Mungkinkah Habib Rizieq sedang Memperpanjang Sumbu?

Mungkinkah Habib Rizieq sedang Memperpanjang Sumbu?

8


Kemangkiran Habib Rizieq yang berhulu ledak 212 dari panggilan polisi tengah jadi berita di mana-mana. Dari layar kaca 14′ atau lebih, hingga layar ponsel cerdas dengan kisaran ukuran 5′ saja. “Kok bisa-bisanya seorang Habib sekaliber Rizieq ini mangkir, ya?” benar-benar menjadi pertanyaan lebih dari tujuh juta penduduk bumi. Entah dari bumi datar entah dari bumi bundar, yang saat ini sedang merindu Om Bib kembali.

Semua penduduk bumi tentu tahu betapa beraninya sosok gempal sang pembela Islam ini tiap kali berorasi. Apalagi kalau sudah menggemakan takbir sembari pegang mikrofon berjumlah dua. Kak Emma dan Firza pasti segera mengikutinya. Tidak mungkinlah kalau Habib sang ahli takbir tiap memimpin aksi massa takut sama polisi.

Sungguh aneh, bila cuma dipanggil aja harus mangkir. Ini tentu memalukan bagi umat Islam. Sang pembela Islam kok tidak memberi contoh yang baik menjadi warga negara yang taat hukum. Apa nanti kata Majelis Ulama Indonesia? Bisa-bisa status sebagai imam besar umat Islam diturunkan jadi penanam pisang di sekitar kandang kambing berjenggot. Gara-gara tidak taat hukum.

Sangat tidak level dibanding dengan Pak Ahok yang dicap kafir. “Kafir-kafir gitu, Pak Ahok taat hukum Bib…”, gumamku. Sangat pantas kiranya bila Habib sang pembela Islam ini malu sama orang kafir termasuk Firza yang non-kafir dan sudah resmi tersangka.

Dalam konteks demikian, dapat dipahami bila sang pengacaranya pun membela Sang Habib dengan semangat empat lima. Inilah kata Kapitra dalam konferensi pers di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5) seperti diberitakan republika.co.id.

“Ada tangan-tangan yang mendemoralisasi Habib Rizieq. Ada kepentingan lain untuk membunuh karakter sehingga yang ingin dicapai adalah hilangnya kepercayaan umat kepada beliau”

Masih menurut republika.co.id, Kapitra juga membeberkan alasan Habib Rizieq dikait-kaitkan dalam kasusnya. Habib Rizieq adalah tokoh sentral dalam aksi-aksi Islam, selain dianggap turut andil dalam kekalahan ahok dan mendukung Ahok untuk diadili.

Atas dasar itu harap dimaklumi ketika Habib Rizieq tidak datang memenuhi panggilan polisi. Alasannya jelas karena hal itu bukan penegakan hukum, tetapi akan dilimpahkan ke dalam turbulensi moralitas.

Siapa tidak prihatin ketika ada upaya mendemoralisasi imam besar umat Islam. Pak SBY bisa-bisa juga turut prihatin. Sebagai wujud keprihatinan layak digagas aksi gelar tujuh juta pisang besar-besar sebagai upaya memulihkan kepercayaan umat kepada Habib Rizieq ini. Biar buku rekor terus menuliskan aksi-aksi spektakuler berbagai kota di Indonesia.

Seolah tidak mau kalah dengan Kapitra, pengacara lainnya, Sugito Atmo Prawiro pun mengatakan bahwa kliennya tidak akan kembali ke Indonesia untuk memenuhi panggilan pemeriksaan polisi dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga antara Rizieq dan Firza Husein sebagaimana dilansir kompas.com

Dengan cara sangat standar, Sugito menganggap kasus Rizieq beraroma politis. Dan, inilah pendapat Sugito dalam rangka melindungi imam besar umat Islam.

“Sebelum hukum tegak untuk adil kepada semuanya, tidak tegak untuk kepentingan kekuasaan. Habib (Rizieq) mempertimbangkan untuk tidak akan pulang dulu ke Indonesia … Habib bisa saja belum pulang sampai Jokowi tidak lagi jadi presiden,” ujar Sugito saat dihubungi kompas.com, Rabu (17/5/2017).

Pendapat di atas tentu menarik untuk ditelisik. Berarti selama ini hukum di Indonesia belum tegak dan adil? Termasuk hukuman yang diterima Pak Ahok tidak adil, bukan? Uniknya, Pak Ahok menerima keputusan hakim sekalipun diikuti aksi seribu lilin di berbagai kota di dunia. Aksi yang mengingatkan supaya lembaga peradilan tidak mati rasa dan jiwa keadilannya. Nah, mengapa Sugito tidak mendorong sang pembela Islam ini supaya taat hukum demi martabat Islam di dunia internasional?

Kalau memang putusan untuk Rizieq nanti dipandang tidak adil, kan bisa diikuti gelar aksi tujuh juta pisang? Supaya putusan hakim tegak, boleh kok dipilih tujuh juta pisang yang tegak dan lurus sebagai gelaran aksi simpati untuk Rizieq. Kiranya para pengacara bisa membujuk Rizieq supaya cepat pulang. Mumpung Pak Jokowi masih menjadi Presiden.

Atau -dan ini bisa jadi- Sang Pembela Islam ke luar negeri, termasuk melakukan umroh sebagai hal yang membanggakan, punya niat memperpanjang sumbunya? Seluruh penduduk bumi datar dan bundar layak berharap setelah sumbunya jadi panjang Si Rizieq segera pulang. Alangkah indahnya Islam di Indonesia ketika dibela orang-orang bersumbu panjang.

Share.

About Author

sang pecinta motor berhijab yang berasap

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage