Bahaya Mars Perindo bagi Anak Anda

Bahaya Mars Perindo bagi Anak Anda

45

Anak saya sedang tidur, waktu itu sekitar jam sembilan malam, kami menonton televisi. Ketika saat iklan, iklan partai politik Perindo tayang, tentu dengan gambar Hary Tanoesoedibjo dan diiringi Mars Perindo. Tiba-tiba anak saya yang sedang tidur segera membuka mata, berdiri, menghadap televisi, dan bertepuk tangan mengikuti irama lagu. Anak saya belum genap dua tahun usianya.

 

Teks atau lirik lagu Mars Perindo terkategorikan baik, membangkitkan semangat dan motivatif, berikut ini selengkapnya:

Marilah Seluruh rakyat Indonesia

Arahkan pandanganmu ke depan

Raihlah mimpimu bagi nusa bangsa

Satukan tekadmu untuk masa depan

Pantang menyerah itulah pedomanmu

Entaskan kemiskinan cita-citamu

Rintangan tak menggentarkan dirimu

Indonesia maju sejahtera tujuanmu

Nyalakan api semangat perjuangan

Dengungkan gema nyatakan persatuan

Oleh PERINDO… oleh PERINDO… Jayalah Indonesia!

 

Hary Tanoe mengetahui celah dari peraturan terkait iklan politik, sampai-sampai Panitia Khusus RUU Pemilu menyindir perihal penayangan Mars Perindo yang dinilai terlalu sering. Kita paham bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik, demikian pula dengan lagu. Bahkan salah satu buku teks psikologi memiliki istilah yang pas untuk lagu yang sering secara otomatis “nyala” di otak kita karena kita sering mendengarnya: lagu yang infeksius.

 

Baca juga:

 

Ketika Pansus Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), mereka menyinggung terkait iklan dengan lagu mars Partai Perindo yang sangat intens diputar beberapa media televisi swasta. Wakil ketua Pansus RUU Pemilu, Yandri Susanto menilai, KPI dan juga Dewan Pers seolah-olah tak berkutik dan kesulitan menindaknya. Padahal, pemutaran lagu partai tersebut bisa dianggap sebagai kampanye. Curi start yang sangat licin. Menurut Yandri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga tidak bisa menindak mereka. Sebab, Partai Perindo sendiri bukanlah partai peserta Pemilu, sehingga tidak ada aturan yang melarang mereka melakukan kampanye sampai 10 kali tayang dalam sehari. Sepuluh kali sehari mungkin masih kurang dari jumlah yang sebenarnya.

 

Yandri menegaskan, seharusnya KPI membuat aturan main yang menyangkut frekuensi. Apalagi frekuensi bukan milik perseorangan, tapi punya publik. Apalagi, kata Yandri, siaran iklan Partai Perindo tersebut tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan kepentingan publik yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI tahun 2012. Maka dari itu, KPI harus berani menegur lebih keras lagi terhadap sejumlah stasiun televisi swasta yang menyiarkan kampanye Partai Perindo tersebut. Apalagi beberapa stasiun televisi tersebut juga terafiliasi kepada Partai Perindo tersebut karena dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo.

 

Iklan Perindo ini juga tayang di sela-sela acara kartun atau acara anak-anak lainnya. Mungkinkah ini cara mereka untuk menanamkan ke pikiran anak-anak agar mulai kenal Perindo sejak dini? Pesan tersembunyi pun disisipkan dalam rangkaian kata di tiap barisnya. Lihat saja liriknya di atas. Jika dibaca huruf pertama masing-masing barisnya akan terbaca: MARSPERINDO.

 

Iklan itu salah satunya dikeluhkan oleh Ferdi (28), warga Mampang, Jakarta Selatan. Menurutnya, tidak seharusnya iklan politik ditayangkan secara masif pada program acara anak, kendati MNC Grup adalah milik Hary Tanoesoedibjo yang juga ketua umum Perindo. “Kok aneh, iklan politik ada di acara tv anak-anak. Intensitasnya pun sering sekali, sampai anak umur 3 tahun hafal,” kata Ferdi. “Sangat gak masuk akal. Apa maksud motivasi dan tujuan Hary Tanoe gencar pasang iklan di acara tv anak-anak,” ujarnya.

Ferdi bercerita, awalnya dia biasanya mendengar Alka (3), putranya, bernyanyi “Oh penino oh penino untuk inonesa.” Sebab, bundanya setiap malam sebelum tidur memang sering mengajarkan anaknya bernyanyi. “Tapi suatu hari bundanya heran ini anak nyanyi apa? Kita tanya itu nyanyi apa? Dia ga bisa jawab cuma bilang ‘itu loh ayah yang di tv.” Setelah beberapa lama, kata Ferdi, ketika nonton bareng baru ketahuan ternyata itu lagi Mars Perindo. “Kalau saya lihat, hampir habis selesai acara tv yang disukai anak-anak, iklan itu muncul,” ujarnya. “Musim kampanye enggak, tapi iklannya hampir setiap jam,” kata Ferdi yang menyesalkan Hary Tanoe memanfaatkan ruang publik anak justru untuk iklan politik.

 

Dengan visualisasi yang baik dan frekuensi yang meracuni otak, bisa jadi ini adalah upaya brainwash dengan harapan kelak ketika anak-anak jaman sekarang sudah bisa nyoblos bakal terbawa sentimen bawah sadarnya dan mencoblos calon anggota legislatif yang diusung oleh Partai Perindo.

 

Tak hanya pada anak-anak, efek Mars Perindo yang infeksius juga dapat menular pada mantan Perwira dan mantan Menteri. Prabowo dan Anies-Sandi terlihat tersenyum ketika mendengar Mars Perindo. Tak hanya itu, mereka pun menyanyikan lagu kebanggaan dari partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu pada acara deklarasi dukungan Partai Perindo di Pilkada DKI Jakarta 2017. Pandji sang pelawak di timsesnya Anies-Sandi tetap bertahan setelah Hary Tanoe masuk dalam barisan mungkin juga akibat seringnya dia mendengar mars Perindo.

 

Ketua umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo mengatakan dukungan ke pasangan calon Anies-Sandi dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang. Hal ini karena banyak perubahan yang perlu dilakukan di Jakarta. “Tentunya matang, sangat matang jadi secara objektif bahwa ini kita perlu banyak yang harus kita lakukan. Jakarta ini kan contoh untuk membangun daerah lain,” ujar HT. Jakarta dikatakan HT perlu mempersempit kesenjangan sosial. Hal ini dilakukan dengan mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil dan membangun mereka dengan memberikan solusi. “Kita perlu Jakarta yang mengayomi semua pada perbedaan etnis, suku, agama, dan kehidupan sosial juga ada itu. Negara ini kan Pancasila jadi betul-betul milik semua,” jelasnya.

 

Ini mungkin menunjukkan efek Mars Perindo (kalau kita saja disajikan begitu masifnya, mungkin sang ketua Partai Perindo sudah menjadikannya “soundtrack of my life”): gangguan ingatan dan cacat logika. Mengharapkan pihak yang didukung kaum intoleran untuk mengayomi semua pihak yang berbeda-beda adalah tanda kelainan tersebut.

 

Lindungi keluarga anda dari Mars Perindo. Kami segera ganti channel TV ketika iklan infeksius tersebut tayang, cobalah. Salam sehat dari saya.

 

 

Sumber:

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/01/25/okburu361-pansus-ruu-pemilu-sindir-penayangan-mars-perindo

https://www.merdeka.com/peristiwa/orangtua-resah-anak-anak-hafal-mars-perindo.html

http://news.okezone.com/read/2017/03/14/338/1642471/prabowo-dan-anies-sandi-ikut-menyanyikan-mars-perindo

https://news.detik.com/berita/d-3446694/dukung-anies-hary-tanoe-jakarta-harus-mengayomi-semua-pihak

Share.

About Author

I am a ketone-fueled blogger.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage