Akhirnya Ahok Jadi Juri D’Academy 4

Akhirnya Ahok Jadi Juri D’Academy 4

10

Patut diakui, perhelatan pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 ini telah menjelma menjadi salah satu peristiwa yang paling disorot di tanah air. Segala serba-serbinya nyaris selalu menjadi headline di semua media nasional. Semua orang membicarakan pilkada Jakarta. Semua orang sibuk ngrasani Ahok, Djarot, Anies, Sandi Uno, dan orang-orang yang terlibat di pilgub DKI. Hingga semua orang terlupa. Bahwa hidup bukan sekadar ngurusin pilkada tanggal 19 April besok.

Ahok jadi juri dadakan di D’Academy 4. Source: dokumentasi pribadi

Ya, pikiran ngelantur ini terlahir gegara hujan yang tak kunjung reda. Waktu dimana tulisan ini dilahirkan, adalah malam minggu. Malam yang panjang, kalau kata mantan suaminya Lidya Kandou. Karena hujanlah, malam minggu ini kuhabiskan saja di rumah. Padahal kalau nggak hujan juga nggak bakal kemana-mana. Menghabiskan malam sambil melakukan apapun yang bisa dilakukan.

Satu kegiatan yang mantap, tentu saja menonton televisi seraya nyemil mie indomie pakai telor ceplok. Tanpa cabai rawit. Cabainya masih mahal, bok. Kucari-cari channel yang pas. Nah…, kebetulan Metro TV menayangkan Mata Najwa. Tumben, batinku. Rupanya tv-nya Surya Paloh ini menyiarkan episode Mata Najwa yang spesial. Mata Najwa on stage di Medan.

Oke. Kutonton saja sambil pelan-pelan menikmati mie telor itu. Sambil pula menekuri hujan yang rasa-rasanya semakin deras saja. Dalam hati aku berujar. Semoga petirnya nggak deket-deket sini, deh. Serem, bok. Soalnya Mata Najwa-nya lagi lumayan seru, nih. Membahas tentang antikorupsi. Wheew… klise, sih. Masalah klasik bin suck!

Barangkali karena malam minggu. Rasa-rasanya, iklan yang wara-wiri di Mata Najwa kali ini kok kayaknya jadi banyak, yaa…? Yah, wajar juga, sih. Acaranya Najwa Shihab ini memang lagi ngetop-ngetopnya. Selain materinya yang memang menarik, sepertinya belum ada talkshow lain yang mampu menyaingi acara ini. Bahkan dari INews TV sekalipun. Eh, moga-moga buzzer Perindo nggak marah ya, kalau baca ini 🙂

Ahok dan kuartet host D’Academy 4. Source: dokumentasi pribadi

Karena aku paling tidak betah untuk melihat iklan, tanpa babibu lagi, kuraih remote televisi. Kuganti-ganti saluran yang sedang tidak menayangkan iklan komersial. Ehh ladalah…, pas mampir ke channel Indosiar. Seperti biasa. Setelah Piala Presiden berakhir, acara utama televisi adik SCTV ini adalah Dangdut Academy.

Tetapi yang kulihat barusan, waduuhh…, sepertinya bakal menjadi salah satu episode spektakuler dari pagelaran Dangdut Academy season 4 tahun ini. Bagaimana mataku tidak melongo…? Ada AHOK lho, boss…?!!

Ahok…? Iyaa…, Ahok! Ahok Basuki Tjahaja Purnama…! Ahok main ke D’Academy 4…!!!

Ingatanku lantas terbetot ke bulan Februari kemarin. Sebelum ramai-ramai pilkada serentak pada 15 Februari, acara D’Academy 4 telah ketiban sampur. Anies Baswedan, salah satu kandidat gubernur DKI Jakarta, menyambangi studio 5 Indosiar untuk pertama kalinya. Anies main-main ke konser D’Academy 4. Selain untuk bernyanyi dangdut, tak lupa ia melakukan tugasnya untuk berkampanye.

Beberapa hari setelah kehadiran Anies Baswedan, kandidat pilkada DKI lainnya tidak mau ketinggalan. Dialah Djarot Saiful Hidayat. Pak Djarot, aku juga orang Blitar, lho. Djarot turut menyambangi konser D’Academy 4. Kala itu bahkan juga ditemani oleh istri tercinta, Happy Farida.

Seusai kedatangan Anies Baswedan dan Djarot Saiful Hidayat, kupikir masih ada yang kurang. Ada satu paslon lain yang belum nongol batang hidungnya. Dialah Agus Yudhoyono, atau pasangannya Sylviana Murni. Tetapi hingga coblosan pada 15 Februari, harapan itu kandas dengan sendirinya. Agus tak pernah muncul di acara D’Academy. Dan tidak akan muncul di pilkada putaran kedua. Lantaran jumlah suaranya berada di posisi buncit pada putaran pertama lalu.

Kembali lagi ke peristiwa barusan.

Kupikir masa kampanye pilkada Jakarta pada putaran kedua ini bakal lebih “serius”. Ya ini wajar saja. Karena saat ini menjadi momen yang krusial, menjelang coblosan pada 19 April nanti. Segala daya dilakukan. Segala cara dilancarkan. Untuk berkampanye, dan berusaha kembali memikat hati warga di ibukota. Pilihannya tinggal dua. Apakah Anies, ataukan Ahok. Salah satu dari mereka dipastikan akan menjadi gubernur baru di DKI untuk periode 2017-2022 mendatang.

Empat tamu istimewa D’Academy 4, edisi 25 Maret 2017. Source: dokumentasi pribadi

Setelah Pak Djarot dan Bu Happy Farida mampir ke konser D’Academy 4 pada Februari kemarin, kukira mereka tidak bakal hadir kembali. Tetapi nyatanya aku salah. Mereka kembali datang. Dan kali ini, Djarot tidak cuma didampingi oleh istri. Melainkan juga ditemani oleh duetnya di pilkada DKI: Basuki Tjahaja Purnama.

Ahok dateng ke konser D’Academy 4, horeee…?!!

Kehadiran Ahok di konser D’Academy 4 edisi Sabtu, 25 Maret ini sudah pasti istimewa. Kunjungan Ahok ini terasa melengkapi kunjungan yang telah dilakukan Djarot sebelumnya. Dan momen yang langka ini, tentu saja dimanfaatkan “habis-habisan” oleh segenap pengisi acara di ajang pencarian bakat terbesar dan terlaris di Indonesia tersebut.

Bagaimana tidak…? Tiba-tiba saja, Ahok duduk di salah satu kursi bagi dewan juri D’Academy 4. Dia seolah “menggeser” singgasana sang ratu dangdut, Elvy Sukaesih, yang menjadi salah satu juri di konser eliminasi itu. Suasana studio 5 Indosiar pun menjadi hiruk-pikuk lantaran segala celoteh Ahok, tatkala duduk di kursi juri. Apalagi posisi Ahok memang “PW” kalau kata orang Jawa Timur. Posisi wuenak. Ahok duduk diapit oleh Inul Daratista dan Iis Dahlia. Dua diva dangdut yang cantiknya nauzubillah 🙂

Gegara duduk di kursi dewan juri, Ahok pun ditodong untuk menjadi juri beneran oleh para host. Diluar dugaan. Kupikir Ahok akan menilai penampilan dari Fildan. Salah satu akademia yang video audisinya di Youtube telah ditonton oleh jutaan viewers. Asli! Buktikan saja sendiri, kalau nggak percaya.

Namun dugaanku salah. Peserta yang muncul ke atas panggung adalah Pak Djarot! Bahkan Djarot juga ditemani oleh istrinya, Happy Farida. Hal ini membuat suasana studio kembali pecah. Karena Djarot dan Happy mendendangkan lagu Pandangan Pertama. Lagu dangdut lawas yang juga pernah diaransemen ulang oleh Slank, berduet dengan Nirina Zubir, untuk soundtrack film Get Married.

Panggung D’Academy 4 yang diramaikan Ahok-Djarot dan segenap pengisi acara. Source: dokumentasi pribadi

Namanya saja juri “abal-abal”. Bukannya serius, Ahok malah menggoyang-goyangkan badannya, demi melihat rekan seperjuangannya yang sedang bernyanyi di panggung. Sama seperti sebelumnya, Djarot dan Happy terlihat santai ketika bernyanyi di panggung D’Academy. Apalagi diiringi musik rancak yang disuguhkan D’Band.

Ada satu yang menarik dari gimmick ini. Seusai Djarot dan Happy selesai berduet, kuartet host yang terdiri dari Rina Nose, Irfan Hakim, Ramzi, dan Gilang Dirga, meminta segenap dewan juri untuk memberikan penilaian. Penilaian ini melalui lampu yang dinyalakan. Jika juri suka, maka ia akan menyalakan lampu berwarna hijau. Bila tidak suka, juri boleh memberikan lampu merah.

Juri yang terdiri dari Beniqno, Rita Sugiarto, Inul, Iis Dahlia, ditambah Ahok, secara bersamaan memberikan penilaian atas penampilan Djarot dan Happy. Tak disangka, tiga juri memberikan lampu merah. Mereka adalah Iis, Rita, dan Beniqno. Sementara Inul dan Ahok memberikan lampu hijau. Hahaa…, namanya juga gimmick. Penilaian ini tak perlu dianggap serius.

Ahok berjoget bersama pelawak Okky Lukman. Source: dokumentasi pribadi

Para host pun memberikan kesempatan kepada Ahok untuk “menilai” kemampuan bernyanyi Djarot dan Happy. Jadilah penilaian ini sarat dengan banyolan. Apalagi dengan tingkah salah satu host, Gilang Dirga. Gilang mencoba meniru-niru suara dari Ahok. Jadilah seisi studio dibuat tertawa terpingkal-pingkal. Karena Gilang cukup piawai dalam menirukan suara Ahok yang khas dan mungkin terdengar legendaris itu.

Kejutan tidak berhenti disini. Setelah Djarot dan Happy Farida bernyanyi, rupanya ada “peserta” lain yang harus dinilai. Dia adalah Hasto Kristiyanto. Tetapi kali ini Hasto berdendang seorang diri. Posisi Hasto yang menjabat sebagai sekjen PDI Perjuangan, menjadi alasan utama, kenapa ia turut hadir bersama Ahok dan Djarot. Hasto yang barangkali sedang “mengantarkan” Ahok-Djarot untuk berkampanye, mungkin ingin merasakan juga. Bagaimana euforia acara konser D’Academy yang fenomenal ini.

Ada satu yang menarik. Kabar yang sudah lama beredar, bahwa Rhoma Irama adalah salah satu figur yang kurang berkenan dengan sosok Ahok. Tetapi di kesempatan ini, Ahok malah menyampaikan secara live. Bahwa dimasa kecil, ia adalah salah satu penggemar dari Rhoma Irama. Karya-karya Rhoma Irama, menjadi lagu yang merakyat di Belitung. Tanah dimana Ahok berasal. Bahkan Ahok sempat mendendangkan lagu Begadang. Salah satu masterpiece dari sang raja dangdut.

Momen kunjungan ke konser D’Academy 4 ini, sepertinya dimanfaatkan secara maksimal oleh Ahok. Ya, kita semua paham. Sidang kasus yang menimpa Ahok, tentu sangat menyita energi hingga ke ubun-ubun. Maka dari itulah, panggung D’Academy dan guyonan dari para pengisi acara, serasa “ditelan” Ahok dengan habis-habisan.

Cuma diatas panggung Indosiar, Ahok berjoget. Bergoyang tanpa risih. Seolah sedang melepaskan beban yang bertumpuk di benak.

Ditemani semua juri, host, dan duo komentator yang terdiri dari Nassar dan pelawak Okky Lukman, Ahok seakan menikmati betul momen di malam minggu tersebut. Beliau berjoget, meski terlihat lucu karena kaku, dan bersama Djarot, mereka mendendangkan lagu Zakia yang dulu dipopulerkan oleh Ahmad Albar.

 

Ahok dan Djarot Juga Main Basket

Walaupun berada di panggung D’Academy, tidak melulu berdendang dangdut. Ada kejutan lain, yang disajikan oleh Indosiar, yang membuatku kehilangan hasrat untuk mengalihkan channel kembali ke Metro TV. So bye-bye Mata Najwa 🙂

Ahok main basket ditemani host D’Academy 4. Source: dokumentasi pribadi

Dari video yang sempat beredar, Ahok dan Djarot pernah bermain basket dengan salah satu selebriti, Augie Fantinus. Nah, video ini diputar oleh Indosiar. Eehh…, begitu video ini selesai, rupanya ada kejutan lain yang terpampang di layar kaca. Tiba-tiba Ahok, Djarot, dan segenap pengisi acara, sudah pindah keluar studio. Di halaman outdoor, telah tersedia sebuah ring basket. Jadilah Ahok dan Djarot bermain basket, bersama Ramzi dan Gilang Dirga. Meski permainan ini hanya sebagai gimmick.

Baguslah. Kesempatan kali ini menjadi ajang yang tepat bagi Ahok dan Djarot untuk mendapatkan keringat, hahaa. Seusai bermain basket, sudah pasti Ahok dimintai pendapatnya mengenai acara D’Academy 4. Bagi Ahok, acara D’Academy adalah peluang bagi anak-anak muda untuk lebih mencintai musik dangdut. Musik yang sudah identik dengan masyarakat Indonesia.

Ahok tak lupa turut menyisipkan “program” yang sedang dikampanyekannya. Program itu adalah bioskop rakyat. Bioskop yang dihadirkan di kampung-kampung, dan bisa dijangkau oleh masyarakat yang sebelumnya tidak bisa menjangkau bioskop lantaran mahalnya tiket bioskop masa kini.

Closing statement dari Ahok dan Djarot. Source: dokumentasi pribadi

Nice sleep Pak Ahok 🙂

 

*maaf kalau foto-fotonya terlihat blur, maklum hujan, gambar televisinya jadi jelek 🙁

Share.

About Author

A history - TV shows - politics - general issues - media's freak. Non partisan. Udah, gitu aja.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage