Resolusi DK PBB 2334, Pukulan Telak Bagi Israel

Resolusi DK PBB 2334, Pukulan Telak Bagi Israel

11

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) 2334 telah disetujui dan disahkan pada tanggal 23 Desember 2016 di Markas Besar PBB, New York.  Dengan disahkannya resolusi ini maka suatu pukulan telak bagi Israel karena Dewan Keamanan PBB tidak mengakui eksistensinya di wilayah Palestina yang direbutnya dalam Perang Enam Hari tahun 1967, termasuk juga yang berkenaan dengan Jerusalem, selain yang disetujui oleh kedua pihak melalui negoisasi.

Artinya bahwa semua tindakan Israel mengubah komposisi demografi dan status wilayah Palestina yang didudukinya dianggap ilegal. Termasuk pembangunan infrastruktur dan perluasan permukiman, perpindahan pemukim Israel ke wilayah tersebut. Penyitaan tanah, pembongkaran rumah, penggusuran dan tindak kekerasan terhadap warga sipil Palestina di wilayah tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Segera dan sepenuhnya menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk di Yerusalem Timur al-Quds dan Tepi Barat.  Pembangunan pemukiman oleh Israel tidak memiliki validitas hukum dan merupakan pelanggaran mencolok di bawah hukum internasional dan halangan besar untuk pencapaian solusi adil dua-negara, langgeng dan damai yang komprehensif ,” bunyi resolusi itu.  Tentu saja disambut dengan suka cita oleh pemerintah dan rakyat Palestina, juga oleh negara-negara yang bersimpati dengan perjuangan rakyat Palestina, termasuk oleh pemerintah Indonesia yang konsisten mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina.

Mesir adalah anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dari Kaukus Arab, menyerahkan draf resolusi kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB, Rabu (21/12), untuk dilakukan voting pada Kamis (22/12). Sebelum voting resolusi itu terjadi, presiden terpilih AS, Donald Trump, sempat menelepon Presiden Mesir Abdel Fatah El-Sisi untuk menunda  voting.   Resolusi 2334 diajukan oleh 4 negara anggota Dewan Keamanan PBB: Malaysia, Senegal, Venezuela, dan Selandia Baru.;  berhasil disahkan pada Jumat  (23/12), dengan dukungan 14 suara dan satu suara abstain, hanya 24 jam setelah Mesir memutuskan untuk menunda voting resolusi anti-pemukiman yang mulanya akan diajukan ke DK PBB pada Kamis (22/12).

Menarik untuk disimak dalam hal ini adalah keberadaan Venezuela dan Selandia Baru (non muslim) sebagai pengusul resolusi,  mengisyaratkan bahwa substansi masalah Palestina dan Israel telah bergeser menjadi persoalan rasa keadilan universal versus penjajahan, dan bila dikatkan dengan sikap Perancis dan negara-negara besar lainnya yang ikut menyetujui resolusi ini menandakan bahwa dunia mulai berubah, dan para pemimpin Israel terlambat menyadarinya.  Pada 15 Januari 2017 nanti, Perancis akan menjadi tuan rumah pertemuan membahas persoalan Timur Tengah. Pertemuan itu diadakan untuk mendorong penyelesaian damai negara Israel dan Palestina secara langgeng dan komprenhensif.

Resolusi 2334 ini disahkan dengan dukungan 14 suara : Inggris, Perancis, Rusia, China, Jepang, Ukraina, Angola, Mesir, Uruguay, Spanyol, Senegal, Selandia Baru, Malaysia, Venezuela;  dan satu suara abstain, yakni Amerika Serikat. Tidak seperti biasanya, pemerintah Amerika Serikat kali ini tidak menggunakan hak vetonya guna menggagalkan resolusi. Kekecewaan pemerintah Israel meluap tertumpah kepada Obama. Setelah pemungutan suara, seorang menteri Israel meluapkan kekecewaannya: “AS meninggalkan Israel, satu-satunya sekutu di Timur Tengah sakit jantung setelah delapan tahun persahabatan dan kerjasama dengan Obama…..”

Duta besar AS untuk PBB, Samantha Power, mengatakan resolusi 2334 mencerminkan fakta di lapangan bahwa jumlah pemukiman telah meningkat sangat pesat, hambatan besar guna penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina. Hal ini bisa jadi bermakna bahwa Obama menganggap sikap bandel Israel selama ini lebih sebagai beban bagi pemerintah AS ketimbang sebagai mitra yang saling menguntungkan.  Apakah lobi-lobi Yahudi akan kembali menguat di Washington pada masa pemerintahan Donald Trump?

Perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu langsung menyatakan menolak Resolusi PBB ini, resolusi yang  terkait perintah penghentian pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina, termasuk lahan di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur. “Pemerintah Obama tidak hanya gagal untuk melindungi Israel dari PBB, tetapi juga berkolusi di baliknya,” ujar Netanyahu. “Israel menolak resolusi anti-Israel yang memalukan dari PBB ini. Kami tidak akan mematuhi aturannya,” ujarnya lebih jauh.  Netasnyahu pun mengisyaratkan pihaknya akan mencari perlindungan dari Presiden baru AS, Donald Trump.  Selama kampanye Trump selalu menunjukkan dukungannya kepada Netanyahu, termasuk mendukung Israel menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota.

Dengan disetujuinya resolusi 2334 ini apakah kemenangan rakyat Palestina telah tiba di depan mata? Melihat sikap kepala batu Israel selama ini, berani melawan hukum internasional berkat dukungan Amerika Serikat di PBB, bisa jadi jalan terjal masih harus dilalui.  Tindakan paling efektif untuk menghentikan kebandelan Israel hanya dengan boikot atau embargo internasional, dan menyeret para pemimpinnya seperti Netanyahu itu ke Mahkamah Internasional. Apa mungkin hal ini bisa dilakukan tanpa hambatan dari pemerintah Amerika Serikat yang  hampir-hampir tak berdaya melawan kekuatan lobi-lobi Yahudi? Kemerdekaan penuh Palestina, perdamaian yang langgeng dan komprenhensif  Israel dan Palestina membutuhkan lebih dari sekedar resolusi,  tetapi juga butuh keseriusan dan sikap konsisten Amerika Serikat beserta sekutunya atas terciptanya perdamaian abadi di Palestina.

Share.

About Author

Hanya orang biasa yang sedang melihat Indonesia melalui kaca mata orang awam dan buta huruf.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat menghubungi:

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage