Suu Kyi Angkat Bicara, Singgung Banyak Beredar Info yang Dukung Kepentingan Teroris

Suu Kyi Angkat Bicara, Singgung Banyak Beredar Info yang Dukung Kepentingan Teroris

474

Konflik Rohingya dengan segala kontroversinya mampu membuat negara-negara di luar Nyamnar ikut bergejolak. Negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim termasuk Indonesia ikut terdampak suasana panasnya konflik Rohingya. Beberapa kelompok Islam melakukan aksi menentang tindakan bengis tentara Myanamar kepada  muslim Rohingya. Mereka menuntut Aung San Suu Kyi segera menyelesaikan konflik Rohingya dan gelar nobel perdaiaman yang diperolehnya agar dicopot.

Erdogan menjadi pemimpin negara yang paling keras menentang konflik Myanmar. Beliau meminta Aung San Suu Kyi untuk segera bertindak. Beliau juga telah mengirimkan bantuan kepada muslim Rohingya baik berupa uang maupun bahan makanan. Indonesia melalui Retno Marsudi telah berkunjung ke Myanmar bertemu dengan Aung San Suu Kyi dan melakukan diplomasi untuk mencari titik temu penyelesaian konflik Rohingya.

Konflik Rohingya terus menggelinding seperti bola panas yang siap membakar berbagai macam sisi. Sisi-sisi yang tidak terkait dengan konflik Rohingya turut terkena dampaknya. Jokowi terus diserang oleh Fadli dan Fahri karena dinilai tidak peduli dengan nasib muslim Rohingya, padahal sebelum keduanya nyinyir, Jokowi sudah melakukan gerak nyata untuk membantu muslim Rohingya.

Umat Budha dan tempat peribadannya turut menjadi sasaran kemarahan dari ormas radikal yang memang sengaja menggoreng isu ini untuk membenturkan antara Islam dengan Budha. Mereka ingin kondisi di Indonesia terus gaduh dan tidak stabil.

Di saat konflik Rohingya telah melebar kemana-mana terlebih dengan maraknya berita dan foto hoax, tekanan kepada Aung San Suu Kyi agar mencopot nobel perdamaian terus bergulir kemana-mana, publik sedang menunggu Suu Kyi untuk angkat bicara. Semakin beliau bungkam, maka tekanan kepadanya semakin deras tetutama dari Erdogan.

Akhirnya, Erdogan menelpon Aung San Suu Kyi dan memaksanya untuk segera menyelesaikan konflik Rohingya. Aung San Suu Kyi pun akhirnya mau angkat bicara. Berikut peernyataan Aung San Suu Kyi sebagaimana yang dilansir oleh cnnindonesia.com.

“Kami sangat paham bagaimana rasanya ketika hak asasi dan perlindungan demokrasi dirampas. Jadi, kami memastikan semua orang di negara kami terlindugi haknya. Tak hanya secara politik, tapi juga sosial dan kemanusiaan,” ujar Suu Kyi.

Namun dalam perbincangan tersebut, Suu Kyi juga mengatakan bahwa kini, banyak informasi salah yang beredar. Informasi itu diedarkan untuk mendukung “kepentingan teroris.”

 

Teroris yang dirujuk oleh Suu Kyi adalah kelompok bersenjata Pasukan Keselamatan Rohingya Arakan (ARSA). Mereka menyerang sejumlah pos polisi dan satu pangkalan militer di Rakhine pada Jumat lalu.
Mungkin sebagian dari kita ada yang mengecam Aung San Suu kyi dan menganggapnya sebagai teroris. Namun coba kita menilai beliau dari sudut netral meskipun beliau tetap bersalah karena tidak bisa melindungi muslim Rohingya.

Ada hukum sebab akibat. Jika ada asap, pasti ada api. Itu istilah yang sering dipakai untuk menjelaskan suatu kejadian yang semuanya asa sebab. Benarkah sikap yang ditunjukkan tentara Myanmar dan Aung San Suu Kyi adalah sikap kesewenang-wenangan tanpa ada sebab?

Tentara Myanmar mungkin memang sewenang-wenang, namun di dalam muslim Rohingya ada teroris ARSA yang menyerang sejumlah pos polisi dan pangkalan militer di Rakhine. Terlebih muslim Rohingya sebetulnya pendatang di tanah Myanmar.

Ada pernyataan menarik dari Aung San Suu Kyi yang menyatakan media-media memberitakan konflik Rohingya tidak sesuai dengan semestinya dan mendukung kelompok terori ARSA. Benarkah banyak beredar kabar yang membuat seolah-olah Aung San Suu Kyi adalah sosok yang kejam dan membuat mata dunia bersimpati kepada muslim Rohingya?

Jujur saya jadi teringat dengan berseliwerannya berita dan foto hoax di medsos yang menggambarkan begitu kejam dan kejinya tentara Myanmar kepada muslim Rohingya, padahal tidak sedikit diantara berita dan foto tersebut adalah hoax.

Pernyataan Aung San Suu Kyi ada benarnya juga. Konflik Rohingya terus diviralkan, diperlebar, dan diperbesar, serta dibumbuhi foto-foto hoax untuk memancing kemarahan umat Islam di Indonesia. Ujung-ujungnya, mereka ingin memantik konflik horizontal antara umat Islam dengan umat Budha. Gejala-gejala tersebut sudah sangat nyata. Polisi sampai harus menjaga candi dan tempat beribadah umat Budha karena sebelumnya santer terdengar kabar ada ormas Islam yang akan mengepung Candi Borobudur.

Kita mungkin tetap mengatakan bahwa Aung San Suu Kyi jahat bersalah karena membiarkan pembantaian dan pengsiran yang terjadi di Rakhine, namun yang mungkin lebih jahat adalah oknum yang memanfaatkan ini untuk mengadu domba antara umat Islam dan umat Budha di Indonesia.

 

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20170906112538-106-239768/suu-kyi-akhirnya-buka-suara-soal-rohingya/

 

 

Share.

About Author

Bukan Siapa-Siapa email : saefudinachmad1991@gmail.com BBM : D22E6398

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage