Not Only Made a Story but a History

Not Only Made a Story but a History

1

Banyak kisah orang sukses yang pernah saya baca terlahir dari kegagalan, tertawaan, kritikan, cemoohan, celaan dan cacian. Sebut saja kisah Fred Smith, Thomas Alva Edison, dan Kolonel Sanders. Secara sederhana saya akan menceritakan kisah mereka satu persatu dibawah ini.

Pertama, Fred Smith, pendiri perusahaan ekpedisi Federal Express (FedEx) mendapatkan nilai C pada tesisnya yang memuat konsep bisnis FedEx. Ia mendapat cemoohan dari professor pengujinya yang menyatakan bahwa konsep bisnis Fred terlalu mengada-ada dan tidak feasible. Dalam perkembangan setelah itu, fred kemudian mencoba merealisasikannya konsepnya dengan mendirikan FedEx walaupun dalam kondisi serba kecil-kecilan. Pada hari pertama operasinya, FedEx bermaksud untuk mengirimkan 167 paket, namun mereka hanya mampu mengirim tujuh buah paket saja! Lima dari tujuh paket itu mereka kirim untuk kalangan mereka sendiri, dan hanya dua yang benar-benar dikirim untuk umum. Apakah Fred Smith menyerah? Tidak! Kini, semua orang di seluruh dunia sangat mengenal FedEx yang merupakan pionir dalam industri ekspedisi barang dan merupakan perusahaan terbesar di industrinya hingga hari ini. (Darmawangsa & Munadi, 2014 : 137).

Kedua, Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alva Edison?. Si penemu lampu pijar dan telah mematenkan sekitar 1.093 penemuannya. Tahukah Anda?. Thomas Alfa Edison adalah siswa paling bodoh di kelasnya dan selalu ditertawakan oleh teman-temannya karena dianggap sebagai pecundang di sekolahnya. Pada suatu hari, Thomas mendapat surat dari gurunya yang isinya, “Anak ini terlalu bodoh untuk dididik”. Di usia 7 tahun, Thomas tidak melanjutkan sekolahnya. Setelah dewasa, Thomas senang berkutat melakukan berbagai percobaan di laboratoriumnya. Hingga sampailah ia melakukan percobaan untuk menciptakan bola lampu. Berbagai cara penelitian dan percobaannya untuk menciptakan sebuah lampu, tetapi selalu gagal. Kemudian terjadi kesalahan pada percobaannya yang membuat seluruh laboratoriumnya terbakar. Teman-temannya selalu mencemooh dan menertawakannya karena ia dianggap gila. Pun istrinya menyarankan agar Thomas berhenti dari idenya yang gila. Thomas tidak pernah menyerah. Suatu ketika, ia berhasil menciptakan bola lampu pertamanya setelah ribuan kali gagal. Bisa dibayangkan kalau saja Thomas menyerah maka dunia ini akan gelap, tidak terang seperti sekarang ini.

Ketiga, Anda pasti pernah merasakan lezatnya ayam goreng di KFC. Tetapi banyak orang belum mengetahui siapa yang menciptakan resep ayam goreng tersebut. Ia adalah Kolonel Sanders, seorang mantan purnawirawan dan dilahirkan dari keluarga miskin. Di usia 6 tahun, Ayahnya meninggal dunia dan ibunya tidak mampu bekerja lagi. Kolonel Sanders harus memikul beban kedua adik kandungya dan belajar memasak lebih awal. Pada usia 7 tahun, sudah pandai memasak. Ia juga pernah menjadi kuli dan pada usia 15 tahun menjadi tukang parkir di New Albany, Indiana. Di tahun 1906, masuk menjadi tentara dikirim ke Kuba. Setelah pensiun dari angkatan darat. Ia menerima cek jaminan kesejahteraan atau tunjangan pensiun senilai $105. Cek senilai itu tidak dihambur-hamburkan. Ia berpikir “Apa yang dapat lakukan agar cek ini berguna bagi orang lain? Dan apa imbalan yang didapatkannya?. Jawabannya adalah menjual resep ayam gorengnya. Akhirnya, pada usia 65 tahun, ia pergi dan mulai menawarkan resep ayam gorengnya ke restoran-restoran. Tetapi, apa yang terjadi ketika ia menawarkan resepnya ke setiap pemilik restoran?. Banyak orang yang mencemoohkan, mentertawakan dan menolaknya. Apakah Kolonel sanders menyerah?. Jawabannya tidak menyerah. Ia berusaha terus untuk menawarkan resepnya ke restoran-restoran di seluruh Amerika selama 2 tahun dengan mobil tuanya. Tidur di mobil, lalu bangun pagi-pagi dengan kondisi siap menawarkan ide resepnya ke restoran lain. Dan akhirnya, idenya diterima dan sukses besar setelah melewati penolakan sebanyak 1.009 kali. (Dari berbagai sumber).

America’s Got Talent dan Demian  

Cerita di atas merupakan kisah orang sukses yang berasal dari Negara Amerika. Apa kabarnya dengan kisah orang sukes di Indonesia?. Baru-baru ini, negara kita tercinta melahirkan seorang pemuda yang berani tampil dalam acara America’s Got Talent lewat seni sulapnya. Dia adalah Demian, secara singkat America’s got talent (AGT) merupakan ajang audisi pencarian bakat bergengsi secara internasional. Tidak semua orang bisa mengikuti audisi itu. Di America’s Got Talent season 12, episode pertama yang diselenggarakan pada hari selasa (30/5/2017). Dimana Demian berhasil membawa nama baik bangsa Indonesia.

Aksi Performance Demian yang dibelenggu tangan, kaki dan lehernya. Kemudian ia ditaruh di dalam kaca berbentuk akuarium untuk meloloskan dirinya selama kurang dua menit, sebelum pasir seberat 400 Kilogram menimpa tubuhnya. Aksi itu membuat para juri tercengang sekaligus menuai pujian dan mendapat tepukan meriah dari para penontonnya.

Berbagai pujian datang dari warganet luar dan dalam negeri di kolom komentar saluran resmi YouTube AGT sehingga menjadikan nomor satu trending topic selama beberapa hari dan ditonton sebanyak 16 juta kali. Wow…luar biasa, saya sangat bangga sekali. Namun, ada juga beberapa warganet asal Indonesia berkomentar negatif, seperti; hinaan, kritikan, cacian dan celaan.

Deddy Corbuzier menyesalkan komentar negatif dari orang-orang Indonesia di kanal youtube pribadinya. “Kalau dimulai dengan ada seseorang berkarya. Lalu mulai dengan cemohaan-cemohaan lagi, mulai dengan nyinyiran-nyinyiran dari orang lain lagi. Yang di komen itu banyak. Lalu, pertanyaan saya cuman satu. Eehh….Kalian mau jadi apa?. All you can do it, Just comment negative? That’s All.”. Lanjut Dedi. “Kalau kamu ga suka tunjukkin dengan karya kalian. Bukan cuman ngomong. You know what?. You are an idiot!.” Katanya.

Nampaknya, pengalaman Demian serupa dengan apa yang dialami oleh saya. Ketika itu, saya bercita-cita menjadi Dosen di hadapan teman-teman. Tetapi saya mendapatkan respon negatif, seperti; ditertawakan, direndahkan dan dicela. “Mana mungkin kamu bisa jadi Dosen?. Wong, pikiran dan mental kamu aja seperti anak-anak. Yang ada nanti kamu di bully oleh mahasiswanya!”. Ujar teman saya. Dalam hati ini berkata “Suatu hari, saya akan membuktikan kepada teman-teman bahwa saya bisa menjadi Dosen”. Akhirnya, Pada hari Senin (29/02/2016) adalah hari pertama dan bersejarah dalam hidup dimana saya telah berhasil meraih cita-cita menjadi dosen. Hemat saya, orang yang selalu berkomentar negatif belum tentu lebih baik daripada orang yang selalu dikomentar negatif. Hal itu sudah dicantumkan dalam firman Allah SWT, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). (QS. Al-Hujurat : 11).

Fred Smith, Thomas Alva Edison, Kolonel Sanders dan Demian merupakan contoh orang-orang sukses yang pantang menyerah dan tidak putus asa ketika dikomentar negatif. Untuk meraih kesuksesannya maka diperlukan tindakan atau melangkah. Sebagaimana Pepatah Tiongkok berkata, “Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah”. Mereka sudah membuktikan dengan melangkah bukan hanya sekedar berbicara.

Suatu keputusan langkah berani untuk mengambil tantangan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Setiap langkah tidaklah mudah untuk menggapai kesuksesan tapi mereka telah bangkit dari keterpurukan dan berhasil menembus dinding pembatas (mental block) di setiap rintangan yang dihadapinya. Hinaan, celaan dan cacian adalah batu kerikil yang harus dilalui dengan keyakinan, berpikir positif, optimis, ketekunan dan kesabaran. Ingatlah pepatah, “Pelaut ulung tidak terlahir di laut yang tenang tetapi ia lahir di laut yang bergelombang”.

Oleh karena itu, mereka yakin di saat berada di titik terendah, keterpurukan dan kegelapan. Mereka bisa menjadi bintang yang bersinar. Bintang itu tidak muncul di siang hari tetapi muncul di malam hari. Di saat kegelapan mulai melanda maka semakin teranglah cahaya sinar bintang itu. Orang sukses bukan sekedar menjadi bintang yang paling bersinar cahayanya di saat kegelapan mulai tiba tapi memberikan manfaat bagi banyak orang. Mereka telah memberikan peradaban luar biasa dan warna bagi dunia. Juga mereka bukan hanya memberikan kisah tetapi membuat sejarah (Not only made a story but a history). Tidak usahlah memikirkan perkataan orang lain. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita membuat sejarah.

 

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage