Duh! Tifatul Kedapatan Unggah Foto HOAX Rohingya, Responsnya Bikin Miris !

Duh! Tifatul Kedapatan Unggah Foto HOAX Rohingya, Responsnya Bikin Miris !

28

”Internet kenceng, untuk apa?” itu adalah salah satu kutipan emas dari Tifatul Sembiring, mantan menkominfo. Sepertinya, Tifatul merupakan menteri (saat menjabat) yang sering dicaci oleh generasi digital.

Wajar saja, ia menganggap enteng internet. Apalagi internet merupakan kebutuhan ‘sandang’ bagi generasi modern. Akibat tidak disukai generasi digital, banyak sekali meme-meme mengenai Tifatul Sembiring di internet.

Tifatul juga merupakan salah satu menteri yang kontroversial.

Ada kejadian menarik, Tifatul dahulu dengan semangat memblokir website-website porno di Indonesia. Tapi saat menyikapi kasus Arifinto, anggota DPR yang tertangkap kamera tengah menonton video porno saat paripurna DPR, responnya begini:

“Ingat beliau (Arifinto) tidak membuat video porno, hanya melihatnya. Dia membukanya dari link yang dikirim kepadanya,” katanya di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Dia menjelaskan, dalam Islam ada yang disebut kabair alias dosa-dosa besar yakni musyrik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh, berzina, dan membuat sumpah palsu.

“Ini bukan termasuk kabair. Jadi kita profesional juga. Kalau cuma menonton belum masuk berzina, masih menyerempet lah,” ujarnya.

Karenanya dia meminta publik untuk tidak menghakimi Arifinto telah berbuat tercela dengan menonton video tidak senonoh di tempat umum. “Beliau itu dikirimi link kemudian dia buka. Itu saja kesalahannya jadi proporsional juga itu. Dia tidak menipu orang,” tegasnya.  dikutip sumber

Inkonsisten! terus ngapain situs-situs porno diblokir? mmmm.. sudahlah jangan menyikapi masalah di masa lalu.

Oke, back to the present, beberapa waktu lalu Tifatul kedapatan mengunggah foto HOAX tragedi rohingya di twitter. Seperti biasa, the power of netizen beraksi.

Ia mencoba untuk mengunggah potret pembantaian Rohingya disana. Tapi dasar netizen sekarang emang udah pada kritis ya, ternyata foto tersebut merupakan foto HOAX! malu semalu malunya. Foto tersebut ternyata adalah peristiwa Tak Bai di Thailand.

“Foto itu banyak lho. Saya juga sudah koreksi bisa aja kita salah dalam menerima. Salah kita koreksi, kan gitu. Koreksi yang penting,” ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017)

smh, iya kalo banyak terus kenapa ditiru? saya sendiri bingung kenapa orang sekelas mantan menteri pikiran kritisnya bisa kalah oleh netizen yang bukan apa-apa #netizenmahapaatuh.

Maksud saya, jangan punya pemikiran “orang lain juga gitu kok, terus kenapa?”. Apalagi bagi seorang pejabat, terus kalau misalkan ada pejabat yang korupsi ”orang lain juga banyak yang korupsi kok” zzzzzzzzzzz.

Saya juga sering lihat sebenarnya beberapa foto HOAX dari tragedi Rohingya ini. Ada yang diganti sama kejadian di Mongolia lah dan lain-lain. Mendramatisir sebuah tragedi memang hobinya orang-orang disini.

Menurut saya, Mengganti foto yang lebih kejam mengenai sebuah peristiwa itu bukan malah bisa narik simpati, tapi malah narik emosi. Apalagi kalo orang yang melihat foto tersebut adalah seorang garis keras.

Ia juga mengaku telah meminta maaf kepada Sahal dan meminta kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan.

“Itupun cc ke Akhmad Sahal. Saya minta maaf ke dia. biasa saja. Jangan terlalu baper. Kalau baper pasti mati sendiri,” ucap Tifatul. DIlansir sumber.

Tifatul ini emang salah satu orang yang pragmatis banget ya, dari dulu saat jadi mentri sampai sekarang jadi anggota DPR. Yang penting minta maaf, dah gitu aja, enough is enough and problem solved.

Padahal, menjadi seorang pejabat haruslah mempunyai tanggung jawab besar bagi rakyatnya. Semua yang pernah dilakukan harus dipertanggung jawabkan secara profesional. Setuju?

Dah gitu aja….. oh iya, banyak berdoa yak pak biar gemukan. hihi

 

Share.

About Author

Penulis adalah Writter

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage