Australia Merasakan “Ketegasan” Jokowi

Australia Merasakan “Ketegasan” Jokowi

1

Dalam laporan harian Kompas, insiden berawal ketika pelatih Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengajar di fasilitas pelatihan pasukan komando Australia di Perth.

Sejumlah laporan media menyebut bahwa sang pelatih mendapat beragam pertanyaan dari para peserta didik saat berdiskusi mengenai beragam hal, antara lain kiprah militer Indonesia dalam peristiwa 1965, kebebasan menentukan nasib sendiri di Papua Barat, hingga aksi di Timor Leste sebelum wilayah itu merdeka.

Puncaknya, dia menemukan tulisan berlaminating yang isinya memelesetkan Pancasila menjadi ‘Pancagila’.(www.bbc.com).

Perihal tersebut kemudian diselesaikan secara organisasi, dimulai dengan pelaporan, croschek dan koordinasi serta pengambilan keputusan untuk jalan keluar dari permasalahn yang ada, hingga panglima tertinggi yang diemban oleh Presiden Jokowi memutuskan untuk menghentikan kerja sama yang sifatnya sementara menunggu hingga investigasi dari Angkatan Bersenjata Australia selesai.

Dari pemahaman antara kedua Negara satu sama lain menurut survei firma EY Sweeney yang dilakukan atas pesanan Pusat Australia-Indonesia (AIC), sebanyak 74% warga Indonesia merasa punya pemahaman yang baik atau cukup baik tentang Australia. Sebaliknya, hanya 53% orang Australia yang merasa punya pengetahuan baik atau cukup baik soal Indonesia.

Adanya pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik di pasukan Australia kepada Instruktur/pelatih dari Indonesia (Kopasus) terhadap Indonesia menandai bahwa terdapat pemahaman yang terbatas yang mereka miliki terhadap Indonesia. Namun sebagai Panglima Tertinggi yaitu Presiden Jokowi merespon ini sebagai pelecehan kepada Indonesia di dalam pendidikan kurikulum milternya (Australia), dan segera memberikan perintah kepada Menhan dan Panglima TNI untuk segera berkordinasi terhadap keputusan yang dibuat oleh Presiden tersebut.

Kerja sama kedua negara itu harus berjalan dengan asas saling menghargai dan menghormati, baik itu ideologi, situasi Negara, kebijakan dan budaya antar negara. Dan tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri masing-masing.

Presiden Jokowi menambahkan penghentian kerjasama militer Australia dengan Indonesia tidak diberikan tenggat waktu. Hal paling penting menurut Jokowi adalah masalah prinsip yang harus ditegakan.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Wuryanto membenarkan adanya penundaan kerja sama militer antara TNI dan Australian Defence Force (ADF).

Ada Keunikan antara Indonesia dan Australia dimana jika dilihat dari sisi budaya, tidak ada di dunia ini yang saling bertetangga dan satu sama lain memiliki latar belakang dari budaya, agama dan lain-lainnya yang saling bertolak belakang perbedaannya.

Seringnya negara kita bersinggungan dengan Australia, dimasa dulu masih segar bagaimana mereka beserta Amerika (indikasi) melakukan penyadapan, dan pemerintah akhinya  memutuskan sementara pemutusan kerja sama milter antar kedua Negara.

Kembali Indonesia saat ini harus memberikan pelajaran kepada Australia agar asas saling menghargai dan  memegang teguh prinsip-prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan harus ditegakkan kedua negara yang bertetangga.

Pemerintahan ini beberapa kali bekerja keras untuk menegagakkan kedaulatan dan harga diri bangsa, tentunya beserta jajaran didalam pemerintahannya, beberapa kebijakan ekstrim, dari kebijakan ekonomi dengan tax amnesty, yang bersinggungungan dengan kebijakan dan strategi ekonomi negara Singapura yang banyak terganggu, dan kembali menghasilkan keberhasilan yang fantastis. Dari segi kedaulatan kelautan, kini berhasil mengusir ratusan nelayan asing pelanggar wilayah dan “perampok” hasil laut dengan pengawalan resmi dari Negara mereka, berhasil diusir. Kini Australia “mencoba-coba” ketegasan pemerintahan ini, dan berdampak dihentikan kerjasama militer untuk sementara (dalam beberapa hal). Hubungan antar Negara harus saling menghargai dan itu memang harus dipaksakkan untuk menjaga keutuhan dan kewibawaan negara dan bangsa Indonesia.

Share.

About Author

lecturer in business and informatics institute

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage