Tips Mencoblos yang Aman dan Tanpa Tekanan, Dijamin Gak Pake Lama

Tips Mencoblos yang Aman dan Tanpa Tekanan, Dijamin Gak Pake Lama

12

Belajar dari putaran pertama lalu banyak orang yang tidak mendapat hak pilihnya. Banyak alasan dibuat oleh pihak penyelenggara dan petugas di lapangan. Mulai dari tidak punya C6, padahal C6 bukan syarat untuk mencoblos. Sampai kepada habisnya kertas suara, padahal penyelenggara sudah melebihkan dari jumlah DPT.

Apalagi akan ada “tamasya al-maidah” dari orang-orang luar Jakarta. Katanya mau tamasya tapi kok mengamankan TPS. Baru kali ini, sepanjang sejarah Pilkada di negeri ini, TPS dijadikan tempat wisata. Entah apa menariknya TPS bagi mereka.

Meskipun tiap TPS akan dijaga oleh 1 anggota TNI, 1 anggota Polisi dan 1 anggota Satpol PP, tapi itu bukan berarti semua akan kondusif 100 persen. Mereka pasti sudah membuat plan b, c, d, bahkan z untuk “mengkadali” aparat.

Malah katanya, baru katanya yah. Ada modus baru yang entah plan keberapa ini. Modusnya gini, mereka akan pura-pura salah pilih, lalu minta kertas suara baru. Atau tiba-tiba mereka mau mengganti pilihannya. Tujuannya adalah untuk menghabiskan kertas suara.

Nah… Menghadapi situasi yang serba “maju kena, mundur kena” gini, saya hendak berbagi tips jitu agar bisa mencoblos dengan aman dan tanpa tekanan. Pokoknya pulang jari dijamin telah tercelup tinda biru.

Pertama. Hindari pemakaian atribut kemeja kotak-kotak. Ini sangat penting. Karena 100 meter belum sampai di TPS anda sudah ditarget. Banyak plan yang akan mereka gunakan supaya anda tidak bisa mencoblos. Untuk itu hindarilah memakai kemeja kotak-kotak. Kalau perlu pakailah kemeja putih. Kalau perlu lagi, pakai peci. Kalau perlu lagi, pada bagian dahi anda kerok biar ada tanda gosong-gosongnya.

Kedua. Jika anda belum mendapatkan C6 dari RT, maka pergi saja ke TPS. Gak usah capek-capek debat. Karena bumi pun pasrah disimpulkan datar oleh mereka. Lebih baik, anda yang sudah berkemejakan putih, bilang ke petugas. “Makasih sembakonya (sembako beli di pasar) kemarin. Saya belum dapat C6 nih, mau pilih nomor 3.”

Ingat yah, mau pilih nomor 3. Jangan bilang mau nyoblos nomor 3. Jangan bohong, karena namanya bohong tetap saja dosa. Kalau bilang mau pilih nomor 3, kan baru mau. Pas di bilik suara, coblos saja sesukanya. Karena di bilik suara bukan buat milih, tapi buat nyoblos.

Ketiga. Kalau mata anda agak-agak sipit dan belum dapat C6. Coba mendekat ke para turis al-maidah. Ceritakan saja kalau anda tidak suka Ahok. Bilang anda tidak suka Ahok, karena Ahok keras (kepala). Ya memang benar Ahok orangnya keras (kepala). Bilang lagi, kasihan bawahannya. Ya kadang kasihan juga, memang benar kan?

Lalu bilang ke mereka, sepertinya Anies contoh pemimpin yang pas, karena santun. Pasti enak bawahannya nanti. Terus tanya ke mereka, bagaimana saya sebagai orang cina mau pilih Anies, boleh gak? Masa kafir mau memilih pemimpin muslim? Ingat ada kata “mau”nya. Biar gak bohong. Bohong dosa.

Para turis al-maidah, melihat kafir cina yang mau pilih Anies tentu mereka akan menganggap itu sebagai “hidayah”. Hidayah yang merupakan penjelmaan karomah dari tamasya al-maidah. Sebentar lagi anda pasti diantar ke panitia penyelenggara. Dikasih kode-kode bahwa anda aman.

Keempat. Jangan sekali-kali berkumpul dan membicarakan Ahok-Djarot. Apalagi anda bermata sipit dan berkumpul di kalangan bermata sipit. Ini bahaya. Membaurlah. Bicarakan soal rumah murah Anies. Katakan, ide itu sangat brilian. Ya memang sangat brilian, karena mustahil untuk dijalankan.

Kalau perlu, turis al-maidah diajak ngobrol juga. Angkat mereka setinggi-tingginya. Bilang ke mereka, saya salut dengan saudara, jauh-jauh datang untuk berjihad. Kalau ada rokok kasih saja, kalau perlu belikan minuman dingin. Kasihan, belum tentu mereka difasilitasi. Pengalaman biasanya kayak gitu.

Para turis ini biasanya yang suka main kode-kodean sama petugas. Jadi, kalau anda belum dapat C6 atau ada masalah dengan C6 anda, jangan malu-malu berbasa-basi dengan mereka. Mereka sebenarnya baik, kepada orang yang sudah dipastikan pendukung nomor 3.

Mereka kan pendatang, jadi gak tahu juga siapa yang dukung nomor 2 siapa yang dukung nomor 3. Jadi, berbaur saja. Bikin pusing mereka untuk mendeteksi mana yang akan coblos nomor 2, mana yang akan coblos nomor 3.

Kelima. Ini agak ekstrim. Untuk menghindari habisnya kertas suara. Datang pagi-pagi ke TPS. Kalau perlu habis subuh, mandi, sarapan langsung ke TPS. Bawa perbekalan yang cukup, bawa tiker kalau perlu, anggap saja piknik. Masa kalah sama para turis al-maidah. Mereka saja piknik ke TPS, anda juga bisa piknik pagi-pagi ke TPS.

Untuk hari ini saja. Jadilah pemilih yang cerdas. Kuncinya jangan bohong. Karena bohong itu dosa. Tips ini gak mutlak harus diikuti. Cuma sebatas cara bahwa gak perlu ngotot adu otot dengan mereka. Santai saja. Toh kalau tips ini gagal, ya tinggal lapor ke anggota TNI, Polri atau Satpol PP. hahaha..

Share.

About Author

~cuma buih yang hendak berbagi secuil makna~

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage