Orasi Keren Susi Pudjiastuti : Presiden Mempercayakan 2/3 Dari Wilayah Indonesia Pada Saya!

Orasi Keren Susi Pudjiastuti : Presiden Mempercayakan 2/3 Dari Wilayah Indonesia Pada Saya!

12

 

Ini diungkapkan Susi pada Orasi Ilmiahnya yang berjudul “Pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing: Menegakkan Kedaulatan dan Menjaga Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Bangsa Indonesia” pada rapat senat terbuka penganugerahan doktor honoris causa di Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Menarik sekali ketika Susi memprotes isi dari Curriculum Vitaenya yang tidak mencantumkan pendidikan terakhir dia. “Kalau yang namanya Curriculum Vitae itu harus lengkap. Pendidik terakhir saya hanya sampai kelas 2 SMA. Itu harus disebutkan. I won’t feel offeded“. Susi dengan piawai memutar balikkan fakta dirinya yang berpendidikan hanya sampai Sekolah Menengah Atas kelas dua menjadi satu senjata pamungkas untuk menyindir dan menyangkal fakta lain bahwa sistem analisa seseorang tergantung pada tingginya pendidikan seseorang.

Diakui atau tidak, pemutar balikan fakta yang Susi lakukan menjadi trend dan memotivasi mereka yang selama ini menyembunyikan fakta pendidikan rendah mereka dibalik keberhasilan usaha mereka.

Susi Seorang Team Leader Yang Tangguh

Keberhasilan Susi menjaga Laut Indonesia tidak dilakukan sendirian dengan hanya membawahi Kementerian Kelautan dan Perikanan saja. Dia mengakui bahwa dari kebijakan-kebijakan yang dibuat, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan Angkatan Laut, Kepolisian, Kejaksaan Agung dan kementerian terkait lainnya mengawal program pemerintah untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dengan sangat solid dan hati-hati penuh analisis dan evaluasi setiap kali, lepas dari hiruk pikuk dan keramaian bahwa kita main seenaknya menenggelamkan kapal-kapal punya negara lain. Akan tetapi kerjasama yang solid dari seluruh aparat adalah satu keberhasilan dari semangat perubahan bahwa kalau mau Indonesia itu pasti bisa.

Susi paham betul, untuk bertindak menghancurkan kapal-kapal asing yang mencuri ikan diperairan Indonesia perlu adanya perlindungan secara hukum dan kekuatan militer. Susi berhasil menjadi satu komando atas TNI, Polri, Kejaksaan dan pihak terkait lainnya.

Ketika Susi dipanggil oleh Presiden Jokowi, Susi ditanya “Apa yang ada dibenak Ibu Susi tentang Indonesia?”. Pertanyaan yang sederhana tapi bermakna. Susi menjawab, “Selama 30 tahun saya bekerja berusaha ini, saya melihat banyak hal, mengerti banyak hal, mengalami banyak hal, dan juga menganalisa banyak hal. Dari apa yang saya lihat, saya alami dan saya analisis, saya berkesimpulan jika saya nanti di KKP, saya punya rencana ini ini ini dan saya tahu apa yang akan saya laksanakan akan mengundang kontroversi dan suara yang cukup riuh. Akan tetapi berlatar belakang sebagai profesional selama 30 tahun yang bekerja dalam situasi tanpa pilihan, untuk tidak bisa tidak efesien, untuk tidak bisa tidak efektif, untuk tidak bisa tidak makes things possible. Karena tidak ada pilihan. Kalau saya tidak begini ya tidak akan jadi…

Weis, jadi inget bahasanya Ahmad dhani, My way or no way !

lanjut Susi, “Saya kembalikan pada Bapak Presiden, kalau saya membuat kebijakan yang membuat keriuhan, apa Bapak siap untuk tidak mengintervensi?” Dan jawaban Presiden kita bahwa Indonesia memang perlu perubahan. Kata “Perubahan” ini yang kemudian menarik Susi untuk bersedia bergabung di jajaran Kabinet Kerja.

Gebrakan Pertama Susi Pudjiastuti Sebagai Menteri KKP

Tanggal 29 Oktober 2014, Susi mulai bekerja di kantor KKP, tanggal 7 November, Susi membuat surat edaran yang dia kirim kepada seluruh Gubernur di Indonesia untuk tidak memungut retribusi dan melakukan keharusan ijin-ijin atas semua kapal-kapal dibawah 10TT. Itu yang pertama Susi lakukan.

Yang kedua, moto dari pemerintah adalah membawa laut menjadi masa depan bangsa. Masa depan artinya bukan hanya untuk satu generasi. artinya key words sustainability itu sangat penting, untuk itu saya keluarkan lagi surat edaran kepada Gubernur di seluruh Indonesia untuk segera menghentikan konversi hutan-hutan bakau untuk menjadi lahan-lahan peruntukan lainnya. Karena bakau sangat penting untuk nursery dan revitalisasi sumber daya perikanan.

Yang ketiga, melarang praktek-praktek destructive fishing yang sekarang ini sangat merajalela.

Akan tetapi, surat-surat edaran itu dilakukan tanpa reinforcement. Tapi kita memahami karakter seorang Susi Pudjiastuti.

Berbekal pengalaman mengelola Susi Air, Susi cukup sering melihat banyaknya kapal-kapal sampai jumlahnya mencapai ribuan kapal-kapal besar ditengah laut. Atas dasar itu, Susi kembali ke KKP mengecek seluruh kata kelola perijinan dibidang tangkap. Namun data yang didapat didepartemen sangat membingungkan. Lalu Susi mengumumkan bahwa untuk starting transparansi semua data di KKP harus On line! ini penting untuk menuju pada good governance.

Susi menemukan 1300 kapal yang perijinannya membingungkan. Tidak mati langkah untuk mendapat itu semua, Susi mengundang Duta Besar dari 6 negara sahabat. Susi mulai meloby para Duta Besar dengan mengatakan, “Excellency, the 2/3 of the country is given to me. A Minister who has the lowest education background. I would have difficulties and I would need any assistence from all of you” hahaha mantap rayuannya!

Singkatnya, Susi minta tolong pada mereka karena dia akan menegakkan Undang-Undang Perikanan untuk menuju accomplishing mission dari government future of the nation itu adalah dilaut. Semua Duta Besar setuju dan mereka melakukan pers conference bicara menyetujui bahwa Ilegal Unreported Unregulated Fishing atau IUU fishing is a global enemy bukan Indonesian’s enemy.

Sejarah Baru Perikanan Indonesia

Kontroversi yang Susi lakukan bukan tidak menuai cercaan dari pihak yang tidak setuju. Olok-olokan yang mengatakan Susi sedang bermimpi atau fitnahan yang mengatakan Susi sudah merugikan negara sebesar Rp 2000 Triliun dari bidang perikanan, tidak menggoyahkan Susi.

Kenyataan apa yang sudah Susi lakukan dengan 3 kebijakan pertumbuhan ekonomi dibidang perikanan naik sebesar 8.9%. Sebuah pertumbuhan yang luar biasa. Perikanan dalam sejarah baru kali ini mencapai 8.9%. Ini starting achievement dalam keadaan yang bisa dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, pertumbuhan ini bisa mencapai sampai 10%.
Susi menganalisa, bahwa bangsa semakin tua semakin tidak produktif. Makin tidak produktif berarti kita harus punya buffer saving. Untuk menjadi 100% kita punya saving 0, di usia 60, kita perlu pertumbuhan 12%. Tidak mungkin ada sektor yang bisa memberikan pertumbuhan diatas 10% kecuali Perikanan dan kelautan! Dengan catatan jika dikelola dengan benar.

Saya Salut Dengan Cara Analisa Susi Pudjiastuti.

Pengalaman dia dibidang Aviation benar-benar membuat dia piawai untuk memprediksikan pencapaian pertumbuhan sampai 12% jika dirata-rata. Artinya, jika terjadi perlambatan global, maka kita harus punya target diperikanan sebesar 15%.

Pertumbuhan 15% bisa dicapai bila good governance, sustainability menjadi key word yang paling penting selain tentunya menjaga kedaulatan. Kadaulatan kita tegakkan, tidak boleh lagi ada kapal asing yang menangkap ikan dilaut Indonesia, tidak boleh lagi ada transhipment ditengah laut indonesia. Karena kalau transhipment ditengah laut diijinkan atau dibiarkan, artinya peran Angkatan Laut tidak ada, peran kepolisian tidak ada, peran custom atau bea cukai tidak ada, peran pelabuhan, peran negara dan lain sebagainya tidak ada.

Wow, Susi bilang tahun 2012, Indonesia membuka kembali perijinan transhipment. Pelarangan Transhipment, menurut Susi, adalah satu-satunya cara untuk mengontrol dan memonitor keluar masuknya barang dari dan keluar wilayah Indonesia.

3 kebijakan yang sudah dibangun di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pertama, menegakan kedaulatan. Tanpa Kedaulatan, kita tidak bisa merencanakan, tidak bisa membuat masa depan generasi berikutnya.

Kedua, Sustainability. Susi mengharuskan sustainability atau berkelanjutan untuk setiap program yang dibuat. Tanpa sustainability, laut sebagai satu harapan bangsa tidak akan kita dapatkan.

Ketiga, prosperity. Diharapkan adalah hasil dari kebijakan pertama dan kedua.

Keyakinan Susi akan masa depan keluatan Indonesia begitu memukau. Saat ini Susi sudah dan sedang mengusulkan pada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menjadikan IUU Fishing menjadi sebuah Trans Nasional Crime. Saat ini beberapa negara sudah menyetujuinya dan negara-negara yang belum menyetujui adalah negara-negara yang menyerahkan pengelolaan keluatannya pada pihak asing.

Sementata Indonesia sudah masuk kelompok G-20. Artinya Indonesia sudah masuk sebagai negara kaya. Sudah saatnya Indonesia mampu mengelola laut kita sendiri.

Dipenghujung pidatonya Susi mengatakan bahwa Indonesia harus mulai merubah pola pikirnya. Harus merubah culture workingnya, kalau tidak, sumber daya alam yang ada tidak akan memberikan kemakmuran.

Tapi dari semua pidato Susi, yang paling saya suka adalah ketika Susi menyindir “Indonesia di masa lalu”. Dia bilang:

Kita belajar dari Minyak. 10-15 tahun lalu, Pejabat tinggi kita menjadi Pembesar di OPEC. Kita bertepuk dada sebagai produser minyak dunia. Sekarang 100% net importer dari minyak (nyindir siapa tuh). Jaman keemasan tambang sudah berakhir, apa Indonesia berarti sudah kaya? Tidak juga! Hutan kita sudah habis. Jutaan hektar setiap tahun terbakar, juga kita belum kaya.

HARAPAN INDONESIA HANYA ADA PADA KELUATAN DAN SUSI MENJAGA LAUT INDONESIA DNEGAN HATI !!

Keren abis isi pidato dia. Saya hanya menulis sebagian. Untuk lebih lengkapnya silahkan tonton sendiri disini:

Share.

About Author

Pendukung Pemerintahan yang SAH! Muslim yang mendukung Ahok dan Jokowi. Warga Negara yang mencintai Negerinya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage