Parah! Mantan Staf SBY Tuding Makam Munir Tidak Dirawat, Begini Balasan Netizen

Parah! Mantan Staf SBY Tuding Makam Munir Tidak Dirawat, Begini Balasan Netizen

103

Benar memang kata orang, karakter seseorang tidak akan pernah berubah jika belum sungguh-sungguh ada kesadaran dari orang tersebut mau berubah. Bertobat yang sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar lip service. Kalau sudah begitu, orang yang tidak sadar dan belum bertobat ini, mau bulan puasa atau Idul Fitri pun tidak akan pernah berubah.

Hal ini sepertinya dialami oleh mantan staf khusu Presiden RI ke-6 Susilo bambang Yudhoyono, Andi Arief. Entah apa yang ada dalam otaknya dan kepribadiannya, Andi yang sedang mengunjungi makam Munir, malah memicu kegaduhan di dunia maya dan menimbulkan kemarahan karena menyatakan pernyataan yang tendensius dan provokatif.

Berikut adalah pernyataannya..

Munir di Jakarta sering jadi komoditas politik para LSM, tapi.. Makamnya tidak ada yang merawat .

Pernyataan Andi ini sontak mendapat banyak respon dari warga net. Yang paling keras mengomentari cuitan tendensius Andi ini adalah akun twitter Omah Munir yang merupakan museum pertama di Indonesia yang dalam hal koleksi dan tema mengangkat masalah-masalah Hak Asasi Manusia.

Omah Munir yang didirikan dengan semangat almarhum Munir langsung mempertanyakan apakah Andi sudah bertanya kepada keluarga atau tidak, sehingga muncul tudingan bahwa makam Munir tidak dirawat?? berikut cuitannya.

Anda sudah pernah tanya kel. Cak Munir? Kl blm gak elok komen begini. Kenapa dulu tdk menuntaskan kasusnya,tanya dong!!

Pernyataan Omah Munir ini dengan telak menohok pernyataan Andi yang menyebut makam Munir tidak dirawat. Andi yang sepertinya memang ingin mencari perhatian dengan memposting cuitan seperti ini tidak etis kalau menuding makam ini tidak dirawat. Hal ini tentu saja secara tidak langsung menuding keluarga Munir tidak pernah merawatnya.

Padahal kalau diamati, makam Munir tersebut bukanlah tanda makam yang tidak dirawat. Jika kita melihat gambarnya, makam tersebut masih dalam kategori terawat karena rumput-rumput di sekitarnya tidak ada yang tinggi dan menutupi makam. Lalu mengapa Andi menyebut makam ini tidak dirawat??

Sampai saat ini tidak tahu apa maksud Andi Arief membuat pernyataan tersebut. Tetapi tidak berapa lama, andi menuliskan permintaan maafnya kepada keluarga Munir terkait pernyataannya, tetapi tetap tidak mau mencabut pernyataannya terkait makam Munir tersebut.

Saya berpikir mungkin Andi ini sedang senewen dengan LSM-LSM di Jakarta sehingga dia menulis pernyataan seperti ini. Atau dia sedang sok-sokan bersimpatik terhadap temannya Munir, tetapi malah memakai makam temannya ini untuk cari perhatian dan menyerang LSM di jakarta.

Apapun yang menjadi motivasi Andi Arief, tetap saja para netizen lebih jago dan pintar daripada mantan staf SBY yang memang terkenal tukang nyinyir ini. Berikut adalah balasan beberapa netizen yang menohok Andi Arief.

Mendiang Munir punya keluarga. Jangan lebai & jadikan makam Munir jadi komoditas caper!

Mbok ya sahabatnya yg banyak duit perbaiki makam almarhumah, pria yg batik ini sahabat alm Munir bukan?

Kpd YTH bpk sungguh tdk elok lakukan pencitraan di makam Alm Munir dan menulis kata2 yg tendensius seperti itu. Palsu!!!

knp politisasi makam munir pdhl.ini domain keluarga yg ikut tradisi Arab tdk pugar makam? cek dulu sblm kritik

Mas bicara soal makam Munir yang tak dirawat, merawat ingatnmu mas,soal salinan dokumen TPF yg hilang di setneg itu gimana?

Parahnya, cuitan Andi Arief ini tidak berhenti sampai disini. Politisi Demokrat lainnya malah ikutan nyinyir dan jadikan ini serangan politik kepada Jokowi. Ini pada sedang puasa atau tidak?? Menggunakan makam Munir sebagai pencitraan politik dan menyerang lawan politik menurut saya sangatlah tidak etis dan manusiawi.

Bagaimana hati mereka ini kok begitu tega memakai makam Munir sebagai dasar menyerang orang lain padahal semasa mereka memimpin negeri ini, tidak ada satu pun sikap tegas mereka menyelesaikan kasus hukum Munir. bahkan dokumen TPF pun bisa hilang di masa kepemimpinan mereka.

Kalau sudah begini, maka saya jadi paham kalau bagi politisi-politisi tukang nyinyir seperti mereka ini tidak akan pernah paham untuk apa berpuasa. Bukannya belajar menahan diri untuk tidak nyinyir dan fitnah bahkan menyerang dengan tuduhan yang aneh-aneh, malah jadikan makam Munir sebagai pencitraan politik. Semoga saja suatu saat orang-orang ini bisa sadar dan bertobat.

Salam #ArtiRamadhan.

Share.

About Author

Tidak Bisa Diam Kalau NKRI dan PANCASILA serta Keadilan dipermainkan.. Yang mau WA2an boleh ke 0895327271099

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage