S&P Menaikkan Peringkat Indonesia, Satu Lagi Prestasi Jokowi Dan Sri Mulyani

S&P Menaikkan Peringkat Indonesia, Satu Lagi Prestasi Jokowi Dan Sri Mulyani

15

Hari ini lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) menaikkan peringkat Indonesia dari BB+ menjadi BBB- dengan outlook stabil. Dengan naiknya peringkat dari S&P ini, maka lengkaplah sudah peringkat layak investasi yang dimiliki oleh Indonesia karena seluruh lembaga pemeringkat internasional sudah mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang layak investasi. Naiknya peringkat S&P ini sangat sulit dan lama sekali, bahkan pemerintah sempat kecewa karena S&P tidak juga menaikkan peringkat Indonesia. Banyak yang menduga S&P sekarang sangat berhati-hati dalam menentukan peringkatnya sejak terjadinya krisis keuangan tahun 2008 dimana semua lembaga pemeringkat terlalu sembrono memberikan peringkat yang terlalu optimis untuk surat hutang subprime mortgage.

Sebenarnya di jaman Orde Baru, peringkat investasi Indonesia sudah masuk dalam kategori layak investasi. Perdagangan surplus lebih dari US$ 900 juta, cadangan devisa mencapai US$ 20 miliar. Peringkat investasi Indonesia sudah masuk dalam kategori layak investasi. Saat itu banyak perusahaan Indonesia yang berhutang dalam bentuk dolar Amerika karena bunga pinjamannya jauh lebih murah daripada jika berhutang dalam bentuk rupiah, padahal kebanyakan perusahaan tersebut pendapatannya dalam rupiah. Ketika terjadi krisis keuangan Asia, rupiah dan beberapa mata uang negara Asia terjun bebas. Hutang yang berbentuk dolar Amerika malah menjadi beban dan banyak perusahaan yang bangkrut. Pada 14 Agustus 1997, pemerintah mengganti kebijakan pertukaran mengambang terbatas menjadi mengambang bebas, akibatnya rupiah terperosok semakin dalam. IMF kemudian datang dengan paket pinjaman US$23 milyar, tapi tetap saja rupiah semakin anjlok lebih dalam lagi karena adanya pembayaran utang swasta luar negeri yang jatuh tempo, permintaan dolar Amerika yang sangat tinggi di pasar, dan penjualan rupiah besar-besaran. Pasar uang dan bursa efek Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan September 1997. Semua lembaga pemeringkat internasional menurunkan peringkat hutang Indonesia menjadi junk bond. Setelah 20 tahun menunggu, akhirnya Indonesia telah resmi menyandang status layak investasi dari seluruh lembaga pemeringkat internasional yang terkenal.

S&P mengatakan bahwa resiko fiskal Indonesia telah menurun dalam beberapa tahun terakhir ini. Selain itu, pemerintah Indonesia juga dianggap sudah mengambil langkah dan pengukuran terkait belanja dan pendapatan (APBN) guna menstabilkan keuangan negara. Berdasarkan hal tersebut, S&P mengekspektasikan utang pemerintah akan stabil dan defisit anggaran akan turun secara gradual. S&P menyatakan, outlook Indonesia dalam jangka panjang adalah stabil. S&P memandang risiko kenaikan maupun terhadap rating yang diberikan cenderung seimbang. Selain itu, S&P juga menyatakan keyakinannya bahwa fokus pemerintah untuk membuat APBN lebih realistis bakal memberikan dampak positif. Selain itu, upaya pemerintah untuk membuat APBN lebih realistis juga akan menurunkan risiko pelebaran defisit anggaran. S&P memperoyeksikan utang net akan berada pada level moderat, yakni di bawah 30 persen dari produk domestik bruto (PDB). Namun masih ada tantangan yang harus diantisipasi yakni pendapatan dari perpajakan.

Sebagai Menteri Keuangan yang paling berjasa dalam prestasi ini, Sri Mulyani menyambut gembira kenaikan peringkat Indonesia ini. Dengan kenaikan peringkat Indonesia ini, biaya bunga yang harus dikeluarkan oleh pemerintah dan dunia usaha dalam menerbitkan obligasi akan bisa diturunkan. Namun demikian, Sri Mulyani tidak berpuas diri, target berikutnya adalah menaikkan outlook S&P dan lembaga pemeringkat lainnya terhadap Indonesia dari stabil menjadi positif.

Ternyata keputusan Jokowi membujuk Sri Mulyani meninggalkan Bank Dunia dan menjadi Menteri Keuangan adalah sangat tepat. Padahal jabatan Sri Mulyani di Bank Dunia sudah sangat nyaman, belum lagi gaji yang besar dalam bentuk dolar Amerika. Penulis sendiri tidak tahu bagaimana caranya Jokowi bisa membujuk Sri Mulyani untuk membuang jabatan di Bank Dunia dan gaji yang besar supaya kembali menjadi Menteri Keuangan yang levelnya masih lebih rendah daripada jabatannya di Bank Dunia, dan sudah pasti gaji lebih rendah. Namun penulis yakin Sri Mulyani lebih suka jika bisa mengabdi untuk bangsa dan negaranya, dan pengabdiannya kini telah terbukti.

Berkat tangan dingin seorang Sri Mulyani yang sangat ketat dalam mengatur dan menjaga keuangan negara, salah satunya dari “kesalahan hitung” anggaran yang amat sangat fantastis di Kementerian Pendidikan (hmmm, siapa ya menteri gak becus itu sampai bisa salah hitung gila-gilaan?), S&P secara resmi menyatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan status layak investasi. Ini bukan perkara mudah, S&P sangat pelit dalam memberikan status ini kepada Indonesia, sehingga tidak berlebihan kalau penulis menganggap bahwa ini adalah prestasi pemerintahan Presiden Jokowi dan Menteri Keuangannya, Sri Mulyani.

Walaupun harapan penulis tipis, namun penulis berharap para haters Jokowi mau mengakui prestasi pemerintahan Jokowi ini. Dunia internasional saja mengakui, masa masih ngeyel pemerintah Jokowi tidak becus bekerja? Lihatlah kenyataan ini, jangan menutup mata atas semua prestasi pemerintah ini.

Share.

About Author

Seorang investor saham. Senang dengan ilmu pengetahuan. Otaku tingkat ringan. Awalnya apatis dengan Pilkada DKI namun tergerak karena melihat adanya ketidakadilan.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage