ISIS, Erdogan, dan Insani Yardim Vakfi (IHH)

ISIS, Erdogan, dan Insani Yardim Vakfi (IHH)

11

Turki sebagai tempat berkumpulnya para teroris internasional sudah bukan rahasia umum lagi. Banyak fakta yang telah terungkap bahwa pemerintah Turki menggunakan para teroris itu sebagai alat geopolitik untuk memperluas pengaruh regional Turki dan menyingkirkan lawan politik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.   Mantan Kepala counter-Terorisme dan Divisi Operasi Kepolisian Nasional Turki, Ahmet Sait Yayla, mengatakan: “Turki mendudukung ISIS dan kelompok jihad lainnya.”

Yayla memeliki pengetahuan yang mendalam tentang hubungan pemerintah Erdogan dengan ISIS, Yayla pernah bekerja sama dengan para pejabat senior pemerintah di Ankara, termasuk Erdogan sendiri, untuk membahas operasi. Yayla pernah bersaksi di depan Kongres AS subkomite Eropa, Eurosia mengungkapan banyak hal, antara laian:

  • Tuduhan kontroversial dari pers Turki mengenai dukungan pemerintah Erdogan kepada kelompok-kelompok militan di Suriah melalui LSM Turki, Yayasan Insani Yadrdim Vakfi (IHH) adalah sepenuhnya refleksi akurat dari hubungan keruh antara pemerintah Turki dan kelompok jihad. Pada tanggal 3 Januari 2014, harian utama Turki “Hurriyet” melaporkan bahwa jumlah yang signifikan amunisi dan senjata ditemukan oleh polisi Turki dalam truk pengangkut IHH untuk pemberontak di Suriah.  Pimpinan harian Hurriyet akhirnya diadili atas tuduhan menebar fitnah. Namun kesaksian dalam dokumen pengadilan menyatakan bahwa bagian-bagian roket, amunisi dan mortir telah ditemukan di dalam truk atas nama IHH tersebut diperuntukkan bagi kelompok pemberontak Suriah pada akhir 2013 dan awal 2014.
  • Ada keterlibatan Dinas Intelijen Turki (MIT) dalam operasi menggulingkan Presiden Suriah Bashr al-Assad lewat kelompok jihad Pasukan Pembebesan Suriah (FSA) yang dipersenjatai dan dilatih oleh agen intelijen M16, CIA, IDF, dll yang memiliki peran dan kedudukan penting dalam yayasan para teroris yang berkedok kemanusiaan itu yakni, Insani Yardim Vakfi atau biasa dikenal sebagai IHH.
  • Hakan Fidan adalah kepala badan intelijen negara Turki, MIT. Hakan Fidan adalah kepala dermawan IHH di pemerintah Turki. Menurut Yayla, Fidan adalah teroris, tersangka utama dalam serangkaian serangan teroris tahun 90-an, saat Yayla masih bertugas sebagai polisi di Ankara. Hakan Fidan adalah anggota teroris dari kelompok teror yang terkait dengan al-Qaeda dan ISIS

Turki adalah anggota NATO, tidak reaksi balik dari NATO atas keterlibatan pemerintah Turki dengan kelompok teroris Hizbullah Turki, al-Qaeda, dan ISIS berkenaan dengan aksi pemberontakan di Suriah dan Irak. Seperti apa yang disuarakan dari markas NATO:

“ Turki adalah sekutu NATO yang paling segera terkena dampakj kekerasan dan ketidakstabilan di Suriah dan Irak. Semua sekutu lainnya membantu melindungi Turki dengan berbagai langkah, termasuk penyebaran sistem pertahanan rudal Patriot….”.

Intelijen Turki terlibat langsung sebagai pemasok bantuan militer kepada FSA, ISIS, Al-Qaeda selama bertahun-tahun melalui lembaga non pemerintah yang berkedok kemanusiaan, IHH.  Anggota pasukan ISIS yang terluka atau membutuhkan bantuan medis, termasuk orang nomor dua di ISIS (wakil al-Baggdadi), Fadhil Ahmed al-Hayali ketika terluka oleh pemboman Amerika, mendapatkan pengobatan gratis di Turki berkat dana kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan lewat IHH, dan mereka juga mendapatkan “perlindungan” dari polisi Turki atas perintah pribadi Erdogan.  Politik standar ganda yang diterapkan Barat, Turki yang disebut-sebut oleh Amerika Serikat dan NATO sebagai garda terdepan dalam memerangi ISIS ternyata merupakan sorga ternyaman bagi para jihadis.

Gaziantep, tempat IHH menampung pengungsi Suriah,  di sana IHH membangun perkampungan yatim terbesar di dunia dengan  fasilitas lengkap seperti rumah, sekolah, fasilitas olahraga, dan juga taman rekreasi. Wajah ideal tempat yang dikelola olah lembaga kemanusiaan kelas dunia dengan kemampuan menggerakkan filantropi multisegmen, menarik perhatian stakeholder dunia.

Namun di sanalah sorga bagi jihadis, tempat di mana dukungan logistik terbesar bagi ISIS bersumber.  Semua seragam ISIS dirancang dan diproduksi di sana., demikian pula dukungan logistik bagi Hizbullah dan al-Qaeda Turki. “Ada kubah seperti bangunan di Gazientep, tempat di mana jihadis, baik ISIS atau Jabhat al-Nusra (pecahan al-Qaeda) berkumpul.  Sebuah apartemen besar yang penuh dengan jihadis, mereka saling membaur.  Mereka mempertahankan penampilan khas mereka, dengan seragam khusus mereka dan jenggot panjang. Dari sana mereka pergi bolak-balik melintasi perbatasan Turki-Suriah secara bebas,” ujar Yayla.

Berdasarkan paparan di atas ada beberapa poin yang perlu ditegaskan:

  • Islamic State in Irak and Syuriah (ISIS) adalah negara boneka Amerika Serikat, NATO dan sekutu-sekutunya.
  • Pemberontakan di Suriah dan Irak adalah ulah negara Barat, meminjam tangan lembaga kemanusiaan IHH dalam melatih, menyalurkan amunisi dan persenjataan kepada pasukan pemberontak yang terang-terangan hingga menyusup guna mengatakan itu sebagai perang sipil, menghindari kata “invasi” yang dikhawatirkan akan mengundang protes dari dalam negri masing-masing sekutu.
  • Sangat penting mengawasi pergerakan radikalis Indonesia yang bolak-balik ke Turki, atau mereka yang terindikasi punya hubungan khusus dengan IHH di Turki.
  • Para dermawan Indonesia, jangan cepat percaya dengan slogan-slogan kemanusiaan yang tidak jelas “siapa yang menyeru” dan selidiki terlebih dahulu bagaimana hubungannya dengan jaringan IHH di Turki maupun Libiya (Benghazi). Salah-salah memberikan bantuan justru malah bantu menghidupkan teroris yang pada akhirnya akan mengacaukan dunia dengan konflik berkepanjangan, secara khusus  membuat kekacauan di Indonesia.
  • Radikalisme dan ISIS adalah ancaman nyata bagi Indonesia. Jangan percaya dengan kata-kata: “membangun Khilafah Islamiyah”, ikut membangun negara yang akan menegakkan kebangkitan dan kejayaan Islam . Mana mungkin impian itu akan terwujud lewat sebuah negara boneka seperti ISIS. Simak apa yang terjadi di Suriah dan Irak. Di satu sisi ISIS dibina dan dipersenjatai, namun pada sisi lain mereka diperalat, dan kadang diserang oleh induk semangnya sendiri. Kenapa? Karena Amerika Serikat dan Sekutunya tidak menginginkan adanya negara Islam yang kokoh mandiri di Timur Tengah. Dengan alasan serupa mereka menghancurkan Libya, Irak di masa lalu, dan terus mengganggu Suriah dan Iran.   Mereka ingin menciptakan ketergantungan, mengatur, dan menguasai sumber daya energi minyak dan gas bumi.  Kemana minyak dan gas ISIS selama ini di bawa?  Dibawa ke Turki untuk menyuplai kebutuhan energi negara-negara Eropa Barat.

****

Share.

About Author

Hanya orang biasa yang sedang melihat Indonesia melalui kaca mata pengamat sepak bola antar kampung (Tarkam).

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage