Hoax! Pemilik Situs ‘baladacintarizieq’ Tidak ada di Pejaten!

Hoax! Pemilik Situs ‘baladacintarizieq’ Tidak ada di Pejaten!

11

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membantah akan pemilik domain situs www.baladacintarizieq.com berada di Indonesia dan bernama Irfan Miftach yang memiliki alamat di Jalan Seno Raya, Pejaten Timur, Jakasrta Selatan. Argo mengatakan bahwa sejauh ini polisi pun masih mencari keberadaan penyebar situs tersebut.

Orang-orang kaum bumi datar yang mengatasnamakan Muslim Cyber Army pun ternyata menggunakan nama tersebut tanpa seizin ketua Muslim Cyber Army. Muslim Cyber Army sempat melakukan klarifikasi bahwa mereka tidak tertarik kepada dunia politik yang kotor.

Damar Juniarto selaku Kooridnator Regional Southeast Asia Freedom of Expression Network pun mengatakan kebanyakan pelaku persekusi di medsos yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok MCA, bukanlah kelompok yang pernah menyentuh politik di Indonesia.

“Perlu disampaikan ini bukan Muslim Cyber Army yang benar ya. Memang ada kelompok yang benar tapi mereka tidak pernah menyentuh politik Indonesia,” ujar Damar usai diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (4/6/2017).

Dari analisis yang dilakukan oleh SAFE Net, kelompok yang ‘mengaku’ dirinya sebagai MCA merupakan kelompok yang memelopori tindakan persekusi di Indonesia. Jadi, dengan hal ini, pihak kepolisian dan SAFE Net BENAR dalam statement mereka bahwa MCA tidak pernah menyentuh politik Indonesia.

Bahkan kaum bumi datar mengatakan penyebar situs bernama Irfan Miftach ini, tinggal di Indonesia, Pejaten, daerah teman Ahok? Rasa-rasanya, bukan raisa-raisanya, isu semacam ini sudah menjadi isu yang kelewatan. Mereka bahkan berani mengunggah (upload) foto Irfan Miftach, padahal seluruhnya adalah HOAX.

“Tidak benar itu (berada di Pejaten),” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/6/2017).

Meskipun demikian, Argo membuka peluang dan ingin melibatkan masyarakat untuk membantu pihak kepolisian menyelidiki penyebar situs baladacintarizieq ini. Polisi membuka kesempatan untuk masukan dari masyarakat. Argo Yuwono pun membantah hoax yang tersebar selama ini.

Kasihan sekali orang-orang tak bersalah dijadikan kambing hitam. Ingatkah kalian dengan Steven yang sampai sekarang masih menjadi misteri penghinaan gubernur NTB? Entah mengapa, isu-isu etnis dan ras semacam ini sangat laku diberikan kepada para kaum bumi datar yang sumbunya pendek.

Isu SARA menjadi isu yang sangat laku, karena para kaum bumi datar, khususnya kaum radikal, merasa dapat melakukan ejakulasi dengan menghina orang-orang yang tidak bersalah, yang belum tentu eksis di dunia nyata. Melihat dari ciri-ciri wajahnya, kita tahu bahwa IM ini adalah orang bermata sipit dan kulit putih. Jikalau memang benar, dimanakah kasus-kasus semacam ini sekarang?

Apakah sesederhana Steven minta maaf karena makian yang kasar? Rasa-rasanya, melihat karakter dari para laskar togel, mereka tidak mudah memaafkan seseorang. Lihat saja Ahok yang tidak ada niat menista agama, lalu sudah meminta maaf, namun masih ingin digantung.

Tidak dapat dibayangkan oleh saya jika memang Steven benar-benar ada, apa yang terjadi pada dirinya. Lagi-lagi hal ini mengindikasikan bahwa kasus itu, seharusnya tidak ada. Maka sama halnya dengan kasus penyebar situs ‘baladacintarizieq’ yang sekarang sudah di-ban.

Mungkin saja hal ini direkayasa, agar memperkeruh suasana, dan membuat kesenjangan suku dan ras semakin besar. Siapa yang mereka-rekakan hal yang jahat ini? Dapatkah para pembaca Seword menebak siapa dalang yang menciptakan ‘hoax’ semacam ini? Siapakah ‘Bapak dari Segala Pendusta’ di balik semua hoax ini?

Bantahan polisi yang cepat, memang seharusnya dilakukan. Jangan sampai orang-orang yang tidak bersalah, menjadi objek fitnahan para kaum sumbu pendek dan bumi datar penyebar hoax. Jangan sampai dengan hoax ‘tertangkapnya penyebar situs baladacintarizieq’, justru menjadi bumerang bagi penyebar hoax tersebut. Hidup ini singkat, jangan gunakan hidup yang sementara ini, menyebarkan hoax.

Karena bohong itu dosa. Hoax itu dosa, jika dosa maka masuk neraka. Sorga dan neraka tentu bukan dilihat dari pemimpin yang kita pilih, namun konsep sorga dan neraka lebih cenderung dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan di dunia ini. Jika kita adalah manusia yang memiliki agama, tentu kita harus sadar, bahwa agama yang kita anut harus membawa perubahan bagi diri kita.

Rasanya konsep ketuhanan harus diperlihatkan dengan cara-cara yang manusiawi. Polisi harus menangkap penyebar berita hoax. Jangan sampai orang-orang yang tidak bersalah, menjadi korban hoax yang diviralkan oleh kaum garis keras.

Betul kan yang saya katakan?

Jika pembaca ingin melihat dan menikmati buah pemikiran saya yang lainnya, silakan klik link berikut:

https://seword.com/author/hans-sebastian/

http://nasional.kompas.com/read/2017/06/04/23030041/.muslim.cyber.army.yang.asli.tak.pernah.campuri.politik.indonesia.

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/12/17561731/polisi.bantah.pemilik.situs.baladacintarizieq.com.ada.di.pejaten

Share.

About Author

Si awam yang mau berpikir sampai ke awan. Twitter dan Instagram @hysebastian Terbuka untuk diskusi via disqus maupun e-mail. hysebastian.seword@gmail.com. Kumpulan tulisan: https://seword.com/author/hans-sebastian/

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage