Setelah #BoikotInulDaratista, Giliran Elvy Sukaesih yang Dicatut Bani Sumpek

Setelah #BoikotInulDaratista, Giliran Elvy Sukaesih yang Dicatut Bani Sumpek

21

Kelakuan bani sumpek alias sumbu pendek, semakin hari semakin SBY banget: MEMPRIHATINKAN. Mulai dari rajin menyebarluaskan hoax, termasuk latah-latahan dalam memboikot sesuatu. Obyek yang diboikot pun sudah beraneka ragam. Dari televisi Metro TV, lalu camilan Sari Roti, minuman Equil, dan yang paling absurd: memboikot mengurus jenazah lantaran disinyalir berbeda pilihan dalam pilkada. Barusan yang masih nge-hits, bani sumpek ramai-ramai membuat ribut di linimasa twitter. Mereka menebarkan hestek #BoikotInulDaratista. Walaahh…, barangkali Inul pun menanggapi: GAK PATHE’EN…! Abaikan saja bahasa Jawa ini.

Patut diakui, gelaran D’Academy 4 yang ditayangkan Indosiar, telah menyedot perhatian masyarakat di tanah air. Bahkan salah satu kandidat dalam pilgub Jakarta, Ahok dan Djarot, menyempatkan hadir diatas panggung D’Academy tersebut. Seperti yang sudah aku share disini. Ahok dan Djarot turut menyemarakkan konser D’Academy 4, pada Sabtu, 25 Maret kemarin. Ya, cuma di D’Academy, Ahok dan Djarot bisa mendendangkan lagu-lagu dangdut. Khususnya Ahok. Beliau begitu enjoy, ketika bergoyang dangdut bersama pengisi acara lainnya. Seolah ia sedang melepaskan beban yang dideranya, gegara dugaan penistaan agama.

Kegiatan Ahok dan Djarot dua hari yang lalu ini, tak pelak membuat kubu di sebelah ketar-ketir. Apalagi kemudian muncul foto-foto yang berasal dari akun medsos Inul Daratista. Ya, Inul adalah salah satu dewan juri di konser D’Academy 4 itu. Kehadiran Ahok tentu disambut ceria oleh segenap pengisi acara, termasuk Inul. Dalam sebuah gimmick, Ahok berkesempatan duduk di sebelah Inul. Selayaknya seorang penggemar, Inul pun mengajak Ahok untuk ber-selfie sebagai kenang-kenangan. Dan foto ini diunggah ke medsosnya.

Namun yang namanya bani sumpek, ya. Sudah sumbunya pendek, pikirannya juga ikutan sumpek, kalau ada seseorang yang dekat dan ‘membela’ Ahok. Kali ini, giliran Inul Daratista yang ‘diserang’ oleh bala kurawa bani sumpek tersebut. Foto-foto selfie Inul bersama Ahok, menjadi sasaran empuk yang digoreng-goreng oleh bani sumpek.

Yah…, Inul juga manusia, hehe. Batas kesabarannya barangkali telah terlewati, hingga akhirnya Inul menulis sebuah komentar di medsosnya, sebagai tanggapan atas berbagai komentar miring yang dialamatkan padanya seusai selfie dengan Ahok. Namun rupanya, komentar Inul ini malah menjadi sasaran baru yang digoreng lebih dahsyat oleh gerombolan bani sumpek. Inul dianggap mendiskreditkan seorang ulama.

Ulama siapa nih, yang dimaksud oleh para bani sumpek…? Yahh…, “ulama” yang itu itu ajaa…?!!

Sinting! Meminjam istilah yang dilontarkan Fahri Hamzah pada medio 2014 lalu.

Akhirnya, hestek yang mengekspresikan aksi boikot kepada Inul pun mengudara di linimasa. Terhitung kemarin, hari Minggu, 26 Maret. Hestek #BoikotInulDaratista bertahan cukup lama di twitter. Bahkan sempat memuncaki trending topic.

Ketika kubuka hestek itu dan kubaca-baca, Ya Allah…, harapanku cuma satu. Segala ucapan buruk yang dilontarkan segenap bani sumpek kepada Inul tersebut, semoga akan kembali ke penghinanya masing-masing. Bagaimana mereka menghina, mencibir Inul secara membabi buta. Mengungkit-ungkit peristiwa cekal yang diterima Inul pada 2003 lampau.

Siapa yang mencekal Inul pada 2003…? Yaahh…, yang barusan ngomong bakal lebih SEMANGAT dalam memberantas narkoba itu, lhoo…?! Gara-gara anaknya barusan ditangkep polisi… amit-amit jabang bayi!

Ya, aku pribadi sih, yakin akan satu hal. Bahwa hukum karma itu pasti berlaku. Baiklah, cukup. Aku tak perlu mengumbar kemarahanku kepada para bani sumpek. Bani sumpek yang telah mengusik salah satu penyanyi favoritku, Inul. Bukan karena aku sama-sama sebagai orang Jawa Timur, sehingga aku ngefans dengannya. Tetapi lebih karena perjuangannya sejak 2003 lalu. Perjuangannya dalam melawan ‘seseorang’. Seseorang yang merasa terancam dengan popularitas yang digapai Inul di industri musik dangdut nasional.

Seseorang siapa lagi, nih…? Ya sudah. Aku sebut nama. Dialah Rhoma Irama. Sebenernya males banget nulis orang itu.

 

Nama Elvy Sukaesih Dicatut oleh Bani Sumpek

Dari sekian banyak cuitan mengenai boikot Inul Daratista tersebut, ada satu yang cukup menarik perhatianku. Cuitan itu berasal dari akun twitter @kahfiduasatudua

Membaca nama akunnya saja, kalian semua sudah bisa menebak, seperti apa cuitan dari akun ini. Kalau bagiku, sudah kupastikan bahwa akun ini adalah bagian dari bani sumpek. Akun ini begitu getol, dalam menyuarakan boikot terhadap Inul. Nggak penting banget…!

Postingan mengenai Elvy Sukaesih. Source: akun twitter @kahfiduasatudua

Salah satu cuitannya, dia mengunggah sebuah gambar. Gambar itu adalah sosok Elvy Sukaesih, penyanyi dangdut senior. Tak hanya berisikan foto dari Elvy. Gambar itu juga mempunyai keterangan seperti ini:

Subhanallah sungguh mulia hati ummi elvi juri academy 4 ini. Rela meninggalkan kursi di academy 4. Demi menghindari dari sang penista agama alias ahok yg masuk ke studio indosiar. Semuga ummi elvi sehat selalu dan makin sukses. Aamin.

Berikut adalah link asli postingannya. Tatkala aku membaca postingan ini, aku cuma bisa tertawa terbahak-bahak. Walaupun tertawa sekaligus heran. Kok ada-ada saja gitu, lho…, akal-akalan yang diciptakan oleh bani sumpek ini…!

Aku sebagai penonton setia tayangan D’Academy, dan melihat tayangan episode D’Academy 4 pada 25 Maret kemarin, bisa menyebut bahwa postingan ini bohong dan menyesatkan. Akun ini berarti telah berbohong, dan menyebarkan hoax terkait Elvy Sukaesih.

Tetap dari akun @kahfiduasatudua

Alhamdulillah, mata dan telingaku masih normal. Dan di tayangan tersebut dapat kutangkap, bahwa umi Ely Sukaesih tidak sekalipun meninggalkan panggung D’Academy di Indosiar. Memang, ketika ada segmen yang menghadirkan sosok Ahok dan Djarot diatas panggung, Elvy tidak duduk di kursinya sebagai dewan juri. Kursinya diduduki oleh Ahok, dan itu pastilah murni skenario dari produser untuk semata menyemarakkan suasana di studio.

Bagaimana dengan umi Elvy…? Beliau masih berada diatas panggung. Elvy Sukaesih dipersilakan kru untuk duduk di kursi yang ada di sisi samping dari panggung. Kursi itu memang disediakan untuk para komentator acara. Dan umi Elvy duduk di sebelah Nassar. Bahkan, seusai Djarot dan istrinya, Happy, menyanyi, Djarot dan Happy sempat menghampiri Elvy dan bersalaman. Momen ini tertangkap dengan jelas oleh kamera Indosiar. Bagi yang ingin melihatnya, silakan kunjungi versi lengkap dari konser D’Academy 4, edisi 25 Maret 2017, di laman vidio.com berikut.

Oh ya. Aku juga menemukan video lain, yang dapat menyanggah isu bahwa Elvy Sukaesih meninggalkan panggung D’Academy, karena tidak ingin berjumpa dengan Ahok. Video itu bisa dilihat disini. Aku juga menyediakan capture-nya:

Silakan lihat videonya di youtube. Sudah aku lampirkan linknya diatas.

Jadi, berita seperti dalam situs ini dan situs ini, telah memanipulasi fakta yang sebenarnya terjadi di panggung D’Academy 4 Sabtu kemarin.

Perihal Ahok yang duduk di kursi juri yang sebelumnya diduduki oleh Elvy Sukaesih, tentulah itu sekadar gimmick untuk menyambut tamu yang mampir ke studio. Toh, umi Elvy masih berada diatas panggung ketika segmen Ahok dan Djarot sedang terjadi. Duduk di sebelah Nassar, dan tetap berlaku ramah ketika dihampiri oleh Djarot dan Happy Farida. Elvy pun tetap melanjutkan tugasnya seperti biasa, kala segmen kunjungan Ahok telah berakhir.

Bagaimana hubungan personal antara Inul dengan Elvy Sukaesih? Entah di belakang panggung. Kalau diatas panggung, mereka berdua terlihat biasa saja. Elvy sebagai senior di dunia dangdut, begitu juga dengan Inul yang lebih muda secara kiprah. Bahkan Elvy pernah melerai perdebatan yang terjadi antara Inul dengan Iis Dahlia, dalam salah satu episode D’Academy 4. Elvy berusaha mendinginkan suasana diantara keduanya, dan berujar agar jangan terlalu serius dengan gimmick yang telah diciptakan oleh para host.

Bani sumpek, bani sumpek. Otakmu telah benar-benar sumpek 🙂


Share.

About Author

A history - TV shows - politics - general issues - media's freak. Non partisan. Udah, gitu aja.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Donasi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage