Berjuang Melawan Radikalisme melalui Media

Berjuang Melawan Radikalisme melalui Media

2

www.vice.com

Insiden Ardian Syaf dengan pesan kontroversial yang berhubungan dengan Pilkada DKI Jakarta di ‘X-Men Gold’  dua bulan lalu masih membekas di ingatan kita. Banyak netizen bereaksi keras atas perbuatannya yang akhirnya berujung pada pemecatannya oleh Marvel Comics. Padahal Ardian baru saja menggantikan Jonboy Meyers untuk pembuatan edisi X-Men Gold, kini ia digantikan sementara oleh RB Silva dan Ken Lashley yang juga bekerja sama dalam edisi tersebut. Sampai saat ini, Marvel belum mengumumkan siapa penggantinya. Tak hanya itu, peristiwa itu juga mencoreng reputasi ilustrator-ilustrator Indonesia di luar negeri.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa media, termasuk komik dan film bisa menjadi pembawa pesan toleransi maupun intoleransi, tergantung dari itikad para pembuatnya. Setelah browsing sehubungan dengan Ardian Syaf, saya menemukan beberapa orang yang berjuang menanamkan keluhuran nilai-nilai  agama dan toleransi terhadap sesamanya melalui media. Tahukah Anda jika orang-orang tersebut berasal dari Timur Tengah dan bahkan Pakistan?  Ya, Pakistan yang diberitakan sebagai negeri yang dilanda ekstremisme agama dan intoleransi. Inilah tokoh-tokoh yang saya akan bahas.

mediamagick.com

Aaron Haroon Rashid atau Haroon singkatnya, adalah artis penyanyi pop, komposer dan produser yang terkenal di Pakistan. Ia juga aktivis sosial yang berkampanye perdamaian dan mengritik korupsi di sana. Namanya lebih dikenal setelah ia menciptakan serial kartun Burka Avenger yang disiarkan setiap hari oleh ANTV(milik anda-tahu-siapa).

Tokoh utama seri ini, Jiya didasarkan pada Malala Yousafzai, peraih Hadiah Nobel yang pernah ditembak oleh ekstremis Taliban karena memperjuangkan pendidikan bagi kaum gadis di Pakistan.  Jiya bekerja sebagai guru yang memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan bagi murid-muridnya pada siang hari dan pahlawan super Burka Avenger dengan mengenakan burka hitam ajaib pada malam hari serta bersenjatakan keahlian bela diri, pena dan buku. Paham-paham ekstremis dan politikus korupsi yang bekerja sama, dilambangkan oleh Baba Bandook, musuh bebuyutan Jiya dan Vadero Pajero. Sebagian besar episodenya membahas tentang menerima perbedaan budaya dan hidup rukun. Tidak hanya itu, seri ini juga menggunakan bahasa Urdu yang umum di Pakistan.

Haroon dikritik karena keputusannya untuk memakai burka pada tokoh utama. Sebab burka dianggap sebagai lambang penindasan perempuan oleh media Barat. Sang pencipta membela diri dengan mengatakan bahwa semua pahlawan super mempunyai penyamaran ketika beraksi dan keinginannya untuk membuat cita rasa lokal pada Jiya melalui burka. Untuk itu Jiya tidak pernah mengenakan hijab, syal atau burka pada siang hari. Haroon mengambil contoh Daredevil yang berkostum iblis merah, tetapi ia berbuat baik. “Itu mirip dengan apa yang saya lakukan dalam Burka Avenger – dia (Jiya) mengenakan burka dan menjadikan itu kekuatannya (dengan menggunakannya) sebagai penyamaran.” Jelas Haroon. Menurutnya, Jiya berbeda dengan para pahlawan super wanita lainnya. Karena tema yang bersahabat sekaligus menyentil, serial Burka Avenger digemari oleh anak-anak di Pakistan dan India, bahkan sampai ke Inggris dan Indonesia. Serial ini juga memenangkan berbagai penghargaan, termasuk Asian Media Award pada tahun 2013.

www.knox.edu/news

Selain Haroon, Gauher Aftab, seorang pengusaha Pakistan lulusan Knox College, Amerika juga berjuang melalui media. Ia menerbitkan komik-komik seperti Khilabi yang bercerita tentang perjuangan kakak-beradik dalam pertandingan kriket dan Paasban(Sang Penjaga). Paasban  bercerita tentang empat orang sahabat, Saad, Irfan, Asim dan Zara. Dalam alur ceritanya, Asim tertarik untuk mengikuti kegiatan suatu organisasi agama yang mencurigakan dan teman-temannya  harus berjuang menyelamatkannya. Paasban  diilhami oleh pengalaman hidup Aftab yang nyaris menjadi seorang ekstrimis pada usia 13 tahun. Prihatin akan kejadian-kejadian di tanah airnya, ia mendirikan perusahaan komiknya, CFX(Creative Frontiers) Comics bersama para ilustrator yang sepaham dengannyauntuk berkampanye melawan radikalisme di negaranya. Ia juga aktif berbicara mengenai bahaya radikalisme seperti di TEDxLahore dan berharap melalui Paasban, generasi muda dapat mengenali dan menghindari bahaya tersebut. Kita bisa melihat pembicaraannya di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=GMFNTkN2jHA

www.independent.co.uk

Yang terakhir, dr. Naif Al Mutawa dari Kuwait. Ia lebih dikenal melalui komik ciptaannya(agak jadul), The 99 yang sudah pernah beredar di Indonesia tahun 2009. Lebih dekat dengan komik Marvel dan DC, The 99 bercerita tentang orang-orang yang memperoleh kekuatan ajaib dari batu Noor yang menyimpan berbagai pengetahuan dan menggunakannya untuk melawan kejahatan. Para pahlawan super tersebut diberikan nama-nama yang diilhami dari 99 nama Allah, tetapi tak menyertakan ‘Al’ karena mereka adalah manusia biasa. Semua pahlawan super tersebut datang dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang diwakili olehToro Ridwan yang berkode Fattah Sang Pembuka. Tidak hanya itu, sebagian dari mereka datang dari negara-negara yang dianggap kafir seperti Amerika Serikat, Hongaria, Prancis, India, Tiongkok dan Afrika Selatan. Sang penjahat, Rughal melambangkan pikiran ekstremisme yang sempit dan terinspirasi oleh Usamah Bin Ladin. Tujuan dr.Naif adalah untuk mempromosikan toleransi dan nilai-nilai luhur agama kepada dunia Barat.

Meskipun usahanya dipuji, ia juga menerima kritik dan reaksi keras dari kedua sisi. Para ulama menganggap komik tersebut sebagai penistaan terhadap agama karena para pahlawan super itu memiliki nama-nama yang hanya diperbolehkan untuk Allah. Di negaranya sendiri, ia menghadapi tuntutan pengadilan atas tuduhan tersebut dan mendapatkan fatwa haram.  Bahkan serial kartun The 99 ditarik dari peredaran televisi Kuwait. Tahun 2014, Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) atau Daesh telah memberi ancaman kepada dr. Naif dan menjanjikan imbalan besar bagi siapapun yang membunuhnya. Di belahan dunia Barat, ia dituduh mempromosikan radikalisme oleh kaum sumbu pendek.

Walaupun demikian, dr. Naif tidak takut dan menyatakan tetap melanjutkan pekerajaannya. Ia merasa apa yang dilakukannya sangat penting, apalagi setelah peristiwa kartun Denmark dan Charlie Hebdo. Ia menambahkan pada twitnya bahwa apa yang dilakukannya mengangkat Islam di Amerika hingga Tiongkok selama sepuluh tahun terakhir ini.

“Saya mengambil nilai-nilai utama dari agama saya, dimana saya percaya  itu juga adalah nilai-nilai kemanusiaan dan menggunakannya secara kreatif. Saya ingin mengatakan ‘inilah (nilai-nilai) Islam dan tak jauh berbeda dengan kalian’” kata dr.Naif Al Mutawa

Hasil usahanya tidak sia-sia, karena ia mendapat penghargaan Islamic Economy Award dalam kategori media pada tahun 2014. Selain itu, The 99 diakui oleh kalangan komik Amerika melalui crossover bersama Justice League of America dari DC Comics dan sempat diangkat sebagai serial kartun televisi.

www.datdut.com

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah kita memiliki tokoh yang berjuang seperti mereka di atas? Muhammad Fihril Kamal sering menyentil isyu-isyu hangat melalui komik strip Sketsa Islam Kita yang bertokoh Abu Wawan. Ia memposting komiknya di FB. Kita berharap lebih banyak lagi orang-orang seperti Fihri Kamal muncul di tanah air.   https://www.facebook.com/fihril/

Bila kalian tidak menyukai komik maupun serial kartun, tidak mengapa. Saya hanya mengajak kalian untuk mengenal mereka yang telah berjuang melawan intoleransi dan radikalisme dengan cara mereka sendiri dan keterbatasan yang mereka hadapi. Masalah radikalisme dan intoleransi bukanlah masalah Indonesia dan Pakistan semata-mata ,melainkan masalah global. Aftab dan Haroon percaya bahwa pendidikan yang benar merupakan cara untuk mematahkan radikalisme yang menyebar di antara generasi muda.

Hei, jangan terpaku pada Ardian Syaf saja; masih banyak orang-orang seperti Haroon, Aftab, dr.Naif dan Fihril Kamal di luar sana. Mereka menolak pembodohan melalui agama dan menekankan toleransi serta nilai-nilai luhur agama dengan media. Kita lihat dari pesan Aftab kepada para generasi muda: “Jihad adalah salah satu kata yang sering disalahgunakan. Itu menyatakan sebuah pergumulan untuk memperbaiki diri, menjadi muslimin yang lebih baik tetapi kepentingan pribadi membuatnya sebagai perang untuk kehormatan melalui kekerasan.”

Pesan Aftab kepada para generasi muda: “Jihad adalah salah satu kata yang sering disalahgunakan. Itu menyatakan sebuah pergumulan untuk memperbaiki diri, menjadi muslimin yang lebih baik tetapi kepentingan pribadi membuatnya sebagai perang untuk kehormatan melalui kekerasan.”

Saya berharap suatu saat nanti generasi muda Indonesia belajar bahwa memperjuangkan apa yang benar itu tidaklah melalui kekerasan dan intoleransi, dan itu berkat karya-karya mereka di atas.

Catatan: Bila menonton ANTV, janganlah cari Mars Perindo tetapi carilah Burka Avenger.

You may say I’m a dreamer, but I am not the only one

I hope some day you’ll join us

Referensi:

  1. Unused X-Men Designs Revealed dari: http://comicbook.com/marvel/2017/05/13/x-men-gold-jonboy-meyers
  2. Fakta Seputar Animasi Anak Burka Avenger dari: http://media.iyaa.com/article/2017/04/fakta-menarik-seputar-animasi-anak-burka-avenger-antv-3587884.html
  3. Step aside, Wonder Woman: Pakistan(almost)Unveil Its First Ever Woman Superhero…the Burka Avenger dari: http://www.dailymail.co.uk/news/article-2379999/The-Burka-Avenger-Forget-Wonderwoman–Burka-Avenger-new-female-caped-crusader-Pakistan-unveils-female-superhero.html
  4. How Artists Are Fighting Extremism in Pakistan, One Comic Strip at a Time dari: http://thediplomat.com/2015/09/how-artists-are-fighting-extremism-in-pakistan-one-comic-strip-at-a-time/
  5. The All-Islamic Superheroes: Muslim Children loves ‘The 99’Comics, But the Hardliners Loathe their Creator-whose Trials for Heresy is Looming dari: http://www.independent.co.uk/arts-entertainment/books/features/the-all-islamic-super-heroes-muslim-children-love-the-99-comics-but-hardliners-loathe-their-creator-10101891.html
  6. Komik Islami ini Keren Banget! Menentang Radikalisme dengan Canda dan Sindiran dari: http://www.datdut.com/komik-islami-keren-banget-menentang-radikalisme-canda-dan-sindiran/

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage