pengadaan perumahan Rakyat, karena tidak setuju Wapres membuat rusun bersubsidi untuk dijual. Walau memang konflik ini tak terlalu diexspose media karena Ahok hanya menyampaikannya pada para utusan Wapres dalam rapat.

Yang paling aneh mungkin konflik antara Ahok dengan DPR dan BPK. lembaga Legislatif dan Auditor negara ini juga pernah jadi bulan-bulanan Ahok di media. 2 lembaga yang gak ada hubungannya dengan pemerintahan DKI itu, kejang-kejang karena tantangan dari Gubernur ini. Kita yang lihat cuma bisa geleng-geleng kepala, melihat konflik itu berkembang di media nasional.


Mungkin konflik demi konflik seperti dicari-cari oleh Pak Basuki selama jabatannya di kursi panas DKI 1. Tapi benarkah demikian? Pak Ahok sendiripun, dalam Pledoinya di pengadilan membela dirinya dengan cerita ikan kecil Nemo yang seperti berjuang sendirian mencoba menyelamatkan Bangsa ini dari kehancuran, karena memang Korupsi dan Kemunafikan adalah akar masalah dari kebanyakan masalah yang terjadi di Indonesia.

Karena itu, mari kita lihat beberapa data mengenai sepak terjang Ahok di DKI semenjak November 2014. Data yang jika kita perhatikan, memang mungkin menjelaskan banyak hal, mengenai segala kegaduhan yang Ahok sajikan dalam 3 tahun terakhir dan mengapa terkesan kalau banyak sekali yang membenci Beliau.

Berikut sumber berita mengenai uang yang KPK Selamatkan tahun 2016 ( SUMBER ), dan tentang Ahok yang kembali menyisir anggaran 2016, sebelum diserahkan ke Kemendagri (Ahok sisir anggaran). Dari data diatas bisa kita lihat, bagaimana KPK yang namanya termashur itu hanya menyelamatkan setengah Trilliun dari 2000 Trilliun APBN Indonesia, dan bagaimana seorang Basuki Tjahja Purnama mampu menghemat lebih dari seperlima APBD DKI setiap tahunnya.

Belum lagi seperti yang kita tau bersama, kalau Ahok itu benci dengan para mafia. Memanfaatkan sesuatu yang salah untuk menindas atau merugikan warga lainnya, sangat Ahok tidak disukai. Alhasil banyak mafia di Jakarta harus gigit jari karena lahan bancakan mereka hilang.

 Dan ini juga salah satu keahlian seorang Ahok yang memiliki latar belakang pengusaha. Pengalamannya di dunia ini, membuat Beliau sangat mengerti bagaimana pengusaha bermain. Dan keinginannya, dalam “memaksa” pengusaha untuk ikut membangun Ibukota, entah dengan kerjasama yang saling menguntungkan, atau dengan meminta “pampasan perang”, membuat banyak pengusaha amsiong, karena keuntungan mereka harus berkurang.

Mungkin jika mau ditambahkan, ada pihak-pihak yang suka dengan Indonesia yang berantakan. Yang jika Indonesia tetap terbelakang pendidikannya, dan terpecah-belah, maka mereka akan lebih mudah mendulang hasil alam dan sumber-dayanya dari negri pertiwi ini. Seperti Freeport yang mulai pusing tujuh keliling karena Indonesia mulai berdikari. Atau pengusaha-pengusaha dengan jutaan hektar lahan konsesi hutan yang mulai ketar-ketir karena rencana reformasi agraria.


Anda bayangkan jika Ahok kembali bisa dipilih rakyat dan namanya semakin melambung. Kemenangan yang memperbesar kemungkinan Beliau melenggang menjadi RI2 atau bahkan RI1 dan melakukan segala pencegahan korupsi di negri ini. Itu artinya ada potensi penghematan APBD sebesar 400 Trilliun (25%) setiap tahunnya. Yang artinya juga kiamat buat komplotan koruptor, mafia dan pengusaha hitam yang selama ini pesta pora menikmati semua kebocoran anggaran di Indonesia.

Saya berharap, kisah beliau jadi inspirasi buat banyak orang, dan saya juga berharap Pak Ahok tetap semangat, walau harus merasakan pahitnya jadi orang benar yang menantang arus di Indonesia ini. Dan semoga sepak terjang Beliau tidak harus terhenti dibalik jeruji besi. Karena walau caci-maki pada Beliau sangatlah banyak, tetapi air mata yang tumpah melihat ketidakadilan yang Pak Ahok rasakan juga tak kalah banyaknya.

Jadi mari lebih kritis, dan jangan mudah terhasut, karena Indonesialah yang butuh Ahok, bukan sebaliknya.

[My Other Article]

Salam Waras

Share.

About Author

Arsitek yang jadi penikmat chanel Pemprov DKI di Youtube... Gelisah melihat kekonyolan negri ini memaksa kebiasaan menggambar jadi coba-coba menulis

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage