Jangan Samakan Julian Assange Dengan Rizieq Shihab Atas Kasus Asusila!

Jangan Samakan Julian Assange Dengan Rizieq Shihab Atas Kasus Asusila!

7

Seperti dilansir The Guardian, Jumat 19 Mei 2017, direktur penuntutan Swedia, Marianne Ny, menyatakan pihaknya menghentikan penyelidikan mengenai dugaan pemerkosaan oleh Assange, dengan penjelasan detail dalam jumpa pers yang akan digelar otoritas Swedia.

 

Dengan ini menyatakan kasus Assange selesai, terhadap fitnah pemerkosaan yang dilakukan dirinya terhadap 2 perempuan.

Assange sangat berprestasi dalam membongkar kedok negaranya sendiri,  terhadap propaganda perang yang dilakukan oleh negaranya yaitu Amerika untuk menginvansi seluruh negara muslim di Timur Tengah, itu semua karena Assange membela apa yang benar demi yang disebut dengan “Keadilan”, karena itu memang yang sebenarnya.

Dengan medianya yaitu Wikileaks, Assange mampu membuka mata seluruh dunia terhadap, siapa yang benar,  siapa yang salah, karena Assange memang melampirkan data yang benar, dan juga sesuai dengan fakta.

Akibat ulah Assange Amerika jadi harus lebih berhati-hati dalam membuat propaganda, Amerika tidak segencar dulu saat aksinya karena Assange dengan medianya Wikileaks “mengawasi”, secara tidak langsung Assange sudah banyak menyelamatkan saudara kita sesama muslim di Timur Tengah dengan kepiawaiannya dalam IT

Dikarenakan ambisi Amerika sebagai negara super power yang tetap ingin menguasai dunia dengan caranya, dibuatlah skema fitnah atas kasus asusila agar Assange bisa dipenjara.

Assange dengan Rizieq berbeda! Keduanya terjerat dengan kasus Asusila yang sama, bedanya Assange adalah fitnah, sedangkan Rizieq lagi kabur ke negeri onta.

Perbandingan antara keduanya sangatlah berbeda, Rizieq mampu menyatukan orang-orang bodoh di Indonesia menjadi satu, untuk membenci negaranya, membenci presidennya, membenci kebhinekaannya, yang selalu benar adalah FPI dan kerabat sejenis, yang selalu salah adalah penentang FPI.

Karena Rizieq melampirkan data-data Hoax ala jaman Soeharto dengan menghembuskan isu-isu PKI, kita ambil contoh kasus logo BI yang kata Rizieq mirip logo PKI saja.

Rizieq juga meninggikan teroris ISIS, seolah-olah ISIS adalah pahlawan negara mereka masing-masing karena “katanya” melawan kedzoliman, padahal sebenarnya yang ada adalah kehancuran dimana-mana, kerusakan dimana-mana, tak terhitung lagi jumlah korban yang meninggal akibat pembantaian ISIS ditempatnya menginjakkan kaki.

Akibat ulah Rizieq, banyak pihak yang mau jadi mujahid, atau bersedia jihad demi ketemu 72 bidadari dengan dalih membela agamanya, Aksi pengikutnyapun semakin gila, mengebu-gebu, dan anarkis, bisa dilihat dari cara mereka berdemo, bukan sebuah rahasia kalau FPI memang sebuah ormas yang menghalalkan kekerasan demi mencapai tujuannya.

Rakyatpun dibuat resah dengan namanya “FPI”, karena FPI memang kerap “mengitimidasi”, secara tidak langsung dengan label FPI, yang diketuai oleh RIzieq, para politikus busukpun akhirnya berani muncul kepermukaan dengan berlindung dibalik jubah yang sama yaitu “agama”.

Bukannya menyejahterakan rakyat, tapi malah mengerogoti uang rakyat, lihatlah prestasi-prestasi para politikus busuk itu yang sudah lama memimpin negara ini, tidak pernah ada kemajuan satupun, itu semua karena mereka memang memperkaya diri mereka sendiri, mereka beramai-ramai korupsi, mereka memperkaya para ayam kampus untuk nafsu sex kepuasan pribadi, mereka bertindak semena-mena, berlaku otoriter, demi jabatan kekuasaan.

Sejak jaman keterbukaan era 2014 mereka politikus busuk itu sempat mundur, karena pemimpin sejati sedang memimpin negara ini, tapi itu tidak akan lama, karena Rizieq dengan FPInya ditahun 2017 sekarang ini mempunyai visi yaitu menjatuhkan keadilan, dan menyelamatkan para politikus busuk itu.

Rizieq tidak pintar dalam IT, tapi dia jago berorasi, Rizieq mungkin tidak mengerti media tapi dia mempunyai para keledai yang setia sebagai pengikutnya yang bisa diperintah kapanpun dengan sarannya.

Saat ini Rizieq sedang terlibat kasus Asusila, tapi dengan fakta suara rekaman Firza antara Ema, sudah sangat membuktikan keterlibatan hubungan asmara mereka berdua, berbeda dengan Assange yang sama sekali tidak ada bukti satupun, hanya 2 perempuan datang melapor tanpa didasari bukti, menuduh Assange telah berbuah asusila kepada mereka.

Dari perbandingan yang jauh antara keduanya, jangan pernah ada orang yang menyamakan mereka, karena satunya yang kafir sudah terbukti menyelamatkan banyak nyawa muslim di Timur Tengah, sedangkan yang ngakunya ….. tapi sudah banyak merusak negara sendiri.

Jangan samakan tokoh ini dengan Rizieq! Karena yang satunya bertanggungjawab untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah, eh yang satunya kabur!

 

Share.

About Author

Bagi yang mau menghubungi silahkan Contact: Facebook/Twitter Bani Riza WA 0821-5466-8468 Fanspage : https://goo.gl/8w2iKn Bersama membangun opini bangsa yang baik dan cerdas. Mari kita lawan penebar Fitnah, Hoax, dan Hasut yang sangat meresahkan bangsa, untuk Indonesia jauh lebih baik kedepannya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage