Ketidak Kompakan Petinggi Negara Dalam Menyikapi Pelecehan Pancasila Oleh Tentara Australia

Ketidak Kompakan Petinggi Negara Dalam Menyikapi Pelecehan Pancasila Oleh Tentara Australia

3

Gatel pengen ngomentarin perbedaan sikap yang diperlihatkan para pemimpin negri ini mengenai Pelecehan Ideologi kita oleh tentara Australia dan materi pengajaran yang mendiskreditkan Indonesia, yang beritanya pernah saya tulis disini

Dari kemarin saya mendengar komentar dan tanggapan yang berbeda mengenai isu ini. Buat saya pribadi sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di negri ini, rasanya sangat tersinggung bila mendapati siapapun menghina atau melecehkan simbol negara saya. Entah itu pelakunya sesama orang Indonesia ataupun orang asing.

Dalam hal ini Australia, memasang tulisan yang dilaminating, Pancagila dengan membuat “lima prinsip gila” dan menempelnya di ruang kepala sekolah militer. Kepala sekolahnya berani memasang tulisan seperti itu maksudnya apa?

Lalu kemarin saya mendengar komentar Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo yang merasa tersinggung dengan kejadian ini dan menarik pulang perwiranya, juga menghentikan sementara kerjasama militer ini. Saya merasa bangga pada beliau, karna beliau mampu berdiri dengan kepala tegak di depan bangsa asing demi kehormatan negara sekalipun beliau dan Kepala Angkatan Udara Australia, Marsekal Mark Binskin bersahabat.

Sebelumnya Presiden Jokowi dengan tegas mendukung langkah yang diambil Panglima TNI untuk menunjukkan harga diri bangsa. Bahkan DPR kali ini pun bisa saya puji sedikit karna mereka mendukung Panglima TNI untuk menghentikan kerjasama ini. (tumben DPR mikirnya waras)

Tidak lama saya mendengar komentar Menhan Ryamizard Ryacudu dan Menko Polhukam Wiranto yang isi komentarnya agak mirip dan kira-kira begini “Yang bersangkutan sudah dihukum, jadi tidak usah dibesar-besarkan lagi. Ini hanya ulah “curut-curut” saja jadi jangan sampai karna hal ini membuat hubungan kedua negara jadi kurang bagus”. Menurut saya kedua pejabat ini kesannya melempem banget, tidak kompak dengan Presiden dan Panglima TNI nya.

Yang membuat saya berfikir bahwa beliau ini orang seperti Pak Mantan yang punya prinsip kira-kira “Seribu teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak” sehingga tidak heran di zaman si Mantan negara kita ini bukan lagi dianggap negara dunia ketiga, mungkin mereka anggap kita negara dunia entah keberapa, tidak diperhitungkan sama sekali.

Padahal Mantan kita sering bilang kalau “America is my second home” hehe duileehh Pak, segitunya pengen diakui teman sama Amerika.. Tapi walaupun sudah begitu menyodorkan diri tidak ada pengaruh sedikitpun tuh buat kebaikan bangsa kita. So, berhentilah menjual harga diri bangsa ini, kita tidak ingin lagi memiliki PEMIMPIN seorang PENGECUT!

Kita bukannya mau gaya-gayaan ngajakin perang, kita toh tidak seboodoh itu, banyak hal yang membuat kita saling tergantung satu sama lain, tetapi kalau pihak lain melecehkan ya diberi peringatan. Kalau kita diam saja sudah pasti besok lusa kita akan selalu dipermainkan, dilecehkan bahkan mungkin di bully. “Mana berani Indonesia lawan gueee”.

Berteman sih berteman tetapi ada aturan dan saling menghormati. Pemimpin kita kali ini sudah garang, tegas dan pantang takut sama negara lain, biarpun badannya kurus kering macem orang kurang makan. Tapi tindakannya Josss!!

Beda jauh lah sama si mantan yang punya bintang-bintang dan berbadan subur.. orang dia kata America is my second home kok! Jadi kalo Indonesia “punah” dia tinggal lenggang kangkung ke second home nya. Jadi what happened with Indonesia he didn’t care at all.. didn’t worry too much kalo pinjem bahasanya si doi.

Well, balik lagi ke zaman kekinian,

Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Bapak Hikmahanto Juwana, Komentar pemimpin kita yang seperti tidak kompak ini sangat mengganggu dan hal ini terlihat oleh Australia, bahkan media Aussie memberitakan bahwa Indonesia mulai lemah dengan isu ini, Indonesia ketakutan prajuritnya “dibajak” oleh mereka.

Menurutnya lagi langkah yang diambil Panglima TNI sudah tepat, hal ini untuk memberikan pesan kepada Australia bahwa mereka tidak bisa lagi bermain-main seperti dulu, sudah ganti pemimpin yang Josss gandoss sekarang 👏😍.

Beliau pun mengingatkan agar Australia melalui pejabat-pejabatnya tidak lagi “menyenggol” kita dengan pelecehan maupun isu sensitif lainnya.

Lalu bagaimana dengan orang Indonesia yang juga menghina Pancasila?

Menurut saya ada kesalahan treatment dari pemerintah dalam menghadapi orang-orang ini, membuat rakyat menyepelekan Ideologi bangsanya sendiri, boro-boro mau bela negara menghormati saja tidak..

Seperti kasus penyanyi dangdut Zaskia Gotik beberapa waktu yang lalu, yang mengatakan Hari Proklamasi adalah 32 Agustus dan Lambang Sila ke Lima adalah bebek nungging. (WTF kurang ajar banget).

Zaskia Gotik malah dijadikan duta Pancasila. Whatt?? Haha.. Alasannya karna pendidikannya yang rendah. Padahal monyet pun ngerti segoblok-gobloknya orang pasti tau tidak ada bebek nungging yang dijadikan lambang negara, kecuali dia gila, sinting. *getok pala sendiri

Belum lagi Rizieq Shihab yang udah bolak-balik menghina siapa saja sesuka hati dia tapi tetap dibiarkan bebas melenggang kangkung, wara-wiri, kotbah dimana-mana, ketemu polisi juga santaiii kayak orang gak punya salah. Macem negri ini punya nenek moyangnya sendiri saja sudah. (Huh!)

Treatment atau perlakuan istimewa dari pemerintah seperti inilah yang membuat rakyat tidak menghormati, cuek bebek, tidak merasa simbol-simbol negara adalah sesuatu yang penting dan harus dihormati.

Lebih jauh menimbulkan pernyataan khas di masyarakat bahwa “kita tidak memiliki kedudukan yang sama dimata hukum”. 

Kalau kita memiliki kedudukan yang sama dimata hukum, LALU KAPAN Rizieq Shihab akan disidik??

Huufttt… Entahlah.. saya capek hati melihatnya.. Nenggak Equil dulu yukk… Take a Beer..!

 

 

 

 

Penyebaran Hoax, dan Upaya Adu Domba Ala Kolonial Belanda yang Meresahkan

Benang Merah Antara Jokowi-Ahok dan Mantan Baperan yang “Birahinya” Masih Tinggi

Fitnahan Baru; GNPF MUI Sedang Sholat, Kubu Ahok Setel Musik dan Joget Keras-Keras

Jelas Sudah. Ahok memang Korban Fitanh yang Keji. Di Kriminalisasi Oleh Fitsa Hets!

Agus-Sylvi Kebakaran Jenggot Karna Postingan Pataresia Tetty

Ucapan Terimakasih Warga Kepada Pak Ahok Atas Pembangunan di Kalijodo

Gerilya Agus-Sylvi. Analisa Indikasi kecurangan Paslon No Urut 1

Premannya FPI Menghadang Ahok Lagi

Penistaan Politik Oleh Sandiaga Uno

Jadi Gubernur, Ambisi Agus Atau Peponya?

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com, jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage