Pedih! Aksi #BlokirJokowi Gagal Total, Follower Jokowi Masih 7,79 Juta

Pedih! Aksi #BlokirJokowi Gagal Total, Follower Jokowi Masih 7,79 Juta

97

Ada-ada saja memang kelakuan hatters, kaum sumbu pendek, kaum bumi datar, dan yang sejenisnya. Entah dapat angin darimana dan siapa yang memulai melakukannya, tetapi tindakan membuat sebuah aksi menyebar tagar di media sosial. Aksi dilakukan karena mereka protes kalau Telegram diblokir oleh pemerintah.

Ya, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara. Alasan pemblokiran sendiri seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah untuk keamanan negara. Telegram memang sejak lama disinyalir menjadi media yang dipakai untuk aksi terorisme.

“Pemerintah kan sudah mengamati lama, mengamati lama, dan kita kan ini mementingkan keamanan, keamanan negara, keamanan masyarakat, oleh sebab itu keputusan itu dilakukan,” ujar Jokowi saat ditemui wartawan usai dirinya meresmikan Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Pernyataan Jokowi ini diamini oleh Menkominfo, Rudiantara, yang mengklaim bahwa aplikasi Telegram benar-benar dipakai oleh para teroris. Untuk melakukan aksi dan menggalang simpatisan. Bahkan menurut Menteri Rudiantara, melalui telegram juga ada ajakan untuk membuat bom.
“Yang kita blokir itu pada aplikasi di web,” kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017).
“Ada ajakan membuat bom, bergabung dengan organisasi teroris,” ujarnya.
Merasa tindakan pemerintahan ini menjadi sebuah rentetan menghambat dan membungkam demokrasi di Indonesia setelah Jokowi mengeluarkan Perppu tentang Ormas. Dengan komando yang salah satunya digalang oleh anggota dewan independen, Fahri Hamzah, aksi ini sudah dilakukan sejak semalam.
Sempat ramai sampai hari ini dan menjadi trending topic nomor 1 di Twitter, tetap saja tidak membuat Jokowi kehilangan followernya. Kalau kita lihat, dari akun resmi twitter Presiden Jokowi, jumlah pengikutnya sampai sore ini masih ada 7,79 juta.
Lalu apa yang menyebabkan aksi ini seperti memukul angin atau tidak ada gunanya serta tidak berdampak kepada follower Jokowi??
Ada beberapa kemungkinan. yang pertama (1), para pemblokir Jokowi bukanlah follower Jokowi. Yang kedua (2), para pelaku aksi blokir adalah akun robot, dan yang ketiga (3), aksi ini hanya ramai-ramai saja sebagai trending topic tetapi kenyataannya tidak banyak yang melakukannya.
Padahal, dalam menggalang aksi ini, Fahri Hamah sudah berceramah panjang lebar di twitternya untuk menjelaskan mengapa aksi ini dilakukan. Inilah beberapa cuitannya.
Negara jangan membangun kecurigaan karena belum punya pengetahuan tentang arsitektur masa depan kolektif kita..
Presiden jangan berpura-pura rendah hati..sebab salah satu yang dibongkar oleh kebebasan ini adalah kepura-puraan..
Hestek adalah cara kita menolong presiden kita agak tidak memulai tindakan sewenang-wenang.
Ayo jaga persatuan… untuk mengingatkan.. BISMILLAH… SELAMAT AKHIR PEKAN..
Inilah beberapa fakta lucu dan kebanggaan semu dari mereka yang berusaha menjatuhkan pamor Jokowi melalui akun twitter. Mereka berpikir bahwa aksi ini akan membuat dunia internasional akan merasa gaduh dan juga dunia twitter, nyatanya tidak. Inilah kebanggaan mereka tersebut.

Baru ada di NKRI, Presiden diBlokir Rakyatnya Mudah2an omsetnya tdk Turun sprti sariroti..eh !

Kelabakan hestek menggema dan rakyat ramai2 blokir, akun disuntik follower palsu! Silakan dicek kalau gak percaya! 😂

PERTAMA DI DUNIA Presiden Diblokir Rakyatnya Sendiri, Jadi Trending Topik No. 1 di Twitter

Apa yang mereka dapatkan dari aksi ini?? Jujur saja saya katakan kalau yang mereka dapatkan hanyalah kepuasaan syahwat memblokir Jokowi. Dampak turunnya pamor Jokowi?? Sepertinya tidak akan terjadi. Kenapa?? Sederhana saja cara menilainya. Jokowi hanya memblokir Telegram dan itu pun hanay aplikasi webnya.

Lain ceritalah kalau Jokowi memblokir Facebook, Twitter, dan bahkan Instagram yang menjadi sarana bisni e-commerce. Itu mah namanya Jokowi bodoh dan mematikan ekonomi kreatif. Pemblokiran Telegram tidak akan pernah membuat publik bereaksi berlebih karena tidak banyak yang memanfaatkan Telegram.

Itulah mengapa, terlihat jelas bahwa Jokowi memang memusatkan maksud dan tujuan pemblokiran Telegram adalah demi mengamankan negara. Karena faktanya jelas kalau aplikasi Telegram memang banyak dimanfaatkan oleh teroris.

Pedih dan memalukan rasanya membuat aksi ini dan hanya menjadi sebuah kebodohan yang memang sepertinya menjadi karakter mereka. Bagaimana tidak, ramai-ramai blokir Jokowi dari semalam sampai tadi siang pun jumlah Follower Jokowi tidak ada perubahan.

Akun Presiden diblokir?? Paling juga mereka yang rugi. Itulah makanya banyak mereka tetap buat akun robot supaya tetap bisa tahu berita dari Jokowi. DASAR NDESO!!

Salam Blokir.

Share.

About Author

Tidak Bisa Diam Kalau NKRI dan PANCASILA serta Keadilan dipermainkan.. Yang mau WA2an boleh ke 0895327271099

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage