Makar, Makar Apa yang Halal?

Makar, Makar Apa yang Halal?

10

Kivlan Zein sang terduga makar. (bataranews.com)

Judulnya memang sengaja saya buat seperti di atas. Bahasa seperti itu biasanya menandakan ada humor yang akan dilempar ke pendengar, pembaca, pemirsa, dan sejenisnya. Saya yang mengalami zaman tebak-tebakan sampai ada bukunya tentu tahu gaya penulisan seperti judul di atas mengindikasikan tebak-tebakan, bukan membahas yang serius. Kalau isinya serius, untuk apa saya letakkan di kamar humor? Hahaha. Paragraf pengantar ini saya buat supaya tidak ada yang salah sangka. Nanti dikiranya Seword mendukung kegiatan makar ke pemerintah Jokowi, padahal makar ala Seword jelas berbeda.

Ya, kita mulai tulisan ini.

Makar itu tidak selalu jahat kawan. Perbuatan makar tidak selalu mengerikan untuk menggulingkan si anu atau si itu. Makar tidak hanya dilakukan untuk kepentingan politik semata. Banyak sekali makar yang kalau dilakukan bisa membawa hal positif, baik bagi kesehatan ataupun kehidupan. Jangan terlalu berpikiran buruk sama makar dong bapak ibu.

Kalau Anda wanita sejati, tentunya Anda harus melakukan makar untuk kecantikan. Makar yang ini tidak dengan cara ke gedung DPR minta diadakan sidang istimewa, apalagi teriak-teriak panas-panasan. Perbuatan seperti itu jelas merusak kulit dan rambut. Makar yang ini malah bisa dilakukan dengan datang ke salon, leyeh-leyeh di atas kursi salon sambil bergosip di Line dan Whatsapp. Makar yang ini namanya Makar-iso. Makar-iso sudah terkenal dengan produk perawatan rambutnya, bahkan mulai merambah perawatan kulit. Sudah kondang di kalangan pengusaha salon dan jasa kecantikan, sehingga kualitasnya terjamin. Jadi, ayo makar ibu-ibu, yang makar-iso ya!

Kalau kebetulan Anda sedang marah, Anda perlu makar. Makarnya tidak perlu ke tengah kota Jakarta, sekali lagi tidak perlu sampai membuat konspirasi politik yang ribet atau pergi demo. Sebagai orang yang awam politik dan lugu politik, Anda juga bisa melakukan tindakan makar. Anda bisa pulang ke rumah, duduk berdiskusi dengan ibu, kemudian mengajak ibu ke restoran India. Ketika memesan makanan, saatnya melakukan tindakan makar. “Ma, kari ayam, kan pesennya?” Katakan sambil merayu mama atau ibu Anda, sampai mama tercinta mau membeli kari ayam. Eh, saya lupa ada mie instan merek anu yang menyediakan rasa kari ayam. Ketika Anda ke supermarket, cukup tawarkan mama, “Ma, kari ayam kan mienya? Mau berapa bungkus? Aku mau beli 2 bungkus. Mama mau kan?”

Kalau Saudara ingin mencoba gaya hidup sehat tetapi tidak ingin tersiksa, tentu cara yang efektif adalah makar. Untuk melakukan makar ini, tidak perlu ke rumah makan mahal elit berkelas dan merencanakan bagaimana strategi mengalahkan petahana. Ya, bahkan tidak usah mengerti politik sedikitpun. Cukup datang ke warung terdekat dan bertanya, “Ada jual ikan sarden makar-el tidak?” Pulang ke rumah, langsung saja masak tanpa basa-basi. Begitu makar-el terhidang, wanginya semerbak ke mana-mana, mengundang orang yang sedang kenyang pun jadi ingin makan.

Masih kurang makan makar-el? Bisa sih datang jauh-jauh ke Bandung untuk makar. Lho kok malah makar ke Bandung sih, bukannya ibukota ada di Jakarta? Apakah karena pemberontakan yang terjadi di Gedung Sate bisa memengaruhi dunia juga? Untuk makar ala Seword yang ini tidak. Adik saya bahkan sempat berkelana Bandung demi bisa melakukan makar yang ini. Makar-oni kering hot super pedas, terakhir saya icip-icip rasanya lebih pedas dari fitnah kaum onoh dan sumbu pendek, karena sekali makan langsung keringatan, bagaikan mulut sedang kemasukan api kompor! Bagi yang tidak suka dengan yang membuat panas badan dan lidah, makar model begini juga bisa disajikan dalam bentuk panggang, tidak pedas. Apalagi kalau disajikannya bersama sosis yang ada Wagub Senang Menangis, ya makin maknyus!

Untuk pemuda-pemudi yang patah hati, perbuatan makar adalah tindakan yang bisa mendamaikan hati. Ketika sedang putus cinta, ketika sedang gagal menikah, ketika sedang gagal mendapatkan hal yang diimpikan, lakukan makar. Sekalipun para ahli mengatakan makar yang ini merusak lingkungan dan kesehatan, makar yang ini lumayan mendamaikan hati menurut saya. Silakan makar foto mantan kalau sedang sakit hati. Bukan mantan yang dimaksud Pakar Mantan, tetapi mantan pacar. Kata anak muda zaman sekarang, makar peninggalan mantan bisa membantu melupakan sakit hati lho, asalkan tidak makar barang-barang berharga, kan masih bisa dijual di toko online.

Ah, kalau makarnya selain foto, haram katanya! Tetapi ternyata hanya seasonal alias ritual kaum sebelah menyambut tahun baruan…. Berarti asal tidak ketahuan mereka, berarti makar jagung dan makar ikan halal!  https://seword.com/politik/jika-bakar-jagung-haram-mungkin-bakar-dr-h-karyono-ibnu-ahmad-halal-ya/

Untuk adik-adik yang ingin belajar, kegiatan makar adalah halal dan patut untuk dilakukan. Makar yang seperti ini dikejar mati-matian, mungkin sama saja dengan makar yang dilakukan kaum onoh. Makar yang seperti ini hanya dapat diperoleh dan dirangkul  dengan kerja keras dan cerdas. Belajar materi yang akan dilakukan untuk mendapatkan makar. Sekali makar itu berhasil dilakukan, kebanggaan luar biasa, menangis, berswafoto, bahkan sampai ada yang rela bersepeda dari Pati ke Depok. Makar-a Universitas Indonesia adalah suatu kebanggaan jika berhasil hadir dalam kehidupan, apalagi kalau sudah lulus. Orang yang merupakan civitas academica kampus ini selalu menyertakan makar-a dalam segala kegiatan kampus, dari akademis sampai nonakademis. Saya juga menyertakan makar jenis ini, karena makar yang ini sangat terhormat dan diakui sampai di luar negeri.

Ini lho namanya Makar-a UI, lambang UI yang selalu terlihat di mana-mana… termasuk tugas-tugas saya (upload.wikimedia.org)

Sudah, jangan marah kalau merasa tertipu! Apalagi golongan yang senang ada yang beropini makar legal, bahwa ternyata saya tidak suka dengan makar. Makar terlalu berbahaya bagi negeri ini, kecuali bagi enam macam makar yang saya sebutkan di atas. Seworders yang waras juga boleh menambahkan versi lain.

Sebagai penutup, dengarkan lagu ini dulu, yang sesuai dengan tanggal tulisan ini keluar. Sebelas Januari bertemu, menjalani kisah cinta ini. Naluri berkata engkaulah milikku. Selamat mendengarkan sekaligus mohon maaf atas salah dan dosanya, karena begitulah Seword, kura-kura!

Share.

About Author

Begitulah seword, cap kura-kura! www.misael.id dan instagram @saelz

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage