Akhirnya SBY Kesampaian ke Vatikan, Dipandu Pastor Asal Flores: Ini Catatan Presiden Indonesia Di Masa Kepemimpinannya yang Mengunjungi Vatikan

Akhirnya SBY Kesampaian ke Vatikan, Dipandu Pastor Asal Flores: Ini Catatan Presiden Indonesia Di Masa Kepemimpinannya yang Mengunjungi Vatikan

4

SBY dan keluarga berpose dengan P. Markus Solo SVD di halaman St. Petrus (Foto: seword.com)

Akhirnya SBY Kesampaian ke Vatikan, Dipandu Pastor Asal Flores: Ini Catatan Presiden Indonesia Di Masa Kepemimpinannya yang Mengunjungi Vatikan! – Status Facebook milik Pastor Markus Solo SVD, misionaris asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur menyentuh perasaan sebagai bangsa Indonesia. Dalam status tersebut diuraikan secara gamblang keakraban SBY dan rombongan dengan misionaris ini. Diselingi guyon dan canda baik oleh SBY maupun ibu Ani Yudoyono. Mengharukan!

Meskipun kunjungan SBY telat karena tidak pada masa aktif sebagai presiden, jauh lebih daripada tidak sama sekali.  Padahal presiden-presiden terdahulu bolak balik ke Vatikan. Ada yang tiga kali, dua kali dan sekali. Paling tidak mereka pernah ke Vatikan semasa kepemimpinannya sebagai presiden Republik Indonesia.

Berikut daftar presiden Indonesia yang baik yang pernah maupun yang belum pernah mengunjungi Vatikan, yakni :

1. Soekarno, proklamator dan presiden pertama Indonesia

Ir. Soekarno (Sumber: soekarnonkri.blogspot.co.id)

Soekarno adalah presiden Republik Indonesia yang paling banyak melakukan kunjungan ke Vatikan. Kunjungan Soekarno yang pertama pada tanggal 13 Juni 1956. Pada saat itu pimpinan Gereja Katolik sedunia adalah Paus Pius XII. Paus Pius bangga karena didatangi seorang pemimpin sebuah negeri muslim.

Tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 14 Mei 1959, Ir. Soekarno kembali mengunjungi Vatikan ketika itu Kepausan berada dibawah pimpinan Paus Johannes XXIII.

Ir. Soekarno kembali mengunjungi Vatikan untuk ke-3 kalinya, yakni tepatnya tanggal 12 Oktober 1964. Kedatangan Soekarno disambut baik oleh Paus Paulus VI.

2. Soeharto, presiden RI ke-2

Soeharto (Sumber: http://www.mirifica.net)

Paus Paulus VI mengunjungi Indonesia pada tanggal 3-4 Desember 1970. Kala itu Indonesia dipimpin oleh   Soeharto.  Kunjungan Paus Paulus VI dicatat sebagai sejarah bangsa Indonesia dan Gereja Katolik Indonesia karena mendapat kunjungan Paus untuk pertama kalinya.

Kedatangan Paus Paulus VI mendapat sambutan hangat dari Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien Soeharto.  Presiden Soeharto mendapat cindera mata foto Paus Paulus VI dalam bingkai khusus yang ditandatanganinya sendiri. Ibu Tien menerima medali Vatikan dalam kotak beludru berwarna biru.

Sabtu, 25 November 1975, Presiden Soeharto melakukan kunjungan balasan ke Vatikan. Soeharto didampingi ibu Tien Soeharto disambut oleh Paus Paulus VI.

Pada sambutannya, di Sala Clementina, Paus Paulus VI mengungkapkan kunjungan Presiden Soeharto  mewakili rakyat dan bangsa Indonesia.

“…presentante di un popolo a noi carissimo, com’è quello dell’Indonesia” (mewakili rakyat yang bagi kami begitu kami cintai, seperti rakyat Indonesia ini)…”

Presiden Soeharto kembali ke Roma pada bulan November 1985. Kedatangannya dalam rangka penerimaan penghargaan dari FAO  untuk keberhasilan dalam ketahanan pangan dan swasembada beras dimana markas besar FAO nerada  di Roma.

Tapi pada kesempatan itu, Pak Harto tidak sempat “mampir” ke Vatikan, sementara itu pada waktu itu Vatikan telah memiliki Paus baru, Paus Yohanes Paulus II. Muncul kuat dugaan, situasi Timor-Timur sedang panas-panas dan Gereja Katolik Timor-Timur dalam kendali Vatikan.

Namun demikian,  bulan Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II melakukan kunjungan ke Indoensia atas undangan Presiden Soeharto.  Selama di Indonesia, Paus Johannes Paulus II melakukan kunjungan secara maraton dari Jakarta, Yogyakarta, Maumere, Medan dan Dili.

3. Gus Dur atau Abdurrahman Wahid, presiden RI ke-4

Gus Dur (Sumber: http://24hoursworship.com)

Kunjungan Gus Dur ke Vatikan merupakan kunjungan bersejarah karena memecahkan “kebekuan” tradisi kunjungan Presiden Indonesia ke Vatikan setelah 28 tahun lowong. Presiden Soeharto adalah presiden yang terakhir ke Vatikan pada tahun 1972.

Kunjungan Gus Dur bertepatan dengan kecaman dunia lantaran peristiwa “bumi hangus Dili” pasca referendum. Bersamaan itu pula, Gereja Katolik merayakan Tahun Suci, Tahun 2000, Millenium ke-2 kelahiran Yesus.

Gus Dur didampingi oleh seluruh rombongan Menteri Kabinetnya pada saat kondisi Paus Yohanes Paulus II yang semakin menurun.  Pada kunjungan itu, Gus Dur mengutamakan menghadap Paus  daripada ketemu PM Italia Massimo D’Alema dan petinggi negara Italia lainnya.

Rombongan Gus Dur tiba  di Vatikan pada hari Sabtu, 5 April 2000 jam 9 pagi. Gus Dur datang dituntun puterinya Yenny Wahid dan didampingi Ibu Negara Shinta Nuriyah yang duduk di atas kursi roda dan memakai kebaya putih.

Paus Yohanes Paulus II menyambut Gus Dur di ruang kerjanya dengan hangat. “Selamat Datang, Selamat Datang”, kata Paus dalam bahasa Indonesia sembari mengingat kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1989.

4. Megawati Soekarnowatiputri, presiden RI ke-5

Megawati Soekarnoputri (Sumber: www.24hoursworship.com)

Di sela-sela  Konferensi Tingkat Tinggi Pangan Sedunia di Markas Besar Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa (FAO), Presiden Megawati menyempatkan diri bertemu  Paus Yohanes Paulus II di Vatikan, Senin (10/6/2002).

Megawati disambut oleh Paus Johannes Paulus II. Pertemuan berlangsung  sekitar 15 menit di ruang belajar Paus. Kesan yang timbul dari pertemuan ini, kedua tokoh tampak akrab.   Di akhir pertemuan, kedua tokoh ini saling menukarkan cendra mata. Megawati menyerahkan lukisan Gereja Katedral Jakarta, sementara Paus membalas dengan memberikan cendramata kepada Paus.

5. J. Habibie, presiden RI ke-3

Suharto lengser Mei 1998, tampuk kekuasaan diambil-alih B.J. Habibie, wakil presien pada waktu itu. Presiden Habibie langsung berhadapan situasi krisis bangsa dan negara yang sulit seperti  krisis moneter, krisis ekonomi, tuntutan reformasi serta referendum Timor Timur. Habibie praktis tidak dapat melakukan kunjungan keluar negeri, selain menghadiri KTT ASEAN, praktis Habibie tidak bisa banyak mengadakan kunjungan ke luar negeri. Sementara itu masa pemerintahan Habibie hanya 17 bulan.

6. Susilo Bambang Yudoyono, Presiden RI ke-6

Meskipun menjabat sebagai presiden selama dua periode (10 tahun), tak satu kesempatan SBY mengunjungi Vatikan.

Ironis memang. Di sisi lain, bulan Mei 2013, ia menerima penganugerahan negarawan dunia 2013 atau World Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation (ACF) – organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan, yang berbasis di New York. Penghargaan diberikan bertepatan dengan kunjungan Presiden ke AS pada penghujung Mei 2013. Padahal, Vatikan selalu menjadi kiblat atau penjembatan toleransi lintas agama.

Lebih ironis lagi, kunjungan SBY ke Vatikan dalam konteks “wisata” bukan kunjungan kenegaraan. Pertanyaannya, selama 10 tahun memimpin negeri, SBY kemana saja?

Demikian catatan kunjungan para pemimpin bangsa kita. Ada presiden yang berkali-kali, ada yang sekali bahkan ada yang tidak sekali. Ada pula yang pergi usai menjabat sebagai presiden negeri ini. Penulis belum masukan Jokowi dalam pembahasan ini. Melihat kiprahnya membangun hubungan diplomatik dengan negara asing, bukan tak mungkin Jokowi akan bertandang ke Vatikan. Waktu jua yang akan membuktikannya!

Baca juga:

Jika ingin membaca tulisan saya yang lain, klik atau temukan pada halaman Giorgio Babo Moggi

Share.

About Author

Menulis adalah cara mengekspresikan diri tanpa terbelenggu.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage