Drama Perang di Semenanjung Korea

Drama Perang di Semenanjung Korea

10

Pada mulanya adalah upaya uji coba nuklir bawah tanah oleh Korea Utara pada tahun 2006. Banyak negara serentak mengecam Korea Utara, karena senjata nuklir berarti ancaman terhadap peradaban. PBB pun memberikan sanksi kepada Korea Utara. Resolusi PBB melarang dilakukannya uji coba rudal dan nuklir apa pun. Sanksi keras PBB rupanya tidak diindahkan. Uji coba nuklir diteruskan Korea Utara hingga yang kelima kalinya pada tahun lalu.

 

Latihan militer dan uji coba rudal

Setiap tahun Angkatan Laut AS dan Korea Selatan mengadakan latihan perang bersama. Bagi Korea Utara, latihan militer itu merupakan persiapan untuk menginvasi negaranya. Korea Utara akan menghadapinya dengan kekuatan militer.

Latihan perang itu disambut Korea Utara dengan melakukan uji coba rudal balistik pada awal Maret 2017.  Empat rudal diluncurkan dari wilayah timur Korea Utara, tiga di antaranya mendarat di perairan yang tak jauh dari wilayah Jepang.

Uji coba rudal diulang kembali pada 20 Maret 2017, kali ini menunjukkan kemajuan yang berarti. Menurut pengamat, Korea Utara sudah mencapai langkah yang berbahaya dalam mengembangkan roket yang bisa menghantam Amerika Serikat. Uji coba rudal ini membuat negara-negara sekitarnya marah, termasuk China sekutu paling dekatnya.

 Sanksi ekonomi

Presiden AS Donald Trump  akan memutus Korea Utara dari sistem keuangan global. Sanksi itu merupakan bagian dari langkah Amerika Serikat untuk menangkal ancaman rudal dan nuklir Korea Utara. Sanksi diarahkan kepada bank-bank dan perusahaan China yang melakukan bisnis dengan pemerintah Korea Utara.

Sebelumnya, Pemerintah AS telah menyelidiki Dandong Hongxiang Industrial Developmental Company Limited (DHID), perusahaan China  yang mempunyai hubungan dengan Kwangson Banking Corporation, sebuah bank Korea Utara yang dicurigai membiayai program nuklir Korea Utara. Kwangson Banking Corporation sebelumnya dituduh oleh AS dan PBB memberikan dukungan keuangan untuk membantu proliferasi senjata nuklir Korea Utara.

Departemen Kehakiman AS pun menuduh pegawai Dandong Hongxiang menggunakan puluhan perusahaan dan akun-akun bank palsu untuk menghindari sanksi-sanksi AS atas Korea Utara. Departemen Keuangan juga membekukan aset-aset perusahaan dan para pegawainya, termasuk 25 akun bank, dan 21 perusahaan bayangan.

China, penyambung hidup ekonomi Korea Utara, juga menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Korea Utara dengan melarang impor batu bara dari Korea Utara sejak Februari 2017.

Opsi militer

Opsi aksi militer terhadap Korea Utara tetap ada “di atas meja”, demikian posisi AS. Hal itu dilakukan jika upaya diplomatik dan ekonomi untuk mengatasi Korea Utara telah gagal.

Melihat perkembangan yang terjadi di Semenanjung Korea, Angkatan Laut Amerika Serikat mengerahkan kapal induk USS Carl Vinson untuk melaju ke arah barat Samudera Pasifik. Gugus tempur Carl Vinson terdiri dari satu kapal induk dan sejumlah kapal perang yang dipersenjatai dengan rudal tomahawk. Semula armada ini hendak berlabuh di Australia  tetapi lalu dialihkan ke Pasifik Barat, tempat latihan militer AS dengan AL Korea Selatan biasa dilakukan. Kapal-kapal itu kini berjarak kurang dari 500 kilometer dari lokasi uji coba nuklir Korea Utara. Dua pesawat pengebom kelas berat juga disiagakan.

Menurut Komando Pasifik AS, pengerahan armada kapal perang itu untuk menjaga kesiagaan di wilayah tersebut. Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan, AS siap bertindak sendiri menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

Sementara itu di Korea Utara terdapat tanda-tanda akan dilakukan uji coba nuklir yang keenam pada akhir pekan ini. Di sekitar lokasi tempat Korea Utara biasa melakukan uji coba nuklir terdeteksi ada peningkatan kegiatan.

Korea Utara menganggap bahwa langkah gegabah AS untuk menyerang Korea Utara telah mencapai fase yang serius. Korea Utara siap menghadapi berbagai modus perang yang diinginkan oleh AS. “Kami akan membangun kualitas dan kuantitasnya. Kami sudah siap perang jika Presiden Donald Trump menginginkannya,” ujar Wakil Menlu Korea Utara, Han Song Ryol.

 Pecah Perang?

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, cukup pontang-panting akhir minggu kemarin, menghadapi perkembangan terbaru di Semenanjung Korea. China menawarkan bantuan apapun demi terciptanya dialog antara Korea Utara di satu pihak dengan AS, Korea Selatan dan Jepang di pihak lain. Wang meminta Korea Utara untuk menunda uji coba nuklir dan rudalnya dengan imbalan penghentian latihan militar gabungan AS dan Korea Selatan.

“Jika perang benar-benar terjadi, hasilnya adalah kekalahan di kedua pihak. Tak akan ada pemenang dalam perang ini. Sehingga kami menyerukan kepada semua pihak agar menghentikan provokasi dan saling ancam serta mencegah kondisi menjadi tak terkendali,” demikian Wang membujuk. Wang mengatakan demikian karena perang apapun di Semenanjung Korea akan menyeret China ke dalamnya. Dan ini bisa berakibat buruk bagi ekonomi China.

***

Harapan Wang itu mewakili keinginan kita. Perang jangan sampai meletus, jangan gunakan senjata berat untuk mengakhiri konflik. Sanksi ekonomi yang dikenakan masih belum memberi dampak. Jika perlu beberapa sanksi lain dapat dikenakan kepada Korea Utara untuk menghentikan uji coba rudal yang telah mengintimidasi negara-negara lain berikut warganya. Di pihak lain, latihan perang antara AS dan Korea Selatan juga perlu dihentikan. Hari-hari ini tindakan yang ceroboh bisa membuat perang betul-betul pecah.

Itu dulu yang dapat disampaikan kepada pembaca Seword yang budiman. Mari berharap agar perang tidak terjadi.

–o0o–

Foto: cnnindonesia.com

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage