Mahdi al-Harati, Si Tukang Jagal NATO, Direktur Insani Yardim Vakfi (IHH)

Mahdi al-Harati, Si Tukang Jagal NATO, Direktur Insani Yardim Vakfi (IHH)

11

Berawal dari sebuah video dari Euro News yang disebarkan lewat media sosial You Tube. Dalam video tersebut  terlihat warga sipil Aleppo menemukan logistik di gudang yang sebelumnya merupakan milik kelompok Jaysh al-Islam, dalam salah satu kardus yang terlihat dalam video itu terlihat jelas tulisan “Indonesian Humanitarian Relief”, diduga bantuan kemanusiaan dari IHR yang tidak sampai ke tangan yang semestinya, tidak sampai ke penduduk Aleppo yang lebih berhak atas bantuan itu.  Kelompok Jash al-Islam  merupakan kelompok ISIS yang terlibat pertempuran di Aleppo, merupakan kelompok pemberontak terhadap pemerintah Suriah.  Namun butuh investigasi mendalam untuk membuktikan bahwa bantuan itu benar-benar diberikan dengan sengaja kepada kelompok teroris.

Bachtiar Nasir selaku Direktur IHR  dalam press releasenya (26/12) menjelaskan bahwa dalam penyaluran misi kemanusiaan ke Aleppo pihaknya bekerjasama dengan Insani Yardim Vakfi (IHH), lembaga kemanusiaan yang sangat kredibel di Turki.  IHH memang benar pernah memiliki kiprah yang mengejutkan dunia, saat menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza Palestina.

Prestasi IHH itu dicurigai banyak pihak sebagai drama kebohongan  yang menipu dunia. Situs Empire Strikes Black  pada Februari 2012 lalu melaporkan bahwa serangan pasukan Israel ke konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla adalah operasi lama yang telah direncanakan  dan dilakukan kerjasama penuh dengan pemerintah Turki. Tujuan dari operasi palsu itu adalah bagian dari perang yang sedang berlangsung di Suriah. Lalu diikuti sebuah fakta lain bahwa IHH terlibat pemberontakan:  memberikan pelatihan militer, menyuplai logistik dan senjata bagi kelompok  Free Syirian Army (FSA)  atau pasukan pembebasan Suriah yang merupakan kelompok pemberontak yang menyerbu masuk ke Aleppo, mengawali pendudukan pasukan pemberontak di sana.

Singkatnya, FSA adalah kelompok pemberontak Suriah  bentukan Turki , Amerika Serikat, dan NATO, dijembatani oleh IHH sebagai operator lapangan.  Berdasarkan hal ini sangat jelas kenapa Rusia dan Iran sampai ikut terlibat di Suriah, membela pemerintah Suriah dibawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad. Kekhawatiran Iran sebagai target berikutnya Proxy War Amerika Serikat dan NATO sangat jelas, terendus dari isu perang sekterian Syiah-Sunni yang kencang berhembus di Irak dan Suriah. Berbagai drama kebohongan terjadi di medan tempur Irak hingga Suriah, berhasil menipu banyak pihak, dan tujuannya sangat jelas: Iran yang pernah mempecundangi Amerika Serikat lewat revolusinya yang mengguncang dunia di awal tahun 80-an, dan berbagai ladang minyak besar di Timur Tengah.

Mahdi al-Harati adalah direktur IHH, dan dia dengan Bernard Henry Levy terlibat penggulingan pemimpin Libya, Kaddhafi.  Mahdi al-Harati adalah si tukang jagal NATO,  orang bayaran CIA, ia berada di Freedom Flotilla sebagai aktivis perdamaian. Dia tertangkap oleh kamera  wartawan tengah berada di Aleppo, tergabung dengan FSA.  Mahdi al-Harati dengan IHH-nya punya kerja sampingan yakni, menyuplai senjata kepada kelompok FSA dan kelompok teroris lainnya  yang menyebut dirinya sebagai “mujahidin”.

Harian Turki Hurriyet melaporkan (3/1/2014) bahwa polisi Turki memergoki truk-truk bantuan atas nama IHH ternyata berisi amunisi dan senjata yang akan dikirim kepada pasukan pemberontak di Suriah.  Pemred Cumhuriyet Can Dundar dan pimpinan biro Harian Antara Erdem Gul dipenjara karena menulis kasus ini (11/2014).  Dubes Suriah untuk PBB secara resmi pernah mengirim surat protes kepada PBB atas tindakan Turki yang secara sistematis membantu para pemberontak Suriah. “Mereka, para pemberontak itu, dilatih di perbatasan Turki-Suriah, dan setelah itu otoritas Turki membantu mereka masuk ke wilayah Suriah,” ujarnya.

Tegasnya disimpulkan bahwa organisasi kemanusiaan Insani Yardim Vakfi  (IHH) , organisasi kemanusiaan yang menjadi rekanan IHR dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Suriah (Aleppo) adalah organisasi yang tak terpisahkan dari kelompok FSA, kelompok yang menjadi dalang pemberontakan di Suriah.  Sejauh mana kedalaman hubungan Indonesian Humanitarian Relif (IHR) atau pribadi Bachtiar Nasir dengan  Insani Yardim Vakfi (IHH) perlu diselidiki lebih jauh.  Polri, BIN, dan Kementerian Luar Negri RI harus menyelidiki hal ini.

*****

Share.

About Author

Hanya orang biasa yang sedang melihat Indonesia melalui kaca mata awam.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage