Kisah Hendra Ong Mengampuni Pemilik Resto yang Rasis di Sydney

Kisah Hendra Ong Mengampuni Pemilik Resto yang Rasis di Sydney

61

Readers Digest

Komunitas Indonesia di Australia dihebohkan oleh status Teuku Indra Utama pemilik Willis Canteen di Sydney yang menjual makanan Indonesia dengan ucapan-ucapan yang bernada rasis serta penuh dengan ujaran kebencian. Teuku Indra Utama atau dikenal dengan panggilan Mas Indra berkali-kali mengunggah status dan foto yang bernada kebencian melalui akun Facebooknya. Salah satunua adalah dia pernah menyindiri aksi damai dengan lilin di Australia dengan nada sindiran tajam dan menjadi viral. Belum lagi dengan berbagai status di Facebook dan foto yang tidak patut untuk ditampilkan di sini!

Kontan saya tindakannya itu menimbulkan reaksi keras dari komunitas Indonesia yang ada di sana. Para netizen menyesalkan tindakannya yang membuka usaha di negeri orang dan costumer-nya adalah dari berbagai ras dan golongan serta agama tapi ternyata dia secara publik mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, sangat rasis dan menghina etnis serta agama tertentu.

Kendati sudah mendapatkan kritikan dan kecaman malah ada netizen yang menghubunginya secara pribadi untuk segera minta maaf tapi si Indra Utama tetap tidak mau minta maaf. Dia terus memunculkan status dan foto  yang bernada kebencian itu berkali-kali. Nggak pake lama, para netizen langsung memberikan bad review untuk laman Facebook Willis Canteen miliknya. Di Zomato, media untuk informasi restoran dan makanan ,si Indra tak luput mendapatkan bad review dari netizen untuk warung makannya.

Komentar yang muncul di Zomato bermacam-macam mulai dengan: “Very bad attitude and a racist owner”. “Biarpun makanannya enak tapi jika penjualnya rasis, sama sama memakan kata-kata dari mulutnya”, ujar seorang reviewer. Ada pula yang berkomentar keras,”Pemilik rasis dan seorang belagu yang intoleran terhadap agama dan etnis orang lain. Berharap Anda akan menuai apa yang kau tabur.”

Nggak pake lama, Indra Utama langsung menuai apa yang ditaburnya! Kontan  para pengunjung di tempat makannya yang biasanya ramai langsung turun drastis. Laman Facebook Willis Canteennya juga ikut ditutup!. Indra akhirnya terpaksa meminta maaf dan mengatakan,”Saya Indra Utama owner willis canteen ingin menyatakan permintaan maaf saya kepada costumer willis canteen, yang mana ada pemberitaan negativ tentang diri dan Facebook saya, dan agar kalian tahun juga istri dan mertua saya adalah Indonesia dan keturunan china Kristen”. Begitu pernyataan yang  dibuatnya kemarin, 17 Mei 2017.

Amat disesalkan menurut penulis secara pribadi karena dia meminta maaf setelah pengunjungnya menyusut drastis dan pemberitaannya menjadi viral di medsos. Dan satu lagi kesalahannya adalah dia hanya meminta maaf kepada costumernya padahal ujarannya itu ditujukan secara publik berarti ditujukan juga kepada orang-orang yang tinggal dan berdiam di Indonesia.

Kalaupun ditujukan kepada costumernya yang orang Indonesia di Australia, bukankah mereka juga punya keluarga besar yang tinggal di tanah air? Diapun harus menerima akibat dari ucapannya, kecaman makin bermunculan, pengunjung mendadak sepi. Itulah konsekuensi dari sikap intoleran dan radikal yang jelas-jelas tidak akan mendapat tempat di mana orang menghargai perbedaan, menjunjung peradabaan dan toleransi serta kemanusiaan.

Tapi ada seorang bernama Hendra Ong yang merespon dengan cara berbeda. Di saat para pelanggan setia Willis Canteen sudah tidak lagi mau menginjakkan kaki di di resto ini, si Hendra berinisiatif mendatanginya pada saat jam makan siang.

Hendra datang berkunjung dan makan di Willis Canteen pas siang ini, Rabu 18 Mei.  Pada saat dia tiba, biasanya resto itu ramai pengunjung tapi kali ini berbeda, hanya empat orang saja! Hendra memesan makanan dan setelah makan dia bahkan berpose dengan pemilik warung makan tersebut. Pengakuan Hendra itu ditampilkan seorang blogger Indonesia melalui laman blognya, dv.fyi.

Bukan hanya itu, Hendra memaafkan sang pemilik warung makan itu yaitu Indra dan dia menulis status yang menyentuh di laman FB komunitas Indonesian di Australia, demikian:

Kasihanilah sesamamu, biarpun mas Indra mengkafir-kafirkan agamaku, biarpun dia mengatakan anjing kepada etnisku tetapi TUHAN ku YESUS KRISTUS mengajarkanku untuk mengampuni dan memaafkan mereka yang bersalah kepada kita. Saya datang ke willis caneen dan membuktikan kepada semuanya bahwa agama yang saya peluk mengajarkan kasih dan sayang kepada sesama kita. Saya Ahoker akan mengikuti jejak Pak Ahok yang mulia, biarpun pak Ahok sudah membantu orang susah, tetapi tetap tidak dihargai, sampai Pak Ahok masuk penjara. Hidup damai dan kasih adalah agama yang diajarkan kepada saya.

Hendra mengimani pengajaran Kristus untuk tetap mengasihi Indra Utama walaupun dia menunjukkan sikap yang secara ekstrim penuh dengan nada yang berbau permusuhan dan kebencian. Hendra membuktikan dia bisa memaafkan sikap dan perkataan Indra Utama yang sebenarnya sangat melukai hati dan mengorek-ngorek serta membuka kembali luka lama.

Kasih yang ditunjukkan Hendra jelas mencerminkan kasih dari apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Dalam Alkitab Tuhan Yesus mengajarkan untuk tidak hanya mengasihi sesama tetapi juga mengasihi musuhmu. Dalam Injil Matius, Tuhan Yesus pernah berkata : Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia  dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:43-44).

Seorang blogger Indonesia bernama Donny Verdian tertarik dengan statusnya di FB tersebut lalu menghubunginya via Messenger untuk mengetahui motivasi Hendra memaafkan Indra yang statusnya kontroversial tersebut. Hendra dengan jujur mengakui bahwa dia terinspirasi oleh postingan dari sang blogger yang menurutnya telah menampilkan tulisannya menyejukkan. Begini pengakuan sang Hendra:

Kebetulan tadi aku pantau FB dan nemu postinganmu yang menyejukkan dan aku pikir, aku juga ingin hidup damai dan tenang. Kita punya Tuhan Yesus dan tiap minggu kita toh pergi ke gereja. Kalau kita tidak dapat memaafkanorang yang bersalah kepada kita, buat apa kita bertemu Tuhan? Saya rasa inilah saatnya kita menunjukkan pada kawan-kawan di Indonesia bahwa kita yang hidup di luar negeri ini juga cinta damai biarpun agama dan etnis kita dimaki-maki. Kita tetap tersenyum dan memaafkan mereka! (dv.fyi)

Menarik bahwa Hendra juga terinpirasi dan termotivasi dari tulisan sang blogger dan keduanya sama-sama adalah orang-orang yang mencintai kedamaian dan ketenangan. Mereka cinta damai tapi mereka mereka tidak tinggal diam. Mereka bertindak melalui tulisan baik sang blogger mellaui blognya dan Hendra melalui postingannya di Facebook. Dan Hendra bertindak lebih jauh, dia mendatangi dan memaafkan Pak Indra tersebut.

Pusaran serta ujaran kebencian tak ada habisnya. Mari kita tetap menyuarakan kasih dan kedamaian seperti Hendra Ong baik di dunia nyata dan terutama dunia maya yang marak dengan berbagai ujaran dan ekspresi yang tidak bersahabat. Mari sebagai warga Indonesia kita tunjukkan bahwa kita cinta damai, kita penuh toleransi dan kasih itu tidak akan kalah oleh kejahatan atau kebencian. Mari kita juga memohon kepada Tuhan saat kita tidak mampu agar diberi bijaksana serta kasih untuk menghadapi situasi di tengah bangsa kita ini. Amin.

 

Baca juga :

#Warna Pink Pesan Cinta Ahok dari Penjara Untuk Petugas RPTRA

#Kita Semua Bersaudara : Inti Pidato Pak Jokowi

#Ini Srikandi Manado Pimpin Demo Tolak Fahri Hamzah
#
Pak Ahok Memulai Kehidupannya Di Penjara dengan Berdoa dan Membaca Alkitab

#Manisnya Negeriku Karya Pujiono Suatu Refleksi Kebangsaan

Share.

About Author

Seorang guru, penggemar bakmi dan makanan rica-rica...

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage