Jika Baghdadi Benar Tewas, Terorisme Wajib Diwaspadai & Diberantas

Jika Baghdadi Benar Tewas, Terorisme Wajib Diwaspadai & Diberantas

0

Rusia mengkonfirmasi jika pihaknya telah menewaskan Abu Bakar Al Baghdadi. Informasi ini berdasarkan pada hasil serangan udara yang dilakukan oleh pihak Rusia pada tanggal 28 Mei 2017 silam. Rusia kala itu sedang membidik meeting antara dewan militer ISIS yang terletak di Raqqa, Suriah. Berdasarkan informasi dari intelejen Rusia, Abu Bakar Al Baghdadi tewas dalam serangan udara tersebut.

Meskipun demikian, Kementerian Pertahanan Rusia  belum yakin dengan hal tersebut.  Baru setelah hari Jumat (16/6/2017), Rusia berani melakukan konfirmasi bahwa benar Baghdadi tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh militer Rusia. Kesuksesan Rusia dalam menghabisi nyawa pimpinan kelompok ISIS ini karena pesawat tak berawak yang digunakan untuk konfirmasi tentang tempat dan waktu pertemuan petinggi ISIS. Ketika itu, Rusia sudah siap sedia dengan serangan udaranya yang mengarah ke tempat pertemuan tersebut.

Di lain pihak, pasukan koalisi pimpinan USA yang ingin memberantas ISIS tidak bisa memastikan bahwa benar Baghdadi tewas di tangan militer Rusia.

Terlepas dari kebenaran berita terbunuhnya Abu Bakar Al Baghdadi dalam serangan udara tersebut, Rusia memang layak diacungi jempol dalam usahanya untuk memberantas kelompok Islam radikal ini.  Rusia memang dikenal sebagai pendukung pemerintah Suriah di bawah pimpinan Presiden Bashar Al Assad yang terkenal memerangi ISIS.

Jika benar Bahdadi  meninggal karena serangan udara yang dilakukan oleh Rusia, maka itu suatu langkah yang baik dalam usaha memerangi terorisme.  ISIS bagaimanapun memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam menyebarkan ideologi radikalisme mereka ke berbagai tempat melalui internet. Di samping itu, aksi-aksi kejam ISIS yang  kerap dilakukan kepada penduduk sipil diharapkan akan berkurang dengan drastis setelah pemimpin ISIS tewas. Kita semua berharap bahwa pemenggalan kepala manusia yang dilakukan secara biadab oleh ISIS akan musnah tak berbekas.

Dengan tewasnya Abu Bakar Al Baghdadi bukan berarti tugas kita dalam memerangi terorisme sudah selesai. Terorisme tidak hanya tentang kelompok ISIS. Baghdadi tewas tidak berarti terorisme amblas. Masih ada kelompok-kelompok lainnya yang memiliki misi yang sama dengan ISIS. Kerja keras masih sangat dibutuhkan agar ideologi terorisme tersebut tidak mengakar dan masuk ke tanah air dengan mudah.

Serangkaian aksi terorisme yang terjadi belakangan di tanah air menunjukkan bahwa semangat untuk “berjihad” dengan menghabisi orang lain menggunakan bom masih sangat tinggi. Mantan aktivis terorisme mengatakan bahwa brainwash untuk melakukan aksi terorisme hanya dibutuhkan waktu 2 jam saja. Tidak lebih.

Pekerjaan rumah dalam memberangus terorisme belum tuntas. Masih ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk mencegah lahirnya Baghdadi-Baghdadi baru yang mengatasnamakan agama untuk jubah kebengisan.

Apa yang kita bisa lakukan?

Turut serta memberikan pemahaman yang baik tentang agama

Agama adalah pedoman hidup bagi sebagian orang.  Agama merupakan sesuatu yang sakral dan peraturan dalam agama harus ditaati. Pemahaman yang salah mengenai agama harus diluruskan agar orang tidak mudah menggunakan agama untuk kepentingan duniawi. Pemahaman agama yang baik akan mengantarkan seseorang memahami nilai-nilai kemanusiaan dan tidak mudah membunuh orang lain yang berbeda paham dengannya.

Menumbuhkan budaya berpikir dan empati

Manusia kerap disebut sebagai hewan yang berpikir. Jika tidak menggunakan akal untuk berpikir, maka manusia tidak lebih baik daripada hewan. Dengan berlatih menggunakan logika dengan baik, seseorang tidak mudah diprovokasi dengan doktrin terorisme dan diiming-imingi surga dengan jalan mengebom suatu tempat/menghabisi nyawa seseorang. Mana mungkin tempat terindah berupa surga diciptakan untuk pembunuh sedangkan sebuah ayat dalam kitab suci umat Islam sendiri mengatakan bahwa membunuh satu manusia tidak berdosa sama dengan membunuh semua orang di muka bumi ini.

Memberantas pemikiran konservatif

Pemikiran konservatif adalah salah satu hal yang harus diwaspadai karena kurangnya tempat dalam pemikiran ini untuk berpikir jernih. Pemikiran yang konservatif cenderung melihat satu arah dan tidak terbuka untuk pemikiran yang lainnya. Sudah sewajarnya, sebagai manusia yang berakal, pemikiran terbuka wajib dimiliki seseorang. Hanya berpikir satu arah membuat seseorang mudah didoktrin dan dibodohi oleh kaum yang menggunakan jubah agama dan membawa kekerasan.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage