Punya HP, Punya Motor, Tapi Teriak Harga Naik. Berobat Gih.

Punya HP, Punya Motor, Tapi Teriak Harga Naik. Berobat Gih.

20

Kadang bisa gila kalau kita kebanyakan baca komen komen di media sosial. Sebelumnya saya pernah bahas kegoblokan kaum sumbu pendek pada artikel yang bisa di klik disini, kali ini saya lagi lagi harus menghabiskan beberapa detik hidup saya untuk membalas komen komen ajaib orang orang di sosial media. Kenapa saya tanggapi? Karena kalau didiemin orang orang goblok itu akan merasa bener, dan yg lebih bahaya, goblok itu penyakit menular.

Di beberapa postingan, baik itu instagram twitter dan Facebook yang menunjukkan kinerja pemerintah khususnya presiden Jokowi, adaaa aja yg teriak teriak kaya pendekar mabok. Sebelumnya ada yg teriak “pak kok penista agama ga ditahan?” pas musimnya udah abis muncul lagi komentator “pak selamatkan aleppo pak, pak kok kerja sama dengan Iran pak?” lalu musim “pak kok uang mirip yuan pak?” sekarang yang paling up to date adalah “pak kok harga-harga dinaikin pak?”

Emang persiden/raja/perdana mentri mana sih yang ga pernah naekin harga di dunia ini pret? Emang harga naik berapa sih? Petralite naik Rp300 per liter, kenaikan administrasi STNK, TNKB dan BPKB untuk kendaraan roda dua cuma 195 ribu untuk 5 tahun, artinya 39ribu pertahun atau kurang dari Rp107 per hari.

Kecil kan? Ga kaya bayangan di sosmed dan portal fitnah abal abal. 200% 300% seolah olah gede, jangan lebay. Kalau harga asli 10.000, naik 200% itu cuma jadi 30.000, dan lu ngurus stnk dan kawan kawan itu TIDAK tiap hari atau tiap bulan.

Sekarang gua tanya, 300/liter dan 107/hari gede atau ngga? Lu sekali ngisi pulsa berapa? Lu ngasih jajan anak berapa? Lu beli rokok berapa? Lu beli HP berapa? Lu beli motor berapa?

Yang naik itu administrasi stnk, bpkb, dan bbm, berarti otomatis orang yg terkena dampak adalah orang yang minimal punya motor, gua heran lu bisa beli motor tapi naek segitu aja ribut.

Ada lagi yang mendebat saya secara termehek-mehek di instagram, kira kira dia bilang “bagi kami rakyat kecil, kenaikan 50rupiah saja sangat berat, tidak seperti anda yang orang kaya, uang tinggal keruk doang”. Pertama saya harus klarifikasi bahwa saya belum jadi orang kaya. kedua saya heran, orang itu maen instagram, berarti punya hp dan punya kuota, lu punya HP dan bisa beli pulsa tapi bilang 50rupiah berat? Waraskah anda? Lagipula yang naik ini untuk orang orang yg PUNYA KENDARAAN BERMOTOR, apa orang yang punya kendaraan bermotor pantas bilang 50rupiah itu berat? Tanpa bermaksud mengecilkan nilai uang, tapi please deh, jangan lebay!

Kenaikan biaya administrasi segitu adalah hal yang wajar, karena menurut keterangan kementrian keuangan, polisi sudah 7 tahun tidak melakukan penyesuaian harga. Wajar ga sih? Harga ketoprak aja naek, masa biaya admin untuk pemilik kendaraan ga boleh naik?

Ada lagi golongan alay lebay kamseupay yang teriak, “nantinya kenaikan ini juga akan berpengaruh pada harga sembako dan akan menyiksa rakyat kecil!”. please deh, harga sembako itu lebih dipengaruhi cuaca, ketersediaan air, musim dan kondisi jalanan dibandingkan harga pengurusan stnk. Kalau lu belasan tahun dipimpin presiden-presiden yang mengabaikan pembangunan irigasi, waduk, embung dan jalan, wajar aja harga semakin lama semakin tinggi.

Bandingkan 2 kalimat ini yah,

“gara gara kurang air karena kurang irigasi, petani banyak yg gagal panen sehingga harga jadi mahal”

“gara gara administrasi stnk naik, harga sembako jadi naik”

Mana diantara dua itu yang paling masuk akal?

Ayo dong ayo, jadi bangsa pejuang, jangan naik sedikit ngeluh, cengeng. Ayo jadi terpacu untuk menghasilkan lebih banyak, belajar yg rajin, kerja keras, pasti lu ga akan jadi orang susah. Lu pikir negara maju itu negara yg semuanya murah? Kagak! Di negara maju semuanya mahal mahal, tapi penduduknya pada pinter pinter dan pekerja keras makanya penghasilan mereka gede gede.

Please deh,

Share.

About Author

Pemikir dan pekerja kerja kerja keras. BBM : D31177BE WA : 083876137740 Paksabri.blogspot.com

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com, jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage