Jelang 2 Tahun Seword: Titik yang Sama

Jelang 2 Tahun Seword: Titik yang Sama

148

Sejak 6 September 2017, akhirnya sesuatu yang saya takutkan terjadi, ada serangan ddos yang sangat terstruktur, sistematis dan massif ke wp-admin Seword. Para penulis jadi tidak bisa login dan menayangkan artikelnya.

Seword.com memang tetap online, karena kalaupun terkena serangan ddos tak akan terlalu berpengaruh. Tapi kalau wp-admin diserang, kata IT Seword, “memang itulah kelemahan WordPress.”

Sejak November 2015, saat awal membangun Seword, tak ada yang akan mengira bahwa web yang saya asuh dan kelola ini akan memiliki ribuan penulis seperti sekarang. Seword berangkat dari nol, berawal dari 250 ribu rupiah untuk membeli hosting dan domain selama setahun. Menggunakan platform WordPress karena cuma ini yang mudah dan tak perlu bayar developer.

Pertengahan 2016, saya sudah memiliki feeling bahwa Seword akan tumbuh besar dan sangat diperhitungkan oleh siapapun. Sehingga saya berpikir untuk mencari dana untuk develop framework yang lebih representatif dan aman. Saya ajukan ke beberapa orang teman dan pembaca, hampir semua orang yang ada dalam kontak hape saya hubungi untuk memberitahukan bahwa saya punya ide dan yakin Seword akan berkembang. Namun hasilnya nol, tidak ada satupun orang yang saya kenal, bersedia meminjamkan uangnya untuk beberapa bulan.

Saya kemudian menyerah mencari dana baru. Memilih jalan sunyi berkembang secara perlahan, dan kalaupun nanti “kelemahan wordpress” itu diketahui lawan, saya berpikir pasti akan ada orang yang mau membiayai atau meminjamkan uangnya untuk membuat framework Seword.

Akhirnya saya bergerak merealisasikan ide-ide yang ada di kepala, membangun sistem manajemen sederhana. Saya juga tidak takut kalau terkena ddos atau serangan-serangan lainnya. Karena saya sangat yakin, kalau terserang ddos, berarti Seword sudah diperhitungkan. Dan saya tak akan pernah menyesal telah memulai dan membangunnya.

Akhir 2016, ada seorang pembaca menghubungi saya, ingin bertemu dan berdiskusi. Setelah melakukan verifikasi, akhirnya saya putuskan untuk menemuinya. Singkat cerita, beliau merasa salut dengan perjuangan seword yang lahir dari kreasi anak muda daerah terpencil di Indonesia. Dan merasa tergerak hatinya untuk ikut berpartisipasi. “apa yang bisa kami bantu?” begitu pertanyaan awal dan masih sangat saya ingat sampai sekarang.

Saya kemudian menceritakan bahwa ada kelemahan dan ada keharusan Seword untuk memiliki framework yang lebih bagus. Dan alhamdulillah beliau berkenan meminjamkan dananya, meski tanpa jaminan dan tanpa kontrak yang mengikat. Bahkan kalau saya gagal mengembalikannya, beliau anggap sebagai resiko investasi.

Sampai di sini pembaca Seword mungkin akan bertanya-tanya, apa iya ada orang seperti itu di jaman ini? ada!

Selain itu, Seword juga memiliki tim IT yang bersedia mengerjakan apa yang kami butuhkan meski dengan bayaran yang sangat miring. Ibaratnya, jika orang lain harus membayar 100 juta rupiah untuk melakukan convert data, tapi karena untuk Seword, mereka mau saja dibayar hanya 20 persennya. Kata mereka, ini untuk Indonesia dan surga.

Seword juga memiliki beberapa admin yang rela dibayar kurang layak. Salah satu alasan kenapa mereka mau adalah, karena dia sepaham dan sepemikiran dengan saya.

Seword juga memiliki ribuan penulis yang rela hanya dibayar Rp 3 perhits. Alasan kenapa mereka mau, kalau anda tanyakan, mungkin jawabannya sama: karena sepemikiran dengan Mas Alif dan ingin ikut berkontribusi untuk negeri ini.

Secara logika dan hitung-hitungan bisnis, anda pasti akan menganggap bahwa semua catatan perjalanan jelang 2 tahun Seword ini adalah omong kosong, tidak masuk akal. Sebagian bahkan membuat berita hoax bahwa Seword mendapat 4 milyar dari pengusaha hitam. Banyak juga yang menganggap bahwa Seword adalah peliharaan Istana.

Jujur, sebenarnya saya sangat menunggu ada dana 4 milyar masuk ke rekening PT Seword Media Utama. Sangat bahagia bila Istana benar-benar mau membiayai dana operasional Seword. Tapi semua itu hanyalah hoax termanis dan paling diharapkan oleh saya dan seluruh keluarga besar Seword. Andai hoax yang mereka buat itu bukan hoax, saya akan senyum-senyum saja disebut menerima 4 milyar dan sebagainya. Tapi masalahnya itu hoax, 4 milyarnya tidak dapat, tapi hujatannya sudah sampai ke telinga barisan para mantan. Haha

Tetapi, inilah Seword, inilah kami para admin, beliau-beliau yang bersedia membantu tanpa jaminan atau kontrak, tim IT super dan ribuan penulis. Kami bertemu pada titik yang sama: mengawal opini publik, mengimbanginya, agar tidak didominasi oleh kelompok-kelompok politisi dan mafia.

Semakin diserang, semakin dana milyaran rupiah dihambur-hamburkan hanya untuk mengirimkan ddos, semakin kami yakin bahwa yang kami hadapi benar-benar mafia dengan segala kepentingannya. Perusak dan perusuh yang tak mau orang lain bersuara melawan apa yang telah mereka ucapkan. Begitulah kura-kura.

Share.

About Author

Analyst, Pemikir, Pakar Mantan dan Spesialis Titik-titik WA: +15068028643 BBM: 74B86AE4

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage