Sri Mulyani: Memburu Harta Orang Indonesia Di Luar Negeri. Target Rp 185T Untuk Penerimaan Pajak Tahun Ini

Sri Mulyani: Memburu Harta Orang Indonesia Di Luar Negeri. Target Rp 185T Untuk Penerimaan Pajak Tahun Ini

21

Memiliki seorang Menteru Keuangan sekaliber Sri Mulyani Indrawati memang menakutkan bagi para pelanggar pajak. ibu Menteri kita tidak ubahnya seperti pemburu harta karun yang kalau mencium adanya harta Warga Negara Indonesia di suatu tempat dia akan langsung memburunya kesana. Dengan latar belakang dan pengalamannya bekerja di Bank Dunia, mata Sri Mulyahi seolah bisa melihat setiap gerak perpindahan uang dari satu tempat ke tempat lain.

Apalagi Sri Mulyani paham betul bahwa bossnya dia, Presiden Jokowi, sedang membutuhkan banyak uang untuk memenuhi hasrat hati membangun begitu banyak fasilitas untuk rakyat. Maka sempurnalah misi dia memburu harta orang Indonesia yang parkir di negara surga pajak.

Tahun ini Sri Mulyani menargetkan untuk dapat mengumpulkan penerimaan pajak sekitar Rp 185 Triliun dari kegiatan ekstensifikasi didalam maupun di luar negeri. Cara yang akan dilakukan oelh Sri Mulyani adalah dengan mengandalakan pertukaran informasi keuangan secara otomatis atau Automatic exchange of information (AEoI) untuk memburu harta-harta orang Indonesia yang menjadi bidikan dia di luar negeri.

AEoI adalah sebuah sistem pertukaran informasi rekening dari wajib pajak antar negara. Pertukaran ini berlangsung otomatis, yang berarti rekening wajib pajak yang berada di negara lain bisa langsung terlacak oleh otoritas pajak. Inisiasi ini awalnya datang dari Organisation for Economic Coorperation dan Development (OECD) dan Indonesia terlibat didalamnyabersama puluhan negara, khususnya tang tergabung dalam G-20 dengan ditandai kesepakatan dalam pertemuan G-20 Summit di Turki.

Terdengar seperti sebuah ancaman ketika Meteri keuangan Sri Mulyani menambahkan bahwa pemerintah akan menyasar negara-negara yang menjadi langganan sebagai tempat praktik penghindaran pajak. Berdasarkan data realisasi program pengampunan pajak atau tax amnesty maupun data lain, Sri Mulyani menuturkan, Singapura menjadi tujuan favorite penghindaran maupun pengelakan pajak. “Sebesar 65 person dari deklarasi aset di tax amnesty, berasal dari orang Indonesia yang tinggal di Singapura, lalu Hong Kong, Macau dan Inggris atau United Kingdong. Kita memprioritaskan negara-negara ini untuk mencegah Base Erotion Profit Shifting atau BEPS” kata Menteri keuangan yang biasa dipanggil Ani ini di Jakarta hari Senin tanggal 19 Juni 2017.

Yang pasti mulai tahun 2017, wajib pajak tdak bisa lagi menyembunyikan hartanya di luar negeri karena harta mereka akan secara otomatis dilaporkan ke masing-masing negara yang bersangkutan.

 

Sementara Ditjen Pajak mengakui bahwa pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Hong Kong untuk pertukaran informasi keuangan terutama tujuan perpajakan. Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang, menyusul akan dilakukan hal yang sama dengan otoritas pajak Swiss pada pekan depan, kemudian Macau. Ke depan, pemerintah Indonesia melalui Ditjen Pajak juga akan bertukar informasi dengan Singapura.

“Dari data tax amnesty, orang-orang super kaya atau entitas di Indonesia melakukan berbagai macam cara untuk menghindari pajak yang selama ini tidak terdeteksi, sangat sulit dilacak. Ini kesulitan besar, jadi dengan AEoI, kita bisa mencegah banyak sekali praktik penghindaran pajak yang dilakukan pembayar pajak,” tegas Sri Mulyani.

Menteri yang memiliki hobi melukis dan bernyanyi yang juga Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tidak menyebut secara spesifik potensi penerimaan pajak dari hasil berburu harta WNI di luar negeri. Namun dia memperkirakan, pemerintah bisa mengumpulkan lebih dari Rp 185 triliun dari kegiatan ekstensifikasi pajak dari dalam maupun luar negeri, “Secara umum, seluruh ekstensifikasi di dalam, luar negeri, dan by sektoral, total bisa memperoleh lebih dari Rp 185 triliun. Ini ekstensifikasi berdasarkan apa yang sudah disisir dari data yang sudah diperoleh dari tax amnesty maupun sumber lain,” ujar Sri Mulyani.

Apa yang saya pahami, dengan adanya Automatic Exchange of Information membuat setiap wajib pajak yang menanamkan modal uangnya diluar negeri tidak lagi bisa mengakali kewajiban membayar pajak pada negara asal mereka.

Saya jadi tersenyum sendiri kalau mengingat bagaimana Presiden Jokowi menempatkan para Srikandi sebagai pemburu untuk mengumpulkan semua pendapatan negara Indonesia. Rupanya Presiden kita mempercayai bahwa singa betina adalah pemburu yang piawai sementara singa jantan adalah penjaga keluarga. Presiden Jokowi menempatkan Sri Mulyani untuk memburu para Wajib Pajak, sementara Susi Pudjiastuti ditempatkan sebagai pemburu para pencuri ikan dan mafia perikanan. menteri BUMN Rini Soemarno ditempatkan sebagai pemburu Pengusaha Asing atau lokal yang berada di dalam negeri yang berhubungan dengan kepentingan negara.

Keren… keren…!!

 

ref. Liputan6 http://bisnis.liputan6.com/read/2996945/buru-harta-wni-di-luar-negeri-dan-ri-sri-mulyani-incar-rp-185-t

Share.

About Author

Pendukung Pemerintahan yang SAH! Muslim yang mendukung Ahok dan Jokowi. Warga Negara yang mencintai Negerinya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage