Pencapaian Jokowi

Pencapaian Jokowi

2

Ir.H.Joko Widodo atau lebih dikenal ditengah-tengah masyarakat dengan panggilan Jokowi, merupakan Presiden Indonesia yang ke-7. Terpilih pada Pemilihan umum Presiden di tahun 2014 di bawah naungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan hasil akhir meraih suara sebesar 53,15 %.

Sebelum menjadi Presiden, putra Solo ini merupakan Gubernur dari Ibu Kota Indonesia yaitu Jakarta, dimana banyak perubahan-perubahan yang dirasakan oleh masyarakat Jakarta saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur. Hal ini tentu mempengaruhi hasil akhir dari Pemilihan umum Presiden karena Jokowi dirasa sudah berhasil mencuri hati sebagian rakyat yang tinggal di kawasan yang cukup padat.

Setelah dilantik menjadi Presiden, Jokowi membentuk kabinet yang membantu mewujudkan visi dan misi 5 tahun mendatang dan mewujudkan Indonesia lebih baik kedepannya. Misi Jokowi yaitu “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, untuk dapat melaksanakan misi besar ini, Jokowi membentuk sebuah kabinet yang diberi nama “Kabinet Kerja”.

“Kerja, kerja, kerja” itulah slogan yang sering didengar dalam pemerintahan Jokowi. Tidak hanya Jokowi saja, tapi tampaknya menteri-menteri pun semangat dalam membenahi Indonesia. Dalam mewujudkan Misi, dibangunlah visi dan program nawacita yaitu “nawa “ yang berarti 9 dan “cita”  yang berarti harapan atau cita-cita yang akan diraih kedepannya. Banyak inovasi baru yang dituangkan oleh Jokowi beserta kabinetnya di dalam program nawacita salah satunya yaitu Jokowi akan membangun Indonesia dari daerah-daerah pinggiran yang selama ini kurang diperhatikan.

Terbukti, di awal-awal pemerintahan Jokowi, banyak desa-desa terpencil di Aceh yang menikmati listrik, hal yang selama ini diimpi-impikan. Sehingga Aceh berhasil membasmi angka kemiskinan yang selama ini cukup dirasa tinggi.

Dibidang pendidikan, Jokowi membuat sebuah program yang diberi nama PIP (Program Indonesia Pintar) dimana dalam program ini sangat membantu setiap peserta didik yang orang tuanya kurang mampu dalam membiayai pendidikan. Pada program ini, setiap anak didik di Indonesia wajib belajar 12 tahun, sehingga menghambat terjadinya putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi.

Program yang sangat mulia ini tentu memiliki dampak besar yang dirasakan mayoritas  masyarakat miskin. Jokowi yang merupakan Presiden Indonesia juga sangat lengket dengan masyarakat menengah kebawah, terbukti pada saat beliau blusukan ke daerah-daerah kumuh, banyak masyarakat yang datang mendekat hanya untuk bersalaman dan terkadang mengadukan keluh-kesah mereka.

Dampak besar yang saya rasakan sendiri selama pemerintahan Jokowi yaitu infrastruktur yang dibangun di daerah saya. Ada dua infrastruktur yang dibangun dan diresmikan saat Pak Jokowi menjabat sebagai presiden. Infrastruktur pertama yaitu dilanjutkannya proyek jalan KKA yang menghubungkan Bener Meriah – Lhokseumawe. Dengan akses ini hanya butuh 2 jam untuk bertandang ke daerah Aceh lain, berbeda dengan jalan Takengon – Biureun yang memerlukan waktu 5 jam dan kondisi jalan yang tidak bersahabat dengan orang yang memiliki fobia “mabuk darat”. Masyarakat lalu lalang dengan waktu tempuh rata-rata 2 jam, tidak hanya urusan perdagangan, namun juga keperluan lain dari keperluan berobat hingga berwisata. Atau sekaligus dengan berbagai keperluan.

“Jalan KKA ini menguntungkan bagi siapa saja yang akan berangkat keluar daerah karena jalannya lurus dan tidak curam seperti kebanyakan jalan di dataran tinggi Gayo, tentunya para pengemudi harus mempelajari medan karena ini merupakan jalan baru” ujar Herbambang (49) saat ditemui di Jalan KKA tepatnya di Wisata Gunung Salak Nisam, Aceh Utara, yang akan melanjutkan perjalanan ke Aceh Timur.

Jalan KKA

Infrastruktur lain yaitu adanya akses udara yang diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada tahun 2016, disambut dengan topi kerawang dan opoh ulen-ulen (selendang khas suku gayo) yang dililitkan di leher Bapak Presiden, Presiden berjalan diiringi pejabat penting lainnya di hari peresmian bandara Rembele Takengon di Bener Meriah.

Bandara Rembele sebelumnya hanya merupakan bandara perintis dengan terminal penumpang hanya 400 m2, lalu diperluas menjadi 1.000 m2. Pada sisi udara telah dibangun perpanjangan landasan dari semula 30 x 1.400 m menjadi 30 x 2.250 m. Selain itu, telah dilakukan juga perluasan apron dari 80 m x 106 m menjadi 95 m x 150 m, pelapisan runway dan taxiway. Bandara ini mampu menampung sampai dengan 200.000 penumpang per tahun.

Dengan adanya akses udara dari Takengon – Medan yang hanya memerlukan waktu 50 menit tentunya sangat berdampak besar bagi banyak pihak, baik mahasiswa, pebisnis, hingga turis yang dari hari ke hari semakin membludak untuk berwisata ke Takengon. Beda halnya apabila menggunakan akses darat seperti Bus yang membutuhkan waktu 10  sampai 12 jam untuk menuju Medan, Sumatera Utara.

Efek dari dua buah infrastruktur ini saja sudah membangun ekonomi masyarakat setempat dengan hadirnya turis-turis dari luar dan juga kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan di bidang travel. Saya berharap penerbangan yang disediakan oleh Bandara Rembele suatu saat bisa bertambah, tidak hanya Takengon – Medan dan Medan – Takengon saja, tetapi bisa juga hingga ke pulau-pulau lain di Jawa. Tidak tutup kemungkinan, akses dari Dalam ke Luar Negeri akan dapat dijangkau suatu saat nanti dari Bandara Rembele Takengon.

 

Bandara Rembele Takengon

 

Berfoto Bandara Rembele Takengon

 

Banyak hal yang telah dicapai oleh Bapak Jokowi selama masa jabatannya, di berbagai sektor pembangunan seperti akses jalan raya, akses jalan tol dan juga tol laut yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia sekarang ini.

Memang merupakan kewajiban pemerintah untuk mewujudkan “public welfare” atau diterjemahkan ke Indonesia “kesejahteraan masyrakat”. Masyarakat yang sejahtera ialah masyarakat yang menikmati kerja Pemimpinnya, yang menikmati Sumber Daya Alamnya sendiri.

Bapak Jokowi telah berusaha sekeras mungkin menjadi versi yang terbaik dari dirinya untuk memimpin Negara seluas Indonesia, dengan bermacam-macam tingkat dari rakyatnya, tapi Pak Jokowi selalu tersenyum sumringah dan berusaha kelihatan segar di depan publik meskipun banyak beban dan tekanan yang dihadapinya.

Hanya inilah yang bisa saya tuang dalam tulisan ini, dari sekian banyaknya pencapaian-pencapaian, cita-cita yang ingin Pak Jokowi raih selama menjabat menjadi Presiden. Kita butuh sosok seperti Pak Jokowi untuk memimpin Indonesia untuk selanjutnya, semoga akan lahir Jokowi – Jokowi lain di generasi mendatang.

#JokowiUntukIndonesia

 

Referensi :

http://psma.kemdikbud.go.id/files/Permendikbud_Tahun2016_Nomor019-2.pdf

http://lintasgayo.co/2017/01/02/jalan-eks-pt-kka-mulus-kunjungan-ke-lhok-dan-ke-gayo-membludak

http://news.detik.com/berita/3155314/jokowi-hari-ini-resmikan-bandara-rembele-di-takengon

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage