Mewujudkan Satu ASEAN di HUT ASEAN ke-50

Mewujudkan Satu ASEAN di HUT ASEAN ke-50

2

Dalam merumuskan kebijakan luar negerinya, suatu negara akan memprioritaskan negara-negara terdekat di kawasan sebagai lingkungan strategisnya. Sebagai kawasan yang paling dekat dengan Indonesia, maka ASEAN merupakan kawasan yang menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

Sebagai pemuda, arti Association of South East Asian Nations (ASEAN) menurut saya tidak hanya sebagai organisasi yang dibentuk hanya karena faktor kedekatan geografis saja, tetapi dibentuk karena untuk mempererat kerjasama di berbagai bidang seperti bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Dengan berbagai budaya dari tiap negara yang berbeda, sistem politik dan pemerintahan yang berbeda, tingkat kemajuan negara yang berbeda, ASEAN dapat menyatukan sepuluh negara di kawasan Asia Tenggara ke dalam satu organisasi ASEAN.

Dengan adanya ASEAN, negara-negara anggota dapat saling share isu-isu yang menjadi permasalahan di dalam negeri tiap negara maupun isu-isu yang dinilai sebagai masalah bersama. Kemudian, melalui forum-forum di ASEAN, pemerintah masing-masing negara akan berdiskusi untuk mencari kebijakan yang tepat sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Hal ini karena setiap negara mempunyai kemampuan dan kapasitas yang berbeda di tiap sektor, sehingga dapat saling membantu jika ada negara yang mempunyai masalah tersebut.

Berbicara mengenai organisasi regional, sering kali orang awam membandingkan dan berpendapat bahwa ASEAN seharusnya mencontoh Uni Eropa sebagai organisasi yang dianggap lebih baik. Menurut saya, kita tidak bisa membandingkan ASEAN dan Uni Eropa secara utuh karena terdapat perbedaan dalam beberapa hal antara keduanya.

ASEAN termasuk ke dalam pluralistic security community yaitu sebuah kumpulan atau komunitas yang saling bekerja sama, namun dengan tidak menyerahkan kedaulatan negaranya. Sebagai organisasi regional, karakteristik ASEAN adalah organisasi yang bersifat sukarela, koordinasi, dan menggunakan konsensus di antara negara anggotanya. Kemudian, konsep integrasi dalam ASEAN adalah konsep integrasi terbuka (open integration), dimana negara-negara anggota ASEAN memiliki hak untuk membuat perjanjian atau kerjasama dengan negara anggota maupun negara-negara lain di luar kerangka ASEAN.

Sedangkan, Uni Eropa dapat dilihat sebagai organisasi inter-governmental dan organisasi supranasional. Inter-governmental yaitu organisasi kerjasama antar negara atau antar pemerintah yang berdaulat di Eropa.

Sedangkan supranasional adalah bahwa proses pengambilan keputusan di Uni Eropa dilakukan melalui transfer kekuasaan kepada otoritas yang lebih tinggi dari negara-negara anggota. Hal ini artinya bahwa negara-negara Eropa sepakat untuk menyerahkan sebagian kedaulatan negaranya yang dikonversi ke Uni Eropa. Jadi, kebijakan yang akan diambil harus sesuai dengan aturan yang ada di Uni Eropa.

Kemudian, konsep integrasi dalam Uni Eropa adalah konsep integrasi tertutup (close integration), yaitu dimulai dengan penyatuan pasar, ekonomi, moneter, kemudian meningkat hingga ke level integrasi politik dimana Uni Eropa mempunyai hirarki dan institusi dalam membuat kebijakan. Jadi, ASEAN dan Uni Eropa tidak bisa disamakan karena konsep dan rules-nya juga berbeda.

Pada tahun 2017 ini, ASEAN sudah berdiri selama 50 tahun, saya mempunyai harapan agar ASEAN dapat terus menjadi organisasi yang dapat memajukan negara-negara anggotanya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan perdamaian serta stabilitas di kawasan. Sebagai pemuda, saya berharap ASEAN tidak hanya sebagai organisasi pada level government-to-government, tetapi juga sampai pada level people-to-people di antara masyarakat ASEAN.

Kemajemukan bangsa di ASEAN dengan berbagai suku, ras, budaya yang bebeda di tiap negara membuat masyarakat di ASEAN masih memiliki rasa nasionalisme yang sempit. Setiap negara masih menganggap bangsanya lebih baik dibandingkan bangsa lain. Hal ini membuat rasa saling memiliki (sense of belonging) sebagai “satu ASEAN” di antara masyarakat ASEAN masih kurang. Namun, dengan dibentuknya Komunitas ASEAN 2015, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas  people-to-people di antara masyarakat ASEAN.

Melalui Komunitas ASEAN 2015 yang terdiri dari tiga pilar, yaitu ASEAN Socio Cultural Community (ASCC), ASEAN Political-Security Community (APSC), dan ASEAN Economic Community (AEC), pasar tunggal semakin luas, aliran barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan modal lebih bebas bergerak di kawasan ASEAN. Pergerakan atau keluar masuknya orang-orang dari satu negara ke negara lain di ASEAN menjadi semakin lebih mudah dan terbuka luas.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan people-to-people contact di antara masyarakat ASEAN sehingga menumbuhkan rasa saling percaya dan sense of belonging. Saya yakin jika seluruh masyarakat ASEAN mempunyai sense of belonging terhadap ASEAN, maka kita dapat memajukan dan menjadi “satu ASEAN” yang solid dan kuat.

Kemudian, selain itu, saya juga berharap agar ASEAN dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi seluruh masyarakat di kawasan. Hal ini karena masih banyak masyarakat awam yang menilai bahwa ASEAN belum berdampak secara nyata terhadap masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi ke masyarakat-masyarakat awam yang memiliki akses dan pengetahuan terbatas mengenai ASEAN, agar mereka juga bisa mendapat pengetahuan dan juga ikut terlibat aktif dalam memajukan ASEAN.

Melalui Komunitas ASEAN 2015 yang membuka pasar lebih luas, hal ini juga membuat kemampuan dan kualitas sumber daya manusia di tiap negara harus ditingkatkan karena daya saing semakin tinggi. Namun, hal ini juga membuka peluang lapangan kerja bagi para tenaga kerja untuk melebarkan sayap berkarir di dunia internasional. Saya berharap ASEAN dapat menjadi wadah bagi negara-negara anggota untuk memajukan negaranya dan meningkatkan kesejahteraan bagi 600 juta orang di kawasan.

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage