Australia dan Indonesia: Hubungan Ala Film Godfather

Australia dan Indonesia: Hubungan Ala Film Godfather

0

Belakangan masalah diplomatik kembali terjadi antara Australia dan Indonesia. Dikarenakan ada indikasi penghinaan lambang negara Indonesia yang dilakukan oleh oknum militer Australia. Untuk lebih jelasnya pembaca bisa membaca artikel yang sangat menarik dari Mba Indah berikut ini.

Penulis tidak akan mencoba untuk membahas masalah di atas karena sudah ada pernyataan dari Australia yang berjanji akan ‘menyelidikinya’. Semoga saja pihak pemerintah Australia berbesar hati untuk meminta maaf jika memang terbukti ada indikasi penghinaan lambang negara. Karena akibat kejadian ini hubungan kerjasama militer antara TNI Indonesia dan militer Australia sampai sekarang ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan.

Oke, penulis akan mencoba beropini lebih ke arah posisi Australia dan Indonesia di hubungan geopolitik dunia. Fyuh tulisan mba Indah menurut saya sudah lengkap jadi agak bingung mau bahas apalagi sebetulnya hahahaha.

Untuk masalah geopolitik sebetulnya walaupun banyak perbedaan dan perselisihan, hubungan Indonesia dan Australia bisa dibilang sangat penting. Indonesia menikmati devisa yang lumayan tinggi terutama dari bidang pariwisata. Turis-turis Australia sangat terkenal sebagai pengunjung tetap objek wisata pulau-pulau di Indonesia terutama Bali dan wilayah Indonesia Timur. Kerjasama di berbagai bidang juga banyak terjadi, terutama di perdagangan dan juga pendidikan.

Selain itu untuk masalah keamanan dan kerjasama militer Indonesia juga cukup erat dalam urusan antiterorisme dan juga gerakan anti narkoba.Dikancah politik bisa dibilang Indonesia adalah ‘pos pengamatan’ paling penting bagi Australia untuk mengawasi gerak-gerik dari negara-negara ASEAN juga kawasan Asia Pasifik yang sekarang sedang sensitif akibat kekuatan besar dari Cina. Oleh karena itu Australia memang tak segan melakukan tindakan penyadapan komunikasi ketika jaman SBY. Sebuah tindakan yang sebetulnya sangat tidak terpuji.

Pertanyaannya bagaiman Indonesia menyikapi hubungan diplomatis kedua negara kedepan? Untuk menjawabnya penulis jadi teringat sebuah kutipan dari film Godfather, yaitu “Keep Your Friends Close, But Your Enemies Closer”.

Selalu jaga teman kamu dari dekat, tapi musuhmu lebih dekat lagi

Kalau kita perhatikan kata “keep” di atas bisa diartikan sebagai ‘menjaga’ dalam definisi ‘menjaga’ hubungan baik, namun juga bisa diartikan menurut penulis sebagai ‘menjaga’ dalam arti ‘mengawasi’. Karena sebetulnya secara sadar atau tidak pemerintah Australia sebetulnya sudah menggunakan strategi ala Godfather ini kepada Indonesia sejak hubungan diplomasi kita diciptakan. Disatu sisi Australia selalu berperan sebagai ‘teman’ ketika prinsip saling membutuhkan terjadi, namun diam-diam menjadi ‘musuh’ dengan melakukan secara langkah misdiplomasi* yang merusak hubungan, seperti kejadian di atas. Banyak contoh peran Australia sebagai ‘musuh’ bagi Indonesia, mulai dari masalah Timor-Timur, masalah penyadapan, dan banyak lagi.

*misdiplomasi: kata ngaco dari penulis yang mempunyai definisi langkah diplomatis yang ngaco, baik karena tidak disengaja maupun permainan agenda setting dari pihak yang menjadi pelaku diplomasi.

Kalau sudah begini penulis mempunyai opini kenapa tidak jika Indonesia juga ikut dalam permainan tipu muslihat ini. Karena memang seyogyanya dalam percaturan politik dunia tidak ada kawan yang pasti dan lawan yang nyata. Semua bisa berubah dalam waktu sekejap. Buktinya AS dan Uni Soviet pernah bekerjasama melawan Nazi Jerman.

Untuk kasus hubungan Indonesia- Australia, pemerintah Indonesia tidak boleh terpancing emosi dalam menanggapi langkah-langkah konyol dari pemerintah Australia, tegas boleh tapi tidak boleh gegabah. Menurut penulis langkah terbaru pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan militer sementara bisa dibilang langkah diplomatis yang baik dan tegas. Karena dengan begitu pemerintah Australia sebetulnya dirugikan secara keamanan mengingat Indonesia merupakan partner keamanan bersama dalam perang melawan teroris dan narkoba.

Indonesia memang mungkin tidak bsa melawan secara operasi klandestin ala James Bond dan penyadapan terhadap Australia, tapi untuk menciptakan keseimbangan di kawasan Hindia dan Pasifik pemerintah bisa memperkuat  hubungan diplomatik antar negara ASEAN terutama dalam kerjasama ekonomi yang lebih komprehensif. Ini bisa juga bertujuan untuk melawan pengaruh Australia yang pelan tapi pasti mulai merambah ke kawasan ASEAN. Langkah kedua untuk menciptakan kesan kekuatan Indonesia di mata Australia, pemerintah kita dan negara ASEAN menurut penulis harus lebih membuka jaringan kerjasama yang lebih besar kepada negara-negara kawasan Oseania Pasifik seperti Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini.

Kenapa? Karena negara-negara inilah yang sering menjadi kaki tangan Australia dan negara Barat untuk menekan Indonesia dalam masalah kemerdekaan Papua dan HAM, seperti yang pernah terjadi di PBB beberapa waktu lalu. Apalagi memang dalam statistiknya kerjasama yang kita lakukan dengan negara-negara Oseania belum terlalu banyak, padahal negara-negara ini walaupun kecil juga mempunyai posisi strategis dalam percaturan politik. Dengan mendekatkan diri ke negara-negara Oseania Pasifik ini, diharapkan pemerintah Indonesia bisa meredam pengaruh Australia dan negara Barat yang sering menggunakan mereka sebagai alat diplomasi mereka dalam melawan kebijakan Indonesia di politik dunia.

Cara-cara di atas walaupun terkesan rumit tapi bisa dibilang lebih efektif menurut penulis dalam jangka panjang daripada kita protes dan demonstrasi di jalan menuntut keadilan dari Australia. Dan diharapkan cara ini juga mampu meredam strategi Australia dalam perebutan pengaruh di kawasan Asia Pasifik, sehingga hubungan diplomatis Indonesia tidak lagi disalahartikan sebagai bentuk kelemahan yang bisa dengan mudah dipermainkan. Sehingga Indonesia tetap bisa ‘menjaga’ hubungan ‘baik’ dengan Australia.

Sebagai penutup, penulis memberi analogi pemerintah Indonesia harus mampu berpikir dingin ala Michael Corleone dan jangan berkepala panas seperti Sonny Corleone yang malah akhirnya mati ditembak di jalan tol.

Salam Olahraga

Share.

About Author

Iseng-iseng saja

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage