Terharu. Atas Dasar Kemanusiaan, Tanpa Banyak Bicara Pramuka Tembus Myanmar Bantu Rohingya

Terharu. Atas Dasar Kemanusiaan, Tanpa Banyak Bicara Pramuka Tembus Myanmar Bantu Rohingya

228

Saat ini mata dunia sedang tertuju pada konflik di Myanmar yang kembali memanas. Etnis Rohingya harus kembali mengungsi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan mulai dari pembakaran rumah sampai ke pembunuhan masal.

Apapun alasan yang melatarbelakanginya, ini semua adalah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan. Dan atas dasar rasa kemanusiaan itu juga, Pramuka Indonesia, tepatnya Kwartir Nasional Gerakan Pramuka  terketuk hatinya untuk membantu. Mereka bertekad menembus sejumlah wilayah pengungsian Rohingya yang jelas mencekam, menakutkan, sangat beresiko dan berbahaya dalam rangka menyalurkan sejumlah bantuan.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengirim hewan kurban berupa sapi dan kambing kepada warga Rohingya, Myanmar, saat Idul Adha 1438 Hijriah, Jumat 1 September 2017.

Pengiriman langsung dipimpin oleh Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Eko Sulistio.

“Alhamdulillah, dengan nilai kemanusiaan dan pengamalan Dasa Dharma Pramuka, Pramuka mencoba untuk hadir langsung ke pusat pengungsian Rohingya yang berada di daerah Sittwey Rakhine Myanmar,” ujar pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Eko Sulistio.

Jumat 1 September pukul 06.00 waktu Myanmar, Pramuka mencoba masuk ke beberapa kantong pengungsian. Di antaranya, Shan Tho Lee Camp, Lamache Village, Phia Lhe Song Village sekalipun hanya sampai di daerah perbatasan saja.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault juga mengatakan bahwa Kwarnas Gerakan Pramuka ingin mengajarkan kepada generasi muda Tanah Air bagaimana menatap masa depan. Ini semua sekaligus sebagai wujud rasa nasionalisme.

Adhyaksa Dault juga menjelaskan bahwa Tim Kwarnas Gerakan Pramuka kini tengah aktif dalam memberikan bantuan sosial, tak hanya di dalam negeri, melainkan hingga ke mancangera. Salah satu alasannya untuk lebih mengenalkan Pancasila dan Dasa Dharma Pramuka.

Sebelum ke Rohingya, Kwarnas Gerakan Pramuka ini juga sudah pernah memberikan bantuan ke Sudan.

Puji Tuhan. Aku begitu terharu dengan berita yang sangat membahagiakan ini. Di tengah tudingan bahwa Adhyaksa Dault mendukung HTI sampai menyebabkan beberapa waktu yang lalu dana untuk Pramuka ditangguhkan oleh pemerintah, Adhyaksa Dault sudah berhasil menunjukkan pada kita semua bahwa beliau adalah anak bangsa yang cinta NKRI dan Pancasila.

Visi dan misi Adhyaksa Dault untuk lebih mengenalkan Pancasila dan Dasa Dharma Pramuka sungguh sangat mulia dan harus kita dukung sepenuhnya. Program lebih mengenalkan nilai-nilai Pancasila pada dunia Pramuka yang didominasi oleh generasi muda penerus bangsa adalah kegiatan yang sangat efektif untuk menumbuhkan kecintaan pada nusa dan bangsa Indonesia.

Aku sungguh tersentuh dengan pernyataan bahwa Kwarnas Gerakan Pramuka melakukan semuanya ini atas dasar rasa kemanusiaan. Itu artinya bukan semata atas dasar kesamaan agama sekalipun momentnya memang bertepatan dengan Hari Idul Adha.

Tak ada yang perlu kita permasalahkan dengan ini semua. Yang jelas Pramuka sebagai generasi muda penerus bangsa sudah mengambil langkah maju yang sangat positif dengan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, bukan hanya berdasarkan kesamaan agama, seperti yang sudah diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib.

“Dia yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan.”

Aku percaya padamu Pak Adhyaksa. Jangan kau nodai kepercayaan ini dengan tingkah aneh-anehmu lagi di masa mendatang. NKRI ini didirikan di atas  perjanjian darah para pahlawan bangsa, yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. BUKAN SATU AGAMA. Semoga kita semua bisa meresapinya dengan baik dan mengingatnya sampai selamanya. Amin.

Dalam menyikapi konflik di Myanmar ini marilah kita bersikap bijak. Jangan mau diseret-seret ke ranah agama karena sesungguhnya ini memang bukan masalah agama. Masalahnyapun tak sesederhana yang kita kira.

Ini murni tragedi kemanusiaan akibat kekerasan yang dibalas dengan kekerasan. Disisi lain kedaulatan negara memang harus dijaga. Tidak ada seorangpun bisa mengklaim seenaknya sendiri tanah negara yang berdaulat yang bukan miliknya. Apalagi jelas-jelas mereka adalah kaum pendatang.

Saling balas berbalas kekerasan, itulah yang terjadi di sana. Terbunuhnya seorang biksu Budhha yang dilakukan oleh 6 pria Rohingya jelas merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Dibalas oleh para para ekstremis Buddha dengan melancarkan serangan terhadap warga Muslim di kota Meiktila, yang berlokasi di Myanmar tengah. Kekerasan sektarian itu juga menyebabkan sekitar 12 ribu orang kehilangan tempat tinggal setelah rumah-rumah mereka dibakar massa. Tindakan ini juga tidak dapat dibenarkan. Karena sudah jelas Tuhan yang disembah umat Muslim dan umat Buddha adalah Tuhan yang penuh kasih. Lalu kenapa justru tak ada kasih disana??? Kejahatan dibalas dengan kejahatan. Memilukan.

Lucunya kenapa pula kaum sumbu pendek dari bumi datar di Indonesia ikut-ikutan kalap seperti sekarang ini??? Dengan segala cara mereka berusaha membenturkan peristiwa di Myanmar dengan menyeret-nyeret Buddha, umat Buddha dan segala sesuatu yang berbau Buddha di Indonesia termasuk Candi Borobudur. Candi yang sudah ada di Indonesia sebelum Islam itu sendiri lahir tiba-tiba hendak dilibatkan.

Merasa perlu bersolidaritas karena terpanggil secara kemanusiaan melihat kekerasan yang menimpa orang lain memang harus. Tapi kenapa pula harus kalap merasa paling benar sendiri, sementara di dalam negerinya sendiri orang yang belum terbukti benar mencuri ampili di Masjid justru dibakar hidup-hidup tanpa ada rasa belas kasihan sama sekali. Rasa kemanusiaan dan solidaritas yang seperti apa itu??? Adakah yang bisa menjawabnya???

Disisi lain, saat ISIS mempertontonkan kekejamannya, dengan tegas “kalian” berkata ISIS bukan Islam. Jangan samakan ISIS dengan Islam. Lantas kenapa pula kasus Rohingya di Myanmar sana harus “kalian” bawa ke ranah agama Buddha??? Siapakah yang bisa menjawab ketidakkonsistenan ini???

Jika kita konsisten, saat kita berkata ISIS adalah oknum jahat yang mengatasnamakan Islam dengan tidak pada tempatnya, kita juga harus bisa menyatakan bahwa para ekstrimis di Myanmar sama adalah oknum jahat yang mengatasnamakan Budhha dengan tidak pada tempatnya. Itu baru konsisten. Paham???

Jangan pernah lupakan, dimana ada ketidakkonsistenan, di situ pasti ada kekacauan. Tragisnya, ketidakkonsitenan itulah yang selalu dipelihara dan tumbuh subur mendatangkan kebodohan dan kepicikan bagi bangsa ini.

Berhentilah bertindak inkonsistensi. Mari belajar konsisten dalam segala hal demi Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya. Bisa??? Harus bisa!!!

Sebagai penutup aku ingin memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pramuka Indonesia yang sudah memberikan contoh positif dengan memberikan bantuan ke Rohingya. Tanpa banyak bicara mereka langsung bergerak menantang bahaya demi rasa kemanusiaan. Tak ada kata-kata yang cukup untuk bisa melukiskan betapa terharu dan bangganya kami dengan tindakan mulia yang seperti ini. Kiranya Tuhan memberkati kalian semua. Amin.

Sebagaimana Tuhan itu kasih, mari kita bagikan kasih Tuhan itu kepada semua orang tanpa terkecuali. Doaku setulus hati semoga konflik di Myanmar sana bisa segera berakhir dengan baik. Tak  ada pembenaran apapun juga untuk yang namanya tindakan kejahatan sekalipun memakai nama Tuhan dan agama. Karena Tuhan itu kasih. Terpujilah Tuhan.

 

Sumber referensi:

http://www.bersamaislam.com/2017/09/salut-pramuka-berhasil-tembus-myanmar.html

http://news.liputan6.com/read/3080286/pramuka-beri-bantuan-hewan-kurban-ke-pengungsi-rohingya

https://www.jawapos.com/read/2017/09/02/154720/luar-biasa-pramuka-tembus-tiga-lokasi-pengungsian-rohingya

http://news.detik.com/internasional/2240939/didakwa-bunuh-biksu-6-pria-terancam-dihukum-mati-di-myanmar?nd771104bcj=

Silakan klik link berikut untuk bisa mendapatkan artikel-artikel saya yang lainnya

https://seword.com/author/jemi/

Thank you so much guys. Peace on earth as in Heaven. Amen.

Share.

About Author

I believe, if you work really hard and you are kind, amazing things will happen.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage