Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru di Istanbul

Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru di Istanbul

4

Perayaan Tahun Baru 2017 yang semestinya berlangsung meriah di seluruh dunia ternyata daat terjadi juga tragedi berdarah. Di salah satu klub malam yang terkenal di Istanbul, terjadi serangan teroris yang menewaskan 39 orang. Salah seorang teroris memakai baju Santa sebagai penyamaran memakai senjata laras panjang untuk menjalankan aksinya. Dengan senjata tersebut, terroris menembak seorang anggota polisi lalu langsung masuk ke Club Reina di daerah Ortakoy di kota Istanbu. Insiden terjadi pada jam 1.45 pagi waktu setempat.

Selain 39 korban jiwa, terdapat juga 69 korban luka-luka yang langsung dilarikan ke rumah sakit. Terdapat sekitar 500 orang di lokasi saat penembakan terjadi. Setelah penembakan dimulai, semua orang berhamburan keluar mencoba melarikan diri. Pelaku penembakan belum dapat dipastikan namun ada saksi mata yang mendengar bahwa pelaku berbicara bahasa Arab.

Indonesia Lebih Aman dari Eropa

Sepanjang tahun 2016, terdapat banyak insiden serangan teroris di seluruh dunia yang sebagian besar didalangi oleh ISIS. Salah satunya terjadi pada Jakarta pada bulan Januari 2016 lalu. Serangan tersebut menewaskan 8 orang dimana 4 diantaranya adalah pelaku. Berarti para terroris berhasil membunuh 4 orang sebelum akhirnya tewas.

Bila dibandingkan dengan serangan-serangan di Eropa, serangan teroris di Indonesia tergolong tidak menghasilkan korban jiwa yang besar. Hanya 1 serangan yang berhasil sedangkan sepanjang 2016 para polisi beserta BIN telah menangkap puluhan teroris dan menjinakkan sejumlah bom rakitan rumahan. Percaya atau tidak, pemerintahan Indonesia lebih ‘sukses’ dalam menanggulangi masalah terrorisme.

Sebagai negara dengan jumlah muslim terbanyak, merupakan sebuah fakta bahwa banyak warga Indonesia yang bersumbu pendek dan mudah di ‘pengaruhi’ untuk masuk ke dalam terorisme. Meski Islam Nusantara merupakan Islam yang damai dan toleran, ada saja pihak-pihak radikal yang begitu mudahnya teriak kafir sana-sini. Menyerukan Jihad saat orasi, entah apa yang dimaksud dengan Jihad tersebut. Beruntung pemerintah kita bukan hanya pidato prihatin tetapi benar-benar mengejar dan menghajar para pembuat onar tersebut.

Pemerintah Tidak Boleh Lengah

Pemerintah Indonesia sudah sepatutnya dipuji karena berhasil menggagalkan banyak rencana serangan teroris dan serangan teroris yang berhasil lolos jaring BIN pun ‘hanya’ menyebabkan 4 korban jiwa. Ditambah dengan sederet penangkapan-penangkapan termasuk bom panci yang direncanakan diledakkan di Istana Negara. Ini menunjukkan memang kepolisian kita sudah ‘World Class’, mampu mencegah, bukan hanya menembak setelah serangan terjadi.

Meskipun begitu, pemerintah tetap wajib waspada terhadap kelompok-kelompok radikal di Indonesia. Belum lagi rumor bahwa ada donasi dari Indonesia yang masuk ke kelompok terroris. Bila hal ini benar maka pemerintah wajib menyikat habis seluruh jaringan-jaringan teroris tersebut. Kalau bisa sekalian bungkam juga para orator-orator yang tidak suka kepada Islam yang damai dan juga gemar mengkafir-kafirkan segala sesuatu. Jangan-jangan Smartphone pun akan dikafirkan karena buatan kafir.

Indonesia Sebenarnya Juga Cukup Beruntung

Indonesia terletak jauh dari Timur Tengah, ‘sarang’ para ektrimis dan teroris yang meneror Eropa. Indonesia merupakan negara kepulauan, hanya Malaysia, Timor-timur dan Papua Nugini yang memiliki perbatasan darat dengan Indonesia. Terlebih lagi hukun mengenai senjata api diberlakukan sangat ketat, juga sangat sulit untuk mendapatkan senjata api dan peledak secara ilegal. Faktor-faktor ini menyebabkan Indonesia memiliki semacam pelindung alami dari serangan teror skala besar.

Senjata laras panjang hanya dimiliki oleh pemerintah. Peledak sulit untuk didapatkan. Masyarakat yang sangat antipati terhadap seruan teror. Ditambah hubungan tetangga di Indonesia yang cenderung erat sehingga bila ada orang asing yang mencurigakan akan langsung dilaporkan ke ketua RT/RW. Sangat beruntung kita semua bisa tinggal di Negara yang sangat tidak ramah terhadap teroris.

Kembali ke insiden di Istanbul, Turki sudah mengerahkan personil kepolisiannnya untuk mengejar pelaku. Beberapa negara telah memberlakukan Travel Warning ke Turki menyusul aksi ini. Berita ini sudah menyebar luas di media Internasional dan beberapa negara sudah mengutuk aksi ini. Akhir kata semoga Indonesia tetap menjadi negara yang aman dan damai. (01/01/2017)

Share.

About Author

I fear the day that technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage