Rizieq dan Ahok adalah Manusia Super Tangguh

Rizieq dan Ahok adalah Manusia Super Tangguh

27

Habib Rizieq Shihab adalah ulama bagi mereka dan “sebagian” dari kita. Kata mereka: “Ulama tidak boleh dikriminalisasi”. Saya tidak berhak mengkritik Habib Rizieq karena saya adalah manusia awam (baca:Bodoh) yang suka-senang menghormati dan mengagungkan para ulama. Dan dalam dunia santri, kita kudu sami’na wa atha’na (patuh dan sendiko dawuh). Habib Rizieq adalah manusia super duper kuat ditengah badai mengahalang dan rintangan yang selalu menggadang. wkwkwkwkwk.

Media online dan cetak selalu memburu dan membidik Habib Rizieq Shihab. Mengapa mereka selalu seperti itu? Bukankah itu mengganggu kebebasan Habib Rizieq Shihab? Itulah kata pendukung Habib Rizieq Shihab yang didengung-dengungkan sebagai ulama di Jakarta.

Saya tidak tahu-menahu tentang urusan ini. Saya hanya anak kecil yang “masih ingusan” dan baru lahir kemarin dari rahim Bumi Pertiwi. Saya tidak mau ikut campur urusan orang-orang besar.wkwkwkwkwk.

Mereka “yang lain” selalu membidik habib Rizieq adalah karena ingin mengkriminalisasi ulama, kata mereka “yang lain juga”. Dan saya tidak setuju apabila ulama  dikriminalisasi. Itulah ajaran yang diajarkan para pengikut Habib Rizieq yang setia. Mereka “yang lain” membidik dan memburu Habib Rizieq karena alasan lain. Saya tidak tahu dan tidak mau tahu serta tidak ingin diberi tahu karena saya hanya anak ingusan yang baru lahir kemarin. Urusan saya hanya bermain kata-kata.

Saya tidak mau membenci negara. Saya tidak mau membenci orang-orang baik. Saya tidak mau membenci DPR. Tapi entah kenapa tingkah laku anggota dan pimpinan DPR selalu lucu. Saya sering merasa rada “geli” melihat tingkah laku pimpinan DPR seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Setya Novanto.

Saya selalu “ngakak” melihat anggota DPR atau siapapun yang terseret kasus korupsi namun masih “senyam-senyum” di hadapan publik. Mereka seringkali membuat marah para preman di pasar-pasar yang sering mengeluh karena uang yang mereka palak lebih sedikit dari uang yang dikorupsi oleh para koruptor. Kasihanilah para preman itu, wkwkwkwk.

Saya tidak mau berkhianat kepada negara. Saya sudah bersumpah atas nama NKRI untuk mengabdi demi kemajuan bangsa dan negara ini. Itulah “kata mereka” yang pada akhirnya tertangkap kasus korupsi. Dan lagi-lagi itu adalah sesuatu yang “menggelikan” bagi kita. Hal itu membuat perut kita ingin muntah darah.

Kegalauan dan kegelisahan adalah sumber atau bahan menulis. Itulah kata Guru saya dalam dunia jurnalis saat acara pelatihan dasar jurnalistik (LDJ). Malam ini kegalauan menyelimuti hatiku. Hatiku pilu dan syahdu, wkwkkwkwk. Hati saya ingin meraih cahaya malam jumuat yang “katanya” begitu keramat.

Saya ingin munajat. Agar hidup saya menjadi sehat, nikmat dan tidak sesat. Harus saya akui saya begitu mengakui kekaguman pribadi pak Jokowi yang selalu meginspirasi. Kayaknya saya melihat pak Jokowi tidak begitu “tertarik” atau “terdorong”  dengan kasus yang bertebaran di dunia online terutama pertarungan medsos yang tiada henti-hentinya. Pak Jokowi sibuk dengan urusannya sebagai presiden dan terus memikirkan kemajuan bangsa dan negara.

Saya juga memutuskan untuk “sibuk” dengan urusan saya pribadi. Saya masih pelajar. Tugas saya hanya belajar. Itu kata orang tua dan guru saya. Saya tidak mau terjebak, tertarik, atau terdorong dalam dunia-kasus Ahok, Habib Rizieq, dan “Tante” Firza yang cantik dan salehah. Bagi saya mereka adalah cinta segitiga bagi media massa yang tidak boleh luput dari pegiat isu-isu yang hot marko hot. Saya tidak pernah berjumpa dengan Ahok, Habib Rizieq, dan tante firza kecuali hanya lewat TV. Dan melihat melaui TV itu tidaklah terlalu bergairah, wkwkwkwkwk.

Jujur saja, saya masih “buta” mengenai isu hot yang menyandung kasus Firza, Habib Rizieq Shihab, dan tante Firza. Karena saya tidak mudah percaya saat membaca sebuah berita. Karena guru saya berpesan, “berhati-hatilah dalam membaca informasi. Tidak ada media yang netral. Semua mesti punya kecenderungan,”.  oleh karena itu saya selalu enjoy-enjoy saja. Tak perlu nge share berita hoax, wkwkwkwk.

Intinya pada tulisan saya ini adalah saya ingin berdamai dengan kedamaian yang ada di dalam lubuk hati saya yang terdalam.  Saya tidak ingin terjebak dalam kasus Firza, atau pun Ahok, dan Habib Rizieq. Ketiganya adalah tokoh yang begitu seksi di mata paparazzi, pegiat hoax, dan orang-orang yang lupa pada urusannya sendiri untuk mengenal dirinya sendiri.

Nah, apa yang kalian temukan dari tulisan saya ini? Yuk jadi generasi yang sadar akan posisi diri sendiri. Jima kita tahu posisi diri kita sendiri tentu kita tidak akan menambah ruwet masalah negeri ini.

Boleh bergerak dan bersuara lantang. Akan tetapi terkadang menjadi diri sendiri itu lebih lantang dan terkesan bergerak ketimbang suka campur tangan yang membuat bangsa ini akan suka pada perang.

Semoga pembaca terhibur dan terinspirasi dari catatan malam yang saya tumpahkan dalam ocehan ini. Terima kasih sudah membaca.

Happy Friday to Bliss Everyday.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage