Jejak Kontroversial Korea Utara! Sejarah, Pemerintahan, Perseteruan, Nuklir, Sampai Potensi Krisis Misil Asia

Jejak Kontroversial Korea Utara! Sejarah, Pemerintahan, Perseteruan, Nuklir, Sampai Potensi Krisis Misil Asia

0

Ilustrasi (Sumber: freemalaysiatoday.com)

Kali ini soal Korea Utara. Situasi yang memanas beberapa waktu belakang di Semenanjung Korea banyak menyedot perhatian public. Bukan saja publik di seantero Asia, tetapi juga publkik di seluruh dunia. Pemicunya jelas bahwa Korea Utara menantang secara terbuka Amerika Serikat (United States of America/USA), negara yang kerap disebut sebagai “Polisi Dunia”. Sebutan yang kadangkala dalam praktiknya sangat kontradiktif. Sebab dengan berpegang pada posisi itu, mereka bahkan tak segan menginvasi negara lain. Dalih yang digunakan pun super banyak. Mulai dari pengembangan nuklir, demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan, hingga tetek bengek lainnya.

Konteks Semenanjung Korea banyak menyimpan tanya. Banyak dari kita bertanya-tanya. Bagaimana sistem kenegaraan dan pemerintahan Korea Utara? Ada apa dengan Korea Utara? Bagaimana posisi Korea Utara dalam percaturam politik internasional? Kenapa Korea Utara tampak ngotot melanjutkan uji coba nuklirnya, bahkan berani menantang USA secara terbuka?

Berangkat dari poin-poin di atas, penulis mencoba menjabarkan secara ringkas dengah mengelompokkannya ke dalam tiga poin yakni; sejarah dan pemerintahan Korea Utara, konflik dengan Korea Selatan, Pengembangan senjata nuklir.

Sejarah dan Pemerintahan Korea Utara
Korea Utara adalah sebuah negara di Asia Timur dan mencakup sebagian utara Semenanjung Korea. Korea Utara adalah negara berbentuk Republik dengan nama resmi Republik Demokrasi Rakyat Korea dan beribukota di Pyongyang. Korea Utara menerapkan sistem negara satu partai di bawah front penyatuan yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea. Korea Utara berdiri pada tahun 1948. Pemerintahan negara mengikuti ideologi Juche sejak tahun 1955.

Kendati demikian, Juche baru mulai diadopsi sebagai konstitusi baru sejak tahun 1972. Juche mengandung prinsip “manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu”. Juche mengandung pengertian “self-reliance” atau “percaya pada kemampuan sendiri”. Terminologi ini mirip dengan prinsip “Berdikari a la Bung Karno”.

Kendati menganut formulasi republik demokratik, dalam praktiknya Korea Utara lebih tepat disebut sebagai republik sosialis. Korea Utara kerap disebut beberapa pihak sebagai negara yang menganut diktator totaliter berpaham Stalinis.

Perseteruan Korea Utara Vs Korea Selatan
Perseteruan antara Korea Utara dengan Korea Selatan hingga hari ini tidak begitu mengagetkan ditinjau dari sisi historisnya. Sejak tahun 1953, Korea Utara dan Korea Selatan masih dalam tahap gencatan senjata. Baik Korea Utara maupun Selatan menandatangani Deklarasi Gabungan Utara-Selatan 15 Juni pada tahun 2000. Dalam deklarasi tersebut, kedua Korea berjanji untuk mengupayakan penyatuan kembali dengan cara damai.

Hal ini dikuatkan pada puncak pertemuan pada 4 Oktober 2007 yang ditandai dengan bergandengan tangannya para pemimpin dari Utara dan Selatan. Dalam pertemuan ini dibicarakan juga soal penghentian perang secara resmi dan mengukuhkan kembali prinsip non-agresi.

Kendati demikian, pada kenyataannya Korea Utara dan Korea Selatan tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian. Hanyalah sebuah persetujuan gencatan senjata. Dengan begitu, secara resmi kedua negara masih dalam status perang. Konflik dapat pecak sewaktu-waktu.

Pemisahan wilayah Korea Utara dengan Korea Selatan merupakan dampak dari kekalahan Jepang pada Perang Dunia II tahun 1945. Atas persetujuan PBB, Korea dibagi menjadi dua wilayah bagian. Wilayah bagian Utara diatur oleh Uni Soviet sedangkan wilayah Selatan diatur oleh USA. Hal ini dapat menjelaskan kemudian kecenderungan dukungan USA kepada Korea Selatan secara terbuka.

Hubungan kedua negara Korea ini tampak naik turun. Hal ini tampak makin menguat saat Presiden dijabat oleh Kim Jong-Un, anak termuda dari Kim Jong-Il. Relasi historis antara Korea Utara dengan Uni Soviet/Rusia terus terjalin hingga saat ini. Bahkan hubungan ini meluas dengan menjalin kerjasama dengan China. China termasuk mitra dagang besar dan intim bagi Korea Utara. Meski kemudian hubungan ini memburuk soal pengembangan senjata nuklir.

Pengembangan Senjata Nuklir
Langkah paling kontroversial yang dilakukan Kim Jong Un baru-baru ini terbilang berani dan luar biasa. Masa bodo dengan larangan PBB soal pengembangan senjata nuklir. Kendati sudah disebutkan melanggar resolusi PBB. Kim Jong Un tampaknya tidak terpengaruh sedikit pun. Belakangan Ia justru menantang USA secara terbuka untuk perang nuklir. Ancaman yang meningkatkan suhu politik di Semenanjung Korea.

Melihat Korea Utara dengan senjata nuklirnya bukan hal baru. Tetapi melihat uji coba senjata nuklir yang dilakukan secara semena-mena dipandang sebagai kecerobohan. Ujicoba senjata nuklir Korea Utara bahkan beberapa kali mencapai perairan Jepang. Kontan saja hal ini menimbulkan kewasapadaan besar kepada Jepang dan Korea Selatan.

Sejak tahun 2009, tepatnya 13 Juni 2009, menyatakan secara terbuka akan melanjutkan proyek pengadaan uraniumnya. Pernyataan sikap ini justru disampaikan menanggapi sanksi-sanksi dari PBB. Pernyataan terbuka ini juga sekaligus menjawab dugaan banyak pihak tentang pengembangan aktivitas nuklirnya.

Kondisi ini kian terus memanas seiring dengan meningkatnya ujicoba nuklir yang dilakukan. Ujicoba yang dilakukan serampangan itu telah memunculkan kekhawatiran pada banyak pihak. Bahkan China sendiri merespon dengan menetapkan sanksi ekonomi bagi Korea Utara.

USA tampaknya ingin sekali lagi menunjukkan pengaruhnya ke Asia. Setelah memporak-porandakan Timur Tengah dengan segala sumber daya militernya. Tidak dipungkiri bahwa kehadiran USA di Asia mempunya motif ekonomi dan politik. Mungkin juga dalam rangka mengimbangi kekuatan China dan Rusia. Respon yang keras dari Kim Jong Un merupakan babak baru dalam memanasnya suhu politik internasional hari ini. Akankah Korea Utara menciptakan krisis misil di Asia, sama halnya Kuba pada tahun 1962? Semoga saja tidak.

Share.

About Author

Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage