Benang Merah ‘Api’: Pilkada, Pemindahan Ibu Kota dan Pembakaran Sekolah

Benang Merah ‘Api’: Pilkada, Pemindahan Ibu Kota dan Pembakaran Sekolah

28

Ilustrasi

Semua bermula di tahun 2014, ketika ada pendukung cahok (calon hokage) yang menggugat seluruh rakyat Konoha karena dianggap tidak sah. Dalam orasi yang ada di depan gedung pembacaan putusan hakim, para pendukung memiliki inisial huruf AH mengajak pendukungnya untuk membakar kantor *** TV. Massa pendukung ‘manusia itu’ datang sebenarnya untuk memberi dukungan. Namun alih-alih ingin mendukung, mereka malah menghancurkan harga diri ‘manusia itu’.

“Kalau perlu, Senin besok kita serbu kantor *** TV kita bakar kantornya… Selama ini perjuangan kita selalu dibuat dalam berita yang miring di *** TV. Apa kalian siap menyerbu *** TV, kawan-kawan? ” ujar Akbar saat berorasi di atas mobil bak terbuka, dalam unjuk rasa di depan Gedung Hokage

Ucapan provokatif ini lantas membakar seluruh semangat para pendukung yang pada saat itu sedang gundah gulana, karena memang ‘manusia itu’ kalah nyahok (nyalon hokage), dengan suara yang tidak banyak. Bagaimana mungkin segelintir pendukung ‘manusia itu’ bisa-bisanya ingin mengubah suara seluruh rakyat Konoha ? Ini adalah hil yang mustahal.

Bakar membakar sepertinya menjadi sebuah tindakan yang sudah direncanakan secara terstruktur, sistematis dan masif. Dari tahun 2014, terlihat bagaimana orasi-orasi dari pendukung ‘manusia itu’ dan ‘manusia itu’ sendiri terlihat dan terkesan sangat membakar semangat. Mereka cerdas sekali menggunakan intonasi-intonasi dan kata-kata yang sangat bersemangat.

ilustrasi kebakaran

Pada akhirnya, manusia itu dan para pendukung anarkisnya harus bertekuk lutut di hadapan seluruh rakyat Konoha yang memenangkan seorang ninja bernama ‘Jiraiya’, raja kodok, sebagai panglima tertinggi di Konoha , sebesar 54 persen kalau saya tidak salah.

Waktu terus bergulir, dua tahun kemudian di tahun 2016, kedatangan manusia itu ke istana dijamu dengan menu ikan bakar. Menu makanan ikan bakar yang lezat, mungkin bisa menjadi kode-kode terselubung. Namun tidak perlu suudzon, memang menu ikan bakar itu sangat enak kok, ya wajar dong. Sudah-sudah tidak perlu berprasangka. Saya bukan ‘manusia itu’ yang sukanya bikin hoax. Saya hanya suka membuat para pembaca Seword berimajinasi seluas-luasnya.

Kejadian berikutnya ada di Pilkada desa Konoha yang dimenangkan oleh pasangan calon yang didukung oleh Saracen. Ingat, yang didukung loh ya, saya tidak bilang yang bayar ya. Di sini saya hanya mengatakan bahwa kalian didukung ya, jangan baper dulu dan jangan emosian. Jangan takut jangan kuatir, ini kentut bukannya petir.

Pilkada desa Konoha begitu luar biasa menyita perhatian, tenaga, dan amarah warga. Warga yang setiap seminggu sekali harus mendengar rumah-rumah ibadah yang membawakan kalimat-kalimat yang sangat provokatif.

Bahkan penganut agama tersebut bisa-bisanya diusir dari rumah ibadah tersebut hanya karena ia dianggap mendukung pemimpin kafir. Konoha berhasil ‘direbut’ dari tangan-tangan aseng, oleh 58 persen penduduk desa Konoha. Kenapa desa? Karena memang pemilih rata-rata ‘ndeso’.

Setelah desa Konoha berhasil ‘direbut’ dari tangan aseng, negara awan pun mewacanakan pemindahan ibu desa (maksudnya ibu kota) ke tempat lain. Lantas penolakan pun terjadi dan menimbulkan respons keras dari seorang dedengkot yang berhasil memenangkan Pilkada Desa Konoha. Salah satu dedengkot partai tersebut menunjukkan ketidaksetujuannya dengan hal ini.

Ya iya lah! Uda menang, uang ibu kota banyak, tapi kok malah dipindahin? Rugi bandar coy!

Tidak lama setelah itu ada 7 sekolah dasar ninja (SDN) yang dibakar di tempat yang siap dijadikan ibukota, oleh kader partai gurem tersebut. Pihak keamanan yang diwakilkan oleh Kakashi pun berkata bahwa hal ini murni motif ekonomi, bukan karena politik. Sementara memang itu saja yang dijelaskan, karena memang pihak Kakashi tidak menjelaskan secara rinci motif pembakaran sekolah dasar ninja tersebut.

Apakah kejadian-kejadian tersebut berhubungan atau tidak, saya tidak ingin berkomentar terlalu banyak. Karena begini. Jika saya katakan ‘ada kaitan’, nanti saya dibilang seperti agen Sarah Chen dan dianggap penyebar hoax seperti manusia berinisial JG. Namun jika saya katakan ‘tidak ada kaitan’, ya nggak juga kok, saya tidak mau bohong.

Disclaimer: Cerita di atas hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, kejadian, dan hubungan, ya itu memang saya sengaja. Hahaha.

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca Seword ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage