Drama Puteri Indonesia 2017, Pengalihan Isu Ditangkapnya Sekjen FUI

Drama Puteri Indonesia 2017, Pengalihan Isu Ditangkapnya Sekjen FUI

13

Penangkapan sekjen Forum Umat Islam (FUI) bersamaan dengan pelaksanaan aksi 31 Maret atau 313, menjadi peristiwa yang paling disorot. Namun lupakan sejenak hal itu. Ada peristiwa lain yang sepertinya bisa ‘mengalihkan’ isu terkait sekjen FUI tersebut. Masih ingatkah kamu dengan kontroversi pengumuman pemenang di ajang Miss Universe 2015…? Dimana tragedi Putri yang Tertukar terjadi? Nah…, kontroversi serupa juga terjadi dalam gelaran Puteri Indonesia 2017 barusan. Demi apa… 🙂

Source: twitter.com/tarobalondrina

Saat aku menurunkan tulisan ini, hestek #PutriIndonesia2017 masih menjadi trending topic di Twitter. Jadi, kalau berdasarkan topik yang banyak dicuitkan, netizen sedang ramai-ramai membahas mengenai Puteri Indonesia yang baru saja terpilih. Bagaimana tidak…? Putri yang tertukar tak lagi sekadar judul sebuah sinetron. Tetapi telah menjadi kenyataan, melalui klimaks malam puncak Puteri Indonesia 2017, yang baru saja ditayangkan Indosiar.

Sekadar mengingatkan. Pada gelaran Miss Universe 2015, telah terjadi kekeliruan didalam mengumumkan nama pemenang. Pada awalnya, host Steve Harvey menyebut nama Miss Colombia, sebagai pemenang Miss Universe. Namun Miss Colombia harus menelan kekecewaan seumur hidup. Ternyata Steve Harvey salah dalam menyebutkan nama negara pemenang. Maka, tak sampai lima menit, mahkota prestisius Miss Universe, harus diambil dari kepala Miss Colombia. Alhasil, Miss Filipina-lah, yang menjadi the real winner dalam ajang Miss Universe 2015 lalu.

Kontroversi dalam penyebutan nama pemenang ini, rupanya tidak berhenti di kontes Miss Universe. Namun ‘menular’ ke ajang lainnya. Masih hangat di pikiran kita semua. Bagaimana perhelatan Oscars 2017 Februari kemarin, juga dibumbui dengan kesalahan dalam penyebutan nama pemenang. Untuk kategori film terbaik, awalnya diumumkan bahwa La la Land menjadi pemenang. Tetapi tak membutuhkan waktu lama, panitia menganulir hal tersebut. Bahwa pemenang film terbaik sesungguhnya adalah Moonlight.

Kontroversi dalam pengumuman pemenang, akhirnya menular juga ke Indonesia. Ya, entah apa yang terjadi. Perhelatan malam puncak Puteri Indonesia 2017, seakan mempunyai klimaks yang bakal dikenang sampai kapanpun. Apa yang terjadi di ajang Miss Universe 2015, terjadi lagi dalam gelaran beauty pageant tertua di tanah air ini.

Tiga besar Puteri Indonesia 2017 telah menunaikan tugas terakhirnya, yakni memberikan jawaban atas satu pertanyaan yang sama, dalam fase terakhir malam puncak yang diadakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Ketiga finalis tersebut, berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, dan DKI Jakarta 5. Choky Sitohang dan Zivanna Letisha (Puteri Indonesia 2008) selaku pembawa acara, telah siap mengumumkan sang pemenang Puteri Indonesia 2017.

Sebuah amplop telah dipegang oleh Choky dan Zizi. Tak lama, Choky pun meneriakkan DKI Jakarta 5, sebagai puteri runner up 2 alias juara tiga. Puteri DKI 5 itu atas nama Bunga Jelitha Ibrani. Dengan senyum tetap mengembang, Bunga lantas maju dan melambaikan tangan kepada para penonton dan pendukungnya. Bunga pun berjalan ke sisi samping, dan memberikan kesempatan kepada kamera Indosiar untuk menyorot dua finalis tersisa. Karina Nadila dari NTT, dan Kevin Liliana dari Jawa Barat.

Nah…, dari sinilah, drama itu terjadi. Ketika Karina dan Kevin sudah berada di tengah-tengah panggung untuk menunggu siapa diantara mereka yang menjadi pemenang, tiba-tiba Choky dan Zizi menghentikan pengumuman. Choky berujar, bahwa segenap dewan juri belum memberikan hasil finalnya. Kemudian kamera menyorot sedikit perdebatan yang terjadi di sudut meja juri. Barangkali dewan juri belum seluruhnya sepakat dengan urutan pemenang dari Puteri Indonesia 2017.

Tak berlangsung lama, sekretaris dewan juri yang bernama Mega Angkasa, terlihat bergerak cepat kearah Choky dan Zizi. Di momen ini, kamera Indosiar menyorotnya dengan begitu jelas. Mega Angkasa terlihat memberikan secarik kertas kepada Choky, seraya berusaha menjelaskan sesuatu. Choky dan Zizi terlihat terkejut. Namun mereka tetap berusaha stay cool. Mengingat kamera yang fokus menyorot mereka berdua. Mega Angkasa pun menjauhi Choky dan Zizi. Dan di titik inilah, drama mencapai puncaknya.

Dengan suara lantang namun mengandung penyesalan, Choky berujar bahwa dewan juri telah melakukan kesalahan.

Akibat kesalahan ini, Karina dan Kevin yang sudah gedhe rasa bakal menjadi pemenang, harus menelan ludah. Mereka diminta untuk kembali ke belakang. Dan Bunga, yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai puteri runner up 2, diminta kembali ke posisinya. Posisi tiga besar kembali seperti semula.

Tidak menunggu lama, Choky dan Zizi langsung mengumumkan siapakah sebenarnya juara 3 alias Puteri Indonesia Pariwisata 2017. Dan ternyata itu bukanlah Bunga dari DKI 5. Melainkan Karina Nadila dari NTT…!

Karina yang beberapa detik sebelumnya berada di posisi dua besar, ternyata hanya finish sebagai puteri runner up 2. Padahal, Karina mempunyai pendukung yang banyak di lokasi acara. Selain itu, Karina adalah seorang artis. Dia wara-wiri sebagai pemain FTV di sejumlah stasiun televisi. Karina juga sempat membintangi iklan kosmetik Wardah.

Source: twitter.com/indosiarID

Namun apa mau dikata. Rupanya juri berkata lain. Predikat sebagai seorang artis, nampaknya belum cukup bagi Karina untuk mencuri mahkota Puteri Indonesia. Selanjutnya, giliran Kevin dan Bunga, yang akhirnya menjadi the real top 2. Dan tak disangka-sangka…, nama Bunga-lah, yang diteriakkan oleh Choky sebagai pemenang Puteri Indonesia 2017. Hasil ini menempatkan Kevin dari Jawa Barat, sebagai runner up 1 alias Puteri Indonesia Lingkungan 2017.            

Yaa…, BUNGA JELITHA IBRANI, adalah Puteri Indonesia 2017 🙂

Drama yang sebenar-benarnya drama. Kejadian di ending malam puncak Puteri Indonesia barusan, seolah tidak mau kalah dengan kontroversi yang terjadi dalam gelaran Miss Universe 2015 dan Oscars 2017. Sungguh TERLALU, kalau kata Rhoma Irama.

Bunga Jelitha dari DKI Jakarta, Puteri Indonesia 2017. Source: bintang.com

 

Drama Salah Sebut Pemenang adalah Settingan…?

Ajang Puteri Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perusahaan kosmetik terkemuka tanah air: Mustika Ratu. Perusahaan milik Mooryati Soedibyo ini, telah begitu all out, dalam menyelenggarakan kontes Puteri Indonesia, sejak 1992. Tak salah jika menyebut Puteri Indonesia adalah kontes kecantikan tertua, sekaligus terdepan, yang ada di negeri ini.

Bagaimana tidak terdepan…? Puteri-puteri ‘jebolan’ Puteri Indonesia, nyaris semuanya menjadi public figure. Mulai dari Indira Soediro, puteri edisi 1992. Kecantikan Indira bahkan konon sempat meluluhlantakkan hati sang pangeran cendana: Tommy Soeharto.

Selanjutnya, siapa yang tidak mengenal Venna Melinda. Politisi partai Demokrat ini, adalah puteri edisi 1994. Lalu aktris dan presenter kondang Alya Rohali, puteri edisi 1996. Berlanjut ke Angelina Sondakh. Puteri edisi 2001, yang sekarang menjadi pesakitan karena kasus korupsi. Dari partai apa…? Yah, nggak usah disebutkan, deh!

Berlanjut ke aktris dan presenter Melanie Putria, puteri edisi 2002. Lalu ada Artika Sari Devi, aktris dan presenter tersohor sebagai edisi 2004. Terus Nadine Chandrawinata, cewek blasteran Jerman yang sekarang lebih aktif sebagai aktivis lingkungan, edisi 2005. Lalu ada Elvira Devinamira, edisi 2014. Pada tahu, kan..? Kalau Elvira sempat dituduh mempunyai hubungan khusus dengan mantan ketua KPK Abraham Samad, hehee. Ada lagi Anindya Kusuma Putri, edisi 2015. Puteri tomboy yang sempat menghebohkan seisi tanah air, lantaran memakai kaos berlambang palu arit. Hadeehh…

Kontroversi yang terjadi dalam perhelatan Puteri Indonesia 2017, menjadi satu kejutan yang tidak disangka-sangka. Sebuah ‘tragedi’ yang mengantarkan Bunga Jelitha sebagai pemenang. Segenap netizen ramai-ramai membicarakan acara Puteri Indonesia barusan. Beberapa diantaranya sampai menuduh, bahwa kesalahan dalam menyebutkan nama pemenang ini, adalah usaha yang sudah disetting dengan sempurna.

Yayasan Puteri Indonesia (YPI) selaku panitia penyelenggara, dan Indosiar selaku official broadcaster, tentu berharap acara Puteri Indonesia bisa menarik sebanyak-banyaknya penonton di rumah. Apalagi pengisi acaranya tidak tanggung-tanggung lho…?!

Dari komposisi dewan juri, terdapat beberapa sosok yang tidak main-main. Dari jajaran Kabinet Kerja, terdapat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Kemudian ada Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf.

Bunga selfie dengan dua juri: Ivan Gunawan dan Miss Universe 2005 Natalie Glebova. Source: detik.com

Dari unsur selebriti, terdapat Ivan Gunawan. Seorang pelawak dan desainer. Dan satu yang mentereng: Miss Universe 2005 dari Kanada, Natalie Glebova. Hadirnya Natalie semakin menunjukkan, bahwa Puteri Indonesia bukanlah ajang ecek-ecek yang cuma mencari cewek-cewek cantik belaka. Tetapi faktor brain dan behaviour, haruslah sepaket dengan kecantikan lahiriah yang telah dianugerahkan Tuhan. Tidak ketinggalan, ada penampilan musisi internasional: Daniel Powter.

Adanya dugaan settingan dalam kontroversi yang menghiasi acara Puteri Indonesia 2017, memang perlu pembuktian. Tetapi ya sudahlah. Ada tidaknya upaya settingan, aku pribadi sungguh menikmati sajian malam puncak Puteri Indonesia barusan. Apalagi bisa melihat sosok Miss Universe 2016 dari Prancis: Iris Mittenaere. Bagaimana ucapan Iris yang menggunakan bahasa Prancis, menjadi hiburan tersendiri, hahaa. Kamu tahu sendiri, kan…? Bahasa Prancis itu kayak apa. Kayak orang kumur-kumur, huahahahaaa 🙂 Iris juga mengenal Anggun. Penyanyi kawakan Indonesia yang sekarang telah menjadi warga negara Prancis.

Sebelum menjadi Puteri Indonesia 2017, Bunga Jelitha adalah seorang supermodel. Source: indonesianpageants.com

By the way, selamat buat Bunga Jelitha Ibrani. Kiprahmu bakal kutunggu. Tunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kamu bukan cuma sekadar supermodel. Tetapi sanggup menjadi rolemodel, khususnya bagi wanita Indonesia. Cie… cie… cieee. Jangan cuma menjadi pembawa nampan untuk acara-acaranya Pak Jokowi, ya…?!

Share.

About Author

A history - TV shows - politics - general issues - media's freak. Non partisan. Udah, gitu aja.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage