Masih Mau Teriak Pembantaian Muslim Rohingya Karena Agama? Sini Saya Tendang Ke Rohingya!

Masih Mau Teriak Pembantaian Muslim Rohingya Karena Agama? Sini Saya Tendang Ke Rohingya!

473

Sekilas Sejarah Genosida Rohingya

http://news.liputan6.com/read/2665540/satu-abad-lebih-pertikaian-rohingya-di-rakhine

Rakhine adalah salah satu negara bagian Myanmar yang warganya paling miskin, meski wilayah itu kaya sumber daya. Berdasarkan catatan sejarah, komunitas Muslim telah mendiami wilayah Arakan (nama kuno Rakhine) sejak masa pemerintahan seorang raja Buddhis bernama Narameikhla atau Min Saw Mun (1430–1434) di kerajaan Mrauk Ualam. Mereka berasal dari suku Bengali, Bangladesh.

Singkat cerita komunitas Muslim kian berkembang pesat. Pada tahun 1785 kerajaan Burma dari selatan menyerang dan menguasai Arakan; mereka menerapkan politik diskriminasi dengan mengusir dan mengeksekusi orang-orang Muslim Arakan. Pada tahun 1799 sebanyak 35.000 orang Arakan mengungsi ke wilayah Chittagong di Bengal yang saat itu dikuasai Inggris untuk mencari perlindungan. Orang-orang Arakan tersebut menyebut diri mereka sebagai Rooinga (penduduk asli Arakan), yang kemudian dieja menjadi Rohingya saat ini. 

Di satu sisi, warga Rohingya dianggap beban ekonomi tambahan, jika mereka bersaing untuk mendapat pekerjaan dan kesempatan untuk berbisnis. Pekerjaan dan bisnis di negara bagian itu sebagian besar dikuasai kelompok elite Burma. Data menyebutkan angka kemiskinan di wilayah bagian Rakhine mencapai 78%, tertinggi di Myanmar. Di Rakhine tidak hanya Muslim saja, ada pula agama agama lain yang tinggal disana. Bisa disimpulkan terjadi kecemburuan sosial antara penduduk asli Myanmar dengan etnis Rohingya yang kebetulan beragama Muslim.

Dari sinilah kemudian terjadi pertikaian, pembunuhan, pembanyaian massal berkepanjangan.

Di lain sisi, pemerintah tidak hadir untuk mendorong proses rekonsiliasi, tidak hadir untuk menyelesaikan sengekta ini tetapi justru mendukung fundamentalis Buddha dengan tujuan menjaga kepentingannya di kawasan yang kaya sumber alam tersebut (cek Tulisan Erika Ebener). Faktor-faktor ini adalah penyebab utama di balik konflik antar kelompok etnis dan antar agama. Ini juga jadi penyebab memburuknya kondisi hidup warga Rohingya, serta pelanggaran hak-hak sosial-politis mereka.

Kejahatan tidak kenal siapa dan agamanya apa

Mau beragama kristen, Muslim, Buddha, Hindu, Advent, Agnostik dan lain sebagainya, kejahatan adalah kejahatan. Titik. Kita lihat kasus Rohingya. Kasus ini dikabarkan sudah lama terjadi sejak satu abad lalu. Ini murni soal POLITIK DAN EKONOMI kok. Siapa yang salah? kedua pihak punya andil pecahnya pertikaian. Mengapa Muslim dizalimi ? Ini semata-mata bukan karena mereka beragama Muslim lantas disakiti, bukan karena mayoritas Myanmar adalah Buddha dan mereka berbeda agama sehingga harus dihabisi! Bukan itu! Bukan agama yang jadi pokok persoalannya tong!. Agama, etnis, warna kulit, bentuk rambut, bentuk wajah apapun  bentuk anda yang sekiranya mengancam ekonomi sosial mereka, maka anda pun akan dihabisi.

Tidak usah jauh jauh, ini juga terjadi di bumi nusantara kok. Berapa banyak warga yang mengaku pribumi menganggap etnis Tionghoa sebagai ancaman dan harus diusir dari bumi pertiwi? berapa banyak dari kita yang selalu merasa dijajah oleh suku aseng asong asing? Berapa banyak di antara kita yang tidak rela jika ternyata CEO perusahaan tempat kita bekerja ternyata etnis Tionghoa. Kalau jawabanmu iya, apa bedanya kita dengan militer Myanmar? Merasa terancam dengan kehadiran mereka.

Justru di bumi nusantara inilah saya dan sebagian orang pernah mengalami yang namanya diskriminasi karena AGAMA. Kami ditolak karena kami non muslim, kami tidak boleh menetap di satu wilayah karena kami non muslim. Saya tidak boleh ngontrak rumah karena saya non muslim. Jadi ideologi anda yang merasa “dikit-dikit karena agama kami disingkirkan” yang sering anda lakukan di Indonesia ga usah dibawa-bawa ke negara orang. Malu!

Berapa banyak dari kita yang berambisi ingin melakukan pemurnian dengan membantai etnis yang kita anggap “bukan Indonesia”? Seolah-olah mereka tidak memiliki hak hidup dan hanya kitalah manusia Indonesia yang pantas menginjak tanah air? Padahal jauh di lubuk hati yang paling dalam ada rasa dengki dan iri.

Sana ke pojokan sambil introspeksi!

Lantas, andaikan etnis Rohingya non Muslim, masihkan kita tergugah untuk menolong?

Tulisan ini bukan untuk memojokkan sebagian Ummat yang ingin menolong warga Rohingya. No! Silahkan bagi yang ingin berdonasi.Tetapi tolong luruskan niat anda dan selidiki hati anda apakah menolong hanya karena alasan seiman atau karena anda manusia yang punya rasa kemanusiaan?

Rekomendasi:

  1. Stop foto sebar hoax jika anda tidak tahu menahu persoalan Rohingnya dengan baik, apalagi aparat pemerintah seperti Mr. Zonk jangan bikin malu lu ngehoax aja bisanya.
  2. Kalau mau bantu ya bantu saja tidak usah ikut ikutan demo usir Myanmar. Daripada ngerusakin Borobudur mending uangnya donasikan ke Rohingnya, syukur-syukur donasi buat anak dhuafa di RT terdekat.
  3. Kritik pemerintah sih sah-sah saja, tapi nggak usah pake menghina Presiden segala kalik, kayak udah hebat aja nangani konflik internal bangsa lain lu.
  4. Dukung Presiden dan Menlu agar proses diplomasi berjalan baik dan supply bantuan dari Indonesia tidak dicekal. Emang bisa? ya bisa lah makanya presiden bergerak dalam senyap gak kaya elu teriak sana teriak sini.
  5. Kurangi micin, minum air putih dan rajin baca buku ya nak biar pintar

Terimakasih sudah membaca tulisan saya. Silahkan tinggalkan komen dan kritikan yang membangun yaahh


referensi :

http://news.liputan6.com/read/2665540/satu-abad-lebih-pertikaian-rohingya-di-rakhine

http://www.kompasiana.com/mr_ded/rohingya-sebuah-tinjauan-sejarah-atas-konflik-yang-berkepanjangan_55602aa699937379578b4581

Share.

About Author

Jika ya katakan ya. Jika tidak katakan tidak, lain daripada itu berasal dari si jahat. WA 08115911580

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage