Paling Kotor dan Terpolarisasi; Kekalahan Ahok dalam Sorotan Media Asing dan Arti Kedatangan Pence

Paling Kotor dan Terpolarisasi; Kekalahan Ahok dalam Sorotan Media Asing dan Arti Kedatangan Pence

86

Pilgub DKI tidak hanya menyita perhatian warga luar DKI, dunia pun memantau proses pelaksanaan pemilihan gubernur yang sarat emosi ini. Sehari setelah kekalahan Ahok, media arus-utama luar negeri ramai-ramai membuat analisis. Negara yang berpenduduk 260an juta jiwa ini jadi sorotan karena merepresentasikan penduduk dunia dengan komposisi yang unik dan plural.

Media asing membuat ulasan hampir dengan kekuatiran yang sama tentang penggunaan isu agama dan ras dalam kampanye. Akibat kampanye kotor itu, dikuatirkan hubungan kelompok masih akan menemukan kesulitan dalam meretas perbedaan. Kampanye bernada rasial di negara berpenduduk mayoritas muslim ini dianggap rawan dan berpotensi memecah-belah bangsa.

Kemenangan kalangan konservatif

Media ternama Amerika Serikat (AS) CNN, pada Kamis (20/4/2017), pada artikelnya tentang Pilgub Jakarta memberi judul ‘Jakarta governor concedes election after divisive campaign‘. Artikel tersebut menyoroti divisive campaign yang telah merusak nilai toleransi dalam kebhinekaan yang selama ini justru menjadi permata paling berharga dari bangsa yang majemuk ini.

Bahkan untuk perilaku kampanye memecah-belah, tak sungkan CNN menyebut apa yang dilakukan selama kampanye sebagai ‘paling kotor, paling terpolarisasi’,”. Disebut kotor, karena telah menginjak harkat tertinggi manusia dengan polarisasi sektarian.

Media CNN juga menyinggung tentang kalangan konservatif yang makin menguat pada Pilkada DKI kali ini. “Kekalahannya ini kemungkinan akan dipandang sebagai kemenangan bagi kalangan muslim konservatif negara itu, yang sungguh-sungguh berkampanye melawan Gubernur Kristen beretnis China yang dikenal sebagai Ahok itu,” demikian ulasan CNN.

NYT: kemenangan kelompok konservatif

Sementara, New York Times (NYT), memberi judul ‘Jakarta Governor Concedes Defeat in Religiously Tinged Election‘ dalam tulisan yang mengangkat soal pilkada Gubernur DKI Jakarta, NYT menyebut kekalahan Ahok ini sangat ‘menghancurkan’. Menurutnya, kekalahan Ahok adalah dampak penggunaan agama sebagai senjata politik. Senjata paling mematikan sekaligus paling berpotensi chaos, karena taktik itu sejatinya membawa sentimen kelompok idenitas agama dan etnis berhadap-hadapan.

Bagi NYT kemenangan Anies-Sandi membuka pinta yang lebar bagi kelompok konservatif untuk memasukkan agendanya. “Kekalahan Basuki akan semakin memberanikan kelompok-kelompok garis keras untuk memberikan tekanan lebih lanjut di Jakarta dan pemerintah pusat untuk mewujudkan agenda ultrakonservatif, yang meliputi pelembagaan hukum Islam dan melarang penjualan alkohol.” Demikian ulasan NYT.

Bahkan, media Arab yang berbasis di Doha Qatar, Al Jazeera  tak segan menyebut kalau ‘kasus penistaan’ telah membantu kemenangan Anies. “Baswedan, seorang politikus muslim yang berpendidikan tinggi, diuntungkan oleh serangan terhadap Purnama dengan meraup dukungan pemimpin religius konservatif dan tokoh beraliran radikal yang menentang pemilihan seorang non-muslim,” demikian tulis Al Jazeera.

Dalam ulasannya Al Jazeera memberi judul ‘Governor Ahok concedes Jakarta election to Baswedan‘ dalam artikelnya. “Kampanye yang terpolarisasi telah memberikan panggung nasional bagi kelompok muslim konservatif Indonesia,” Sorotan kelompok konservatif menunjukkan kekuatiran media asing akan bahaya intoleransi.

WSJ: menang karena mayoritas

Adapun artikel Wall Street Journal (WSJ) menulis soal kekalahan Ahok dengan judul ‘Islamist-Backed Candidate Ousts Jakarta’s Christian Governor‘. WSJ terang menyebut Ahok sebagai kesayangan Presiden harus tersingkir karena minoritas. Mereka berpendapat bahwa islam garis keras telah membalikkan keadaan hanya karena mereka menunjukkan kekuatan mayoritasnya.

“Pemilih di Ibu Kota menggulingkan minoritas Kristen, orang kepercayaan presiden, dalam pemilihan gubernur, menggantikannya dengan kandidat yang menunggangi gelombang dukungan Islamis garis keras yang telah membalikkan politik di negara mayoritas muslim terbesar di dunia itu,” ulas WSJ. WSJ menyadari bahwa kekalahan Ahok adalah karena dia minoritas, dan ini pun menggambarkan bahwa di Indonesia, khusus Jakarta belum sepenuhnya bisa menerima kelompok minoritas.

Ujian toleransi dan kedatangan Mike Pence

Senada dengan WSJ, USA Today merilis artikel dengan topik ‘Muslim voters oust Jakarta’s Christian governor‘ yang isinya juga mengulas soal Pilkada DKI Jakarta. USA Today juga menyebutkan Pilgub telah meningkatkan tensi agama dan etnis. “Pemilu pada Rabu (19/4) merupakan ujian bagi reputasi toleransi beragama di Indonesia.”

Media Inggris, BBC, juga membahas Pilkada DKI dalam artikelnya berjudul ‘Jakarta election: Christian governor concedes to Muslim rival‘. BBC pun melihat pertarungan ini adalah muslim dan kristen. Mengangkat keduanya (muslim-kristen) dalam isu Pilkada terang berpotensi menurunkan derajat toleransi yang sekian lama sudah terawat dengan baik.

Media Inggris lainnya, Reuters, justru menyinggung kedatangan Wakil Presiden AS Mike Pence yang berdekatan dengan Pilkada DKI. “Pemilu digelar menjelang kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence, saat pemerintahan (Presiden AS Donald) Trump berupaya mencapai kekuatan kawasan dengan lebih terlibat di negara terbesar keempat di dunia dan negara mayoritas muslim terbesar tersebut,” demikian ditulis Reuters.

Ulasan Reuters tampaknya ingin mengaitkan kedatangan Mike Pence dengan hasil Pilgub yang membawa kemenangan bagi kalangan konservatif. Apakah ini mengindikasikan adanya titipan AS untuk Jakarta?

Foto: kompas.com

Sumber:

http://edition.cnn.com/2017/04/19/asia/jakarta-election-results/

https://www.nytimes.com/2017/04/19/world/asia/jakarta-election-ahok-anies-baswedan-indonesia.html?_r=0

http://www.aljazeera.com/news/2017/04/governor-ahok-concedes-jakarta-election-baswedan-170419174009760.html

https://www.wsj.com/articles/jakarta-votes-in-election-seen-as-test-for-indonesias-secular-democracy-1492564083

https://www.usatoday.com/story/news/world/2017/04/19/election-jakarta-indonesia-governor-anies-baswedan/100646116/

http://www.bbc.com/news/world-asia-39636974

https://news.detik.com/berita/d-3479227/media-asing-ramai-beritakan-kekalahan-ahok-dalam-pilkada-dki

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage