Setelah Berhasil Menarik Pajak Dari Google, Target Sri Mulyani Selanjutnya Adalah Facebook dan Twitter

Setelah Berhasil Menarik Pajak Dari Google, Target Sri Mulyani Selanjutnya Adalah Facebook dan Twitter

7

Jika diibaratkan pelatih sepak bola, saya rasa Jokowi telah melakukan pembelian terbaik dengan mendatangkan Sri Mulyani kembali ke Indonesia. Sri Mulyani adalah salah satu menteri terbaik Jokowi. Kepakarannya dalam bidang ekonomi sangat membantu Jokowi yang sedang giat-giatnya membangun.

Jokowi ingin pembangunan infrastruktur bisa merata di seluruh penjuru nusantara. Jokowi ingin mengamalkan Pancasila sila ke-5 bahwa keadilan sosial tidak hanya milik orang Jawa saja, namun seluruh warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan keadilan sosial. Jokowi mulai membangun jalan tol di pedalaman. Jokowi juga berhasil menyamakan harga BBM di seluruh Indonesia.

Untuk membangun infrastrukur di daerah-daerah pedalaman tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih dengan kondisi Indonesia yang sedang carut marut serta memiliki hutang warisan yang jumlahnya banyak. Jokowi mengajak Sri Mulyani untuk menemukan solusi bagaimana meningkatkan pendapatan nasional guna membiayai pembangunan infrastrukur.

Nalar ekonomi Sri Mulyani akhirnya keluar menjadi program tax amnnesty. Sri Mulyani paham betul bahwa banyak sekali uang-uang yang seharusnya menjadi milik Indonesia justru tak masuk kas negara dan banyak disimpan di luar negeri. Sri Mulyani kemudian membuat kebijakan tax amnesty dengan harapan pendapatan dari sektor pajak bisa meningkat. Program tax amnesty akhirnya mendapatkan hasil yang gilang gemilang.

Setelah berhasil dengan program tax amnesty, nalar Sri Mulyani masih melihat bahwa ada beberapa perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis di Indonesia, namun belum membayar pajak. Dengan gagah berani, akhirnya Sri Mulyani berhasil membuat Google membayar pajak yang sebelumnya belum pernah membayar.

Kisah heroik Sri Mulyani dalam memaksa Google membayar pajak juga luar biasa. Proses pengejaran pajak Google memang cukup panjang. Bahkan, ketika negosiasi terakhir, Google menolak membayar dengan alasan tagihan pajak di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Inggris.

Sri Mulyani pun penasaran. Ia sempat bertemu dengan Menteri Keuangan Inggris dan kemudian membahas pajak Google. Diketahui Inggris jadi salah satu negara yang sukses memaksa Google membayar pajak.

“Google bilang kok Indonesia mintanya ketinggian dari pada Inggris. Saya penasaran google bayar berapa ke kamu,” kata Sri Mulyani menirukan perbincangannya dengan Menteri Keuangan Inggris beberapa waktu lalu.

Permintaan Sri Mulyani diterima. Pemerintah Inggris dan Indonesia akhirnya bertukar data tentang persoalan Google. “Kita akhirnya saling tukar data,” jelasnya.

Tak lama setelah itu, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kembali memanggil Google. Data tunggakan pajak versi pemerintah yang seharusnya dibayarkan, pun diterima oleh Google.

Saya pikir tindakan Sri Mulyani sangat luar biasa, apalagi beliau seorang perempuan. Tidak tanggung-tanggung, Sri Mulyani berhasil membuat Google bertekuk lulut serta malu dan akhirnya bersedia membayar pajak ke Indonesia.

Setelah berhasil menambah pendapatan dari pajak Google, Sri Mulyani memiliki target untuk memaksa Facebook dan Twitter mengikuti langkah Google membayar pajak.
Sri Mulyani menyatakan dalam waktu dekat akan melanjutkan kepada perusahaan sejenis, seperti Facebook, Twitter dan lainnya.

Sri Mulyani menegaskan, setelah Google, pemerintah akan mengejar pembayaran pajak dari perusahaan sektor informasi dan teknologi (IT) berbentuk Badan Usaha Tetap (BUT) yang beroperasi di Indonesia.Â

“Jadi, kalau mereka beroperasi di sini, mereka jadi obyek pajak. Kalau subyeknya itu mau dia ada di dalam negeri maupun di luar negeri, itu tidak jadi soal,” ujar Sri Mulyani dalam kesempatan buka puasa bersama dengan awak media di Kementerian Keuangan, Senin (19/6).

Menurutnya, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak dan pembayaran pajak perusahaan BUT tersebut, dirinya akan segera berkoordinasi lebih erat lagi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara untuk menyinkronkan kebijakan pemungutan pajak perusahaan BUT tersebut.

“Kalau itu kebijakan dari Menkominfo, karena mereka subyek pajak karena ada aktivitasnya di sini,” imbuh Sri Mulyani.

Kendati demikian, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu masih enggan berbagi proyeksi, perusahaan BUT mana saja yang akan dirangkulnya dalam waktu dekat untuk mendapat pembayaran pajak tersebut. Pasalnya, Sri Mulyani ingin agar seluruh perusahaan BUT di Tanah Air bisa patuh pada peraturan perpajakan di Indonesia.

“Prinsipnya kalau mereka ada operasi di sini dan mendapatkan penerimaan, dia jadi subjek pajak,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Untuk menetapkan perusahaan IT sebagai wajib pajak baru, Mantan Direktur Bank Dunia ini menyebutkan harus aturan baru yaitu yang berasal dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

“Kalau nanti policy dari Menkoimfo dan mereka harus menjadi subyek pajak di Indonesia maka harus jadi BUT (Bentuk Usaha Tetap),” jelas Sri Mulyani.

Jika akhirnya Sri Mulyani berhasil merangkul seluruh perusahan BUT untuk membayar pajak, saya kira ini akan menjadi prestasi hebat keduanya setelah tax amnesty. Jika Google saja bisa dipaksa untuk membayar pajak, maka saya optimis Sri Mulyani akan mampu menarik pajak dari perusahaan sejenis seperti Facebook dan Twitter.

Jika akhirnya mampu meningkatkan pendapatan negara dari pajak-pajak perusahaan yang selama ini tidak tersentuh, maka saya optimis Indonesia perlahan-lahan akan mulai menata diri, membangun infrastruktur secara merata di berbagai daerah, serta akan terjadi peningkatan ekonomi secara signifikan.

Saya angkat topi untuk kecerdasan, kehebatan,keberanian, serta dedikasi Sri Mulyani demi mengabdi kepada negeri tercinta Indonesia.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

Sumber:

 

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3535957/pasca-pajak-google-ini-kata-sri-mulyani-soal-facebook-dan-twitter?_ga=2.130832649.74790009.1497679622-269963941.1494947683

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3528503/cerita-sri-mulyani-sukses-paksa-google-bayar-pajak

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170619182117-78-222862/usai-google-sri-mulyani-gandeng-rudiantara-kejar-pajak-but/

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage