Dibilang Munafik, Ternyata Kabar Patung Pahlawan Hoax

Dibilang Munafik, Ternyata Kabar Patung Pahlawan Hoax

20

Heboh-heboh soal patung beberapa waktu lalu cukup membuat kita sebagai masyarakat menjadi geger.

Cukup prihatin sebenarnya,  hanya dengan berdirinya sebuah patung yang jelas-jelas dikerjakan oleh dana patungan sebuah kelompok, lantas sebagian oknum masyarakat di Indonesia menjadi riuh. Berbagai macam cerita pun muncul kepermukaan, Dimulai dari isu mereka yang belum dibayar uang premannya, atau isu tentang belum ada izin mendirikan patung tersebut.

Berbicara mengenai patung di Tuban, tidak lepas kaitannya kasus sejenis dengan masa lalu tepatnya setahun yang lalu pada bulan Januari 2016, dimana saat itu juga ada isu soal merubuhkan patung.

Tema-nya Jihad Patung, provokatornya adalah Rizieq, target utamanya adalah patung-patung di Purwarkarta dan juga lebih menyerang ke Dedi Mulyadinya. Terkait permasalahan patung yang ada nuansa politiknya ini, sudah saya bahas dalam tulisan sebelumnya di Polemik Jihad Patung Hingga Pilgub Jabar Mendatang

Kembali ke Tuban, kemarin, saya sempat dikatakan Munafik oleh seseorang

“Dasar munafik lo semua, giliran patung pahlawan Indonesia Jendral Sudirman setinggi 15m susah izinnya”

Cukup sedih sebenarnya, tapi saya tau, mereka-mereka ini hanyalah orang, yang sudah ‘berhasil’ diprovokasi oleh para provokator, tanpa bisa berfikir sehat untuk lebih bisa menerima apa artinya keragaman di Indonesia.

Sampai disitu, saya terus berusaha mencari verifikasi data terkait tentang apa yang dituduhkan dengan patung Jendral Sudirman tersebut, pencarian data saya tidak sia-sia ternyata kemarin Twitter resmi  Mencuitkan kebenarannya:

Dijelaskan disana kalau;

Sudah di cek ke Yayasan Panglima Soedirman, info tersebut HOAX. Tidak ada kesulitan menempatkan patung tersebut

Seperti yang sudah saya duga sebelumnya kalau memang ternyata mereka-mereka ini adalah pemakan berita hoax, pemakan provokasi, tanpa pernah mencari tau kebenarannya terlebih dahulu,

Bersumber dari facebook berikut ini

Seperti yang kita lihat bahwa foto tersebut sudah hampir dishare sebanyak 9.000 kali

 

Kemungkinan besar mereka “bumi datar” langsung percaya informasi ini karena, penggungah yang bernama Darianto, terlihat seperti oknum TNI, seorang perwira yang berseragam TNI, Karena kesannya seperti itu, masyarakat bagian datar dengan kekuatannya di media sosial, langsung percaya, dan menyebarkannya ke berbagai tempat untuk di koar-koarkan.

Tapi sekali lagi, kebenaran di media sosial itu sangat sedikit sekali bisa dipertanggung jawabkan informasinya. Harus butuh waktu untuk mencari tau, seperti konfirmasi kepihak terkait, atau mencari fakta-fakta yang ada dari setiap informasi yang beredar di media sosial.

Masalahnya penduduk bagian datar, tidak bisa mencerna hal tersebut, bagi mereka, yang penting informasinya sesuai di hati, maka akan saya sebarkan sebanyak-banyaknya, mungkin itu prinsip mereka.

Padahal, bukan tidak mungkin akun facebook yang bernama Darianto, mengambil foto “oknum” TNI seperti pada gallerynya, kemudian akun facebook itu mengklaim seolah-olah foto orang tersebut adalah dirinya.

Dan sekarang, kembali ke Tuban, membandingkan kasus patung di Tuban dengan kenyataannya, bahwa tidak ada patung pahlawan yang mengalami “penolakan” mengapa warga Indoensia merasa keberatan? Itu hanyalah patung, sebuah objek yang bisa jadi objek wisata untuk daerah tersebut.

Nama Indonesia sudah tercemar sejak Pilkada DKI 2017 silam, nama Indonesia juga semakin diperbincangkan akibat sikap barbar di era tahun 2017 yang kelewatan dengan membakar manusia hidup-hidup. Kini nama Indonesia juga semakin dikenal dunia dengan kasus intoleransi terhadap patung?

Bahkan yang baru-baru saja terjadi sehari yang lalu ada kasus dimana, Remaja RI adu cerdas di kontes debat dunia, malah diributkan soal pakaian

Padahal faktanya mereka saat cultural night memakai kebaya, dan di sesi debat, mereka juga pakai batik. namun penduduk bagian datar tidak melihat hal tersebut mereka hanya langsung menafsirkan berdasarkan satu gambar yang diupload pada laman Kementrian Pendidikan

Coba kita lihat lingkaran setan disini, dimulai dari sebuah kepentingan, muncul provokasi juga hasutan berbagai macam versi, lalu muncul informasi-informasi hoax di media sosial, kemudian rakyat yang terpengaruh, jadi deh saling “nyinyir” parahnya sampai bakar orang dibekasi kemarin.

Sangat hebat orang yang punya kepentingan ini, sangat bodoh orang yang mau diperalat oleh orang-orang itu. Kapan bangsa Indonesia bisa maju?

 

 

Share.

About Author

Contact: https://goo.gl/8w2iKn

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage