Saya Kagumi Jonru, Ia Bagaikan Mutiara Terpendam, Glek!

Saya Kagumi Jonru, Ia Bagaikan Mutiara Terpendam, Glek!

49

Saya sebetulnya mengagumi sosok satu ini. Dia lucu, menggelikkan, tapi kadang perlu dikasihani. Namanya Jonru. Menurut dirinya sendiri dia adalah penulis berkelas. Entah kelas berapa tepatnya. Tapi ada juga yang meragukan, apakah ia masuk jajaran kelas teri yang akan segera menanjak ke kelas kakap, atau penulis kelas nyamuk tuwir.

Kenapa saya sampai kagum (hampir tergila-gila)? Karena ia memang pantas dikagumi dan digilai (dibikin gila). Mulutnya tidak ada duanya. Isi otaknya juga tentu tidak ada duanya. Sangat orisinal. Dialah pembenci sejati Jokowi, Presiden kecintaan saya. Saya kagum karena kengototan dan kegetolannya untuk terus membenci Jokowi, mungkin sampai kiamat tiba, kelak.

Itu yang bikin kagum. Luaaaar biasa rasa kagum saya. Manusia ini meskipun nggak pintar, tetapi selalu mau sok pintar. Banyak yang membully, tetapi ia tetap membusungkan dada seakan-akan tidak terjadi apa-apa, bahkan ngotot sengotot-ngototnya terhadap sesuatu yang nggak jelas sekalipun. Hari ini saya nggak mau membully Jonru, nggak ada untungnya. Sama sekali nggak ada. Saya hanya ingin ‘berdendang’ padanya.

Saya salah satu ‘fans’ akutnya Jonru soalnya. Perkataannya selalu saya tunggu. Analisa papan atasnya selalu saya tunggu. Petuah-petuah dan kata-kata ajaibnya selalu saya pantengin, tunggu sampai larut malam. Luar biasa orang ini. Tong sampah saya sampai penuh, kehabisan ruang kosong.

Hanya saja, kekaguman saya mulai meluntur. Mungkin karena rasa kagum itu saya bungkus pakai rinso anti noda. Rupanya busa rinso telah melunturkan rasa kagum saya menyisahkan rasa jijik dan muak, mungkin sedikit rasa marah juga.Tidak ada kekaguman lagi yang tersisa, secuil pun.

Lho kenapa? Jelas saya agak mulai marah dan kecewa nih. Nggak pake banget sih, tetapi lumayan marah lah. Mana bisa manusia langka ini menghina Presiden yang saya pilih, Jokowi. Terus menerus. Sudah berulang kali. Ia sebar fitnah mungkin sudah jutaan kali, termasuk cerita macam-macam tentang Jokowi.

Ia sebar hoax tentang foto Jokowi dengan latar belakang pemandangan alam yang indah. Katanya editan. Minta ditempeleng kali Jonru ini ya? Dia cerita macem-macem tentang ibundanya Jokowi. Pokoknya seabrek deh.

Lalu belum lama ini, dia juga ngata-ngatai Presiden Jokowi bikin malu Indonesia. Katanya itu karena Indonesia punya Presiden yang nggak bisa bahasa Inggris. Eh, Jon, justru bangsa Indonesia yang malu punya warga negara kayak ente. Tukang fitnah, tukang sebar hoax. Begitu ada indikasi mau dipolisikan, eh cepat-cepat minta maaf. Pengecut.

Sekarang dendangan saya untuk ente Jonru……

Saya kasih saran dan masukan buat ente yah. Itupun apabila ente emang bener-bener jagoan, paling nggak lebih jago dari botol saos ABC. Yuk ikutin saran saya ya. Ini fase uji coba. Di deket rumah ente kan pasti ada supermarket atau mini market tuh ya. Nah, coba ente sekali-kali main ke sono dan beli botol saos ABC, jangan yang plastik ya, pilih yang ada botol kacanya.

Habis itu ente cepet-cepet pulang rumah (jangan lupa mbayar dulu di kasir tentunya, dilarang ngutang). Sesampainya di rumah ente cari cermin yang agak besar, sesuaikan dengan bentuk tubuh ente lah, lalu tatap kepala ente dengan penuh kasih di cermin tersebut. Setelah puas natap, lalu coba ente getok kepala itu keras-keras pakai botol ABC yang sudah ente beli dan bayar lunas tadi. Lihat apa yang terjadi?

Ada dua kemungkinan. Pertama, kalau ente memang lebih jago dari botol itu maka botol itu yang akan pecah sementara kepala ente aman-aman saja. Tetapi, kemungkinan kedua, seandainya kepala ente yang pecah atau luka berdarah, berarti botol itu lebih jago dari ente, Jon. Sederhananya, kepala itu kosong nggak ada isinya.

Bagaimana kalau sama-sama pecah, botol dan kepala ente? ya kedudukan imbang. Ente dan itu botol berarti sama jagonya. Kalau di catur disebut remis atau draw.

Apabila sudah ente lakukan, saya, dan jutaan warga Indonesia tentu sangat ingin tau, siapa lebih jago. Kepala si Jonru, atau botol saos ABC. Penasaran banget nih. Saya nggak sanggup membendung rasa penasaran dalam diri ini. Jadi tolong ente segera laporin hasilnya yah ke kita-kita.

Ente suka banget hina-hina itu Presiden pilihan saya, apa sebenarnya yang ente cari? Nyebar hoax dan fitnah kiri kanan. Ngeyel tingkat dewa. Dari dulu saya sih sudah curiga ente itu ngidep penyakit yang nggak semua orang tau. Penyakit itu rupanya yang kemungkinan telah secara perlahan namun pasti menggerogoti perasaan dalam diri ente. Cobalah tuk segera berobat.

Penyakit iri hati, dengki, dan suka mendendam itu memang bahaya kalau dipelihara, Jon. Serius. Bukannya saya nakut-nakuti lho, tetapi emang bahaya banget penyakit itu. Jangan ke dukun loh berobatnya, lebih aman ke psikiater atau psikolog terdekat.

Saya hanya bisa bantu dikit mengenai cara meringankan serangan penyakit tersebut, Jon. Antara lain dengan cara-cara ini:

Tidak Banyak Bicara. Kurangi banyak bicara dan jangan terlalu banyak menghayal yang nggak-nggak. Terlalu banyak bicara dapat membuat hati kita menjadi keras. Berbicaralah yang tidak penting secukupnya dan hindarilah menjadi orang yang omong besar alias omdo (pembual).

Tetapi kalau agak banyak bicara dalam kebaikan ya tentu boleh-boleh saja dong ya, bahkan dianjurkan, seperti misalnya untuk mengajar hal yang baik-baik, memotivasi orang, melawan hoax bukannya malah menyebarkan hoax, serta semua kata-kata positif lainnya.

Menjaga Emosi dan Nafsu. Emosi dapat membuat idup ini menjadi tidak tenang. Oleh karena itu ente sebaiknya selalu menjaga emosi serta nafsu berlebihan agar tidak menjurus ke penyakit hati. Beberapa contoh nafsu yang harus ente tundukkan antara lain seperti nafsu nyebar hoax dan fitnah,  nafsu makan berlebihan, nafsu jabatan dan cari popularitas, nafsu marah, dan lain-lain.

Selalu Mengingat Bahwa Tuhan itu Ada, dan Ente Bukanlah Tuhan. Ada beberapa cara untuk dapat selalu mengingat Allah itu ada dan berkuasa. Umpamanya dengan rajin sholat baik sholat wajib lima waktu, sholat tahajud, sholat dhuha, sholat malam, dan lain-lain. Rajin berdoa siang dan malam. Membaca firman, dan bergaul dengan orang baik-baik, maka niscaya ente dapat menghindarkan diri dari penyakit hati, iri, dengki, dendaman.

Lalu ente ingat pula bahwa Tuhan itu bukan diri ente, jadi jangan gampang mengkafirkan orang lalu bilang orang itu masuk neraka kayak sorga punya ente sementara neraka milik orang lain. Ke laut saja ente kalau itu yang ada dalam ontak ente (kalau pun masih ada otak itu, saya ragu isinya apa).

Itu saja dulu saran dan masukan dari saya. Kalau kebanyakan ntar ente bingung lagi. Cari tau sendiri aja obat mana yang kira-kira manjur bin mujarab buat ente. Semoga lekas sembuh. Pakai tiga kali sehari, sebelum dan sesudah makan. Takaran secukupnya saja, karena apapun yang berlebihan sangat tidak baik buat kesehatan.

Waduh, jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam, bahkan sudah memasuki hari yang baru, hari Senin, beberapa menit yang lalu. Saya sudah mau bobok nih Jon, permisi ya. Saya pamit dulu undur diri, semoga ente menjadi orang yang lebih baik dan lebih bijak lagi di hari-hari ke depan.

Sebetulnya ente itu bagaikan mutiara yang terpendam loh Jon, dasarnya baek, cuman emang mutiara itu masih terpendam dalam lumpur yang hitam legam penuh gelaga sih. Gelaga lumpur hitam legam itu masih membungkus hati seorang Jonru. Saya masih yakin hati manusia masih bisa diubahkan. Kalau tetap nggak berubah…..? Ya terserah ente lah. Mau jadi batu penjuru atau batu sandungan.

Ah, sudalah, ntar nggak jadi bobok lagi sayanya. Mana kawan di sebelah nyengar-nyengir aja kerjaannya, cuman baca sepotong eeeh udah nyeletuk keras-keras dianya, “Bro, kok nulisnya kayak gitu, emang keledai siapa yang lepas…?”

Ya ampun….bro….bro…. Mana kutehe!

Tanya kura-kura!

Share.

About Author

Creative Writer // Trainer // Motivator. Lives in Jakarta. Motto: Writing is Breathing.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage