Rumah Sakit Jangan Sombong Sama Orang Susah!

Rumah Sakit Jangan Sombong Sama Orang Susah!

26


Rumah Sakit Jangan Sombong!!

Tadi malam mendidih darah mak sebagai ibu dan sebagai rakyat, liat di tv, Ibu Henny Silalahi dan Bang Birgaldo Sinaga mau coba disudutkan seakan2 mereka gak ngerti apa yg terjadi.

Di tengah acara tv itu bu Henny inbox emak, mak bilang, tegar, terus maju!!

Bayi Bu Henny, Debora itu meninggal karena tidak bisa bayar DP buat masuk PICU (UGD khusus anak). Gak dimasukin PICU, duitnya kurang!!

Mak bersaksi ya. Di RS swasta yang mak tau, kalau UGD memang langsung kita diterima, tapi begitu mau pindah, ataukah ke PICU ataukah mau rawat inap, betul, bahwa saya saat anak saya sakit bbrp minggu lalu, disuruh bayar dulu yg UGD nya lalu bayar DP rawat inap barulah dikasi kamar. Kalau gak ya setelah UGD nya gak ada kelanjutan. Setelah UGD kalo mau ke yang lain bayar dulu itu kuncinya.

Ibu Henny TIDAK bohong!!
Teserah mau diputerin gimana, tetap beliau sampaikan kebenaran.

Kita tetap dukung, memang kita semua orang kecil, tapi kita harus perjuangkan keadilan, agar jangan sampai terjadi korban2 yang lain lagi!!

Kedepankan nyawa orang dulu, 50-60% tagihan RS rata2 sekarang dr BPJS, tidak gratis, ini dibayar tagihan oleh pemerintah.
Pemerintah juga sebaiknya sidak dong ke setiap RS, bagaimana pelayanan pada padien BPJS. Kalo orang susah dimana2 ditolak nyari kesana sini biar diterima, sudah mati pulak kita, memangnya kita anak kucing kesana kesini dalam keadaan sakit.
Harus ada aturan nasional SOP penanganan pasien gawat darurat, kalo gak ngikut SOP yang ditetapkan pemerintah, Rumah Sakit siap dituntut.

Siapa lagi yang mau bela rakyat kecil. Sudahlah hidup susah, kalo sakit dibiarkan mati pulak, gak punya duit gak usah ditolong. Ini sampai mati anak orang dibuatnya.

Dalam keadaan darurat, hidup dan mati seharusnya ada aturan jelas.

Kita semua sebaiknya masuk BPJS.
Catat semua Rumah Sakit sekitar yang terima BPJS, yang tidak terima gak usahlah didatangi. Agak jauhan yang penting jelas.
Ini BPJS juga kalau emergency musti jelas gak perlu rujukan. Emergency only ya! Kalsu gak nanti pilek2 dikit bukan ke puskesmas semua ngantri di RS, yang benar-benar butuh malah gak terlayani.

Mak masuk BPJS, walau tidak ada niat mau pakai, tapi sebagai sesama rakyat mau bayar iuran untuk sesama yang membutuhkan. Ini subsidi silang, yang gak pake subdidi untuk yang membutuhkan.

Para staff Rumah Sakit mohonlah ber empati pada orang sakit, orang susah. Jangan mlengos aja mentang2 bajunya lusuh, pakai sendal jepit.

Pernah suatu waktu di Jakarta bertahun2 yang lalu di sebuah RS terkenal. ART mak pingsan di rumah, mak dan sepupu perempuan, langsung angkat bawa ke rumah sakit mobil bawa sendiri supir gak ada. Di depan gerbang, wah sigap ditolong langsung petugas naikan ke bed yang didorong itu, gak ditanya duit dan lain2, langsung masuk. Mak baru pertama mengalami nganter ke UGD. Mak salut dan bilang sama sepupu sambil nunggu, ini rumah sakit hebat, gak babibu langsung ditolong. Jawaban sepupu mak “Lah iya loe naik mercy segede gaban, langsung ditolong, coba loe naik motor, bari lusuh, disuru parkir dulu kali yang paling jauh, boboro ditolongin.”
Setelah ART sehat mak bawa pulang, rupanya ada gejala darah rendah katanya. Pas ambil obatnya mak dapet nomor antri, liat sekeliling yang dekat dengan pintu masuk, kliatan semua. Iya betul, banyak orang nunggu2 dengan muka memelas nunggu dilayani…. Numpuk di depan… Sepupu mak benar….
Itu tahun 2007, moga sekarang sudah berbeda…
Ternyata tidak, belum berbeda!!

Kedepankan kemanusiaan, semuanya harus kita pertanggung jawabkan di akhirat nanti. Jangan cemooh saudaramu yang tak mampu. Percayalah, mampu secara finansial itu adalah ujian, masih baikah kau pada saudaramu yang susah? Tuhan mencatatnya!!
Pihak Rumah Sakit, staff2 nya semua,
mohon berbelas kasih.

Rumah sakit jangan sombong dong!!

Share.

About Author

There is always funny side in things. Never say never Fb : ifani ifani Insta : ifani.ifani

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage