Pahitnya Kopi Tidak Sepahit Copy Paste

Pahitnya Kopi Tidak Sepahit Copy Paste

7

Hai pembaca Seword, kayanya ikutan pusing juga ya mikirin apa yang terjadi di negeri kita tercinta ini. Hoax bertebaran dimana-mana, hukum peradilan yang tak adil, gossip tentang politik yang semakin memanas serta cerita-cerita lainnya yang memang bikin kepala jadi nyutt…nyutt…pernah lihat iklan paramex kan? nah persis seperti itu hehehe…

Ada baiknya sesekali kita baca yang ringan-ringannya saja, seringan cerita saya kali ini. Ini cerita pengalaman saya sendiri bersama para mahasiswa calon penerus bangsa ini.

Berjumpa mereka membuat saya  selalu merasa muda kembali teringat jaman saya masih kuliah dulu. Penuh kelucuan, tertawa dan bercanda tapi juga bisa saling berdiskusi bahkan berdebat. Mahasiswa sekarang sangat kritis dan sepertinya ini adalah dampak kemajuan teknologi sekarang ini. Jika kita ingin mengetahui sesuatu untuk menambah ilmu kita tinggal googling di Mbah Google pasti akan ketemu apa yang kita inginkan.

Ini sangat berbeda saat saya kuliah dulu, dimana informasi sangat susah untuk didapatkan. Saya harus kirim surat dulu ke Perpustakaan Manggala Wana Bakti untuk dapat informasi tentang kehutanan yang berkaitan dengan tugas yang diberikan Dosen maupun ketika saya harus menulis untuk tugas akhir/Skripsi.

Namun saya melihat juga kemajuan teknologi yang ada, ternyata bukan membuat mahasiswa sekarang menjadi lebih pandai, ada sih yang memang sungguh menggunakan teknologi untuk menambah pengetahuannya namun ada pula yang justru menjadi malas untuk menuangkan pikirannya karena sangat mudah mendapatkan informasi tadi.

Berkali-kali saya menemukan mahasiswa yang mengerjakan tugas tidak dengan cara meramu berbagai informasi baik itu dari Jurnal, Literatur atau pun buku-buku (text book) namun langsung mengambil dari satu informasi entah itu dari Blog ataupun dari tulisan/artikel yang ada di internet dan dijiplak atau copy paste habis, istilahnya sekarang plagiat.

Tentunya mahasiswa yang telah melakukan plagiasi tidak saya berikan nilai sebelum dia memperbaiki tugasnya.

Di awal perkuliahan saya selalu memberikan motivasi bagi mereka untuk menghindarkan diri dari plagiasi ini, nah salah satunya seperti cerita berikut:

Suatu hari saya mengajar Silvika untuk mahasiswa semester II meskipun telah biasa mengajar terkadang saya juga dihinggapi rasa agak grogi sedikit, tapi saya mencoba santai saja.

“Selamat pagi semua”, salamku, “Selamat pagi bu”, jawab mereka. Kuperhatikan mereka satu persatu, ada yang senyum, ada yang menunduk, tapi ada pula yang menatap dengan gagahnya. Kemudian saya memperkenalkan diri secukupnya.

“Baiklah sebelum kita masuk ke materi perkuliahan, Ibu akan sampaikan terlebih dulu kontrak perkuliahan”

“Apa saja yang termasuk dalam kontrak perkuliahan?” tanyaku pada mereka.

Sebagian dari mereka ada yang bisa menjawab namun ada yang belum mengetahui sama sekali apa itu kontrak perkuliahan. Kemudian aku menjelaskan apa saja hal-hal yang harus diperhatikan pada saat mengikuti perkuliahan yaitu dimulai dari identitas matakuliah, manfaat mata kuliah, deskripsi perkuliahan, tujuan instruksional umum, strategi perkuliahan, aturan perkuliahan, materi perkuliahan serta tugas-tugas yang harus dikerjakan mereka.

Sambil menjelaskan,  sesekali saya menyeka keringat, cuaca yang panas ditambah rasa grogi membuat keringatku mengucur. Namun perlahan-lahan rasa grogi ini menghilang dengan sendirinya karena melihat mereka dengan tekun menyimak penjelasanku. Setelah kontrak perkuliahan  telah disepakati, maka aku melanjutkan dengan memberikan materi pertama dari kuliah Silvika ini.

Mahasiswa yang kuhadapi ternyata bukan mahasiswa yang suka berisik dan membuat kegaduhan  saat aku berbicara di depan kelas, kelas Silvika ini berbeda dengan kelas lainnya. Saat di test apakah materi yang  saya berikan tadi nyantol di otaknya atau lewat begitu saja, ternyata hampir seluruh kelas bisa menjawab dengan mudah. Hal ini membuat saya senang, rasanya tak sia-sia saya mengajar.  Kemudian tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan saya harus menyelesaikan tugas mengajarku ini.

Mahasiswa UPR sedang Ujian Akhir Semester (Dok. pribadi)

Seperti biasa sebelum mengakhiri perkuliahan saya selalu memberikan tugas yang harus dikerjakan, hal ini saya lakukan untuk menambah wawasan mereka dengan mencari informasi yang berkaitan dengan materi perkuliahan dan menuangkannya dalam bentuk tulisan atau makalah.

“Baiklah, sebelum ibu mengakhiri perkuliahan ini, ada tugas yang harus dikerjakan anda semua, yaitu membuat makalah terkait dengan materi yang ibu sampaikan hari ini, dengan  topik “Interaksi Antara Pertumbuhan Pohon dengan Lingkungan Tempat Tumbuhnya”.

Kemudian saya menjelaskan tentang tata cara penulisan makalah tersebut.

“Semua paham ya, ada pertanyaan yang ingin ibu sampaikan ”Apa beda mahasiswa jaman dulu dan mahasiswa jaman sekarang?”

Mereka berlomba mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Aku menunjuk salah satu mahasiswa, “Ya Roni, apa menurut anda?

Roni menjawab,”Mahasiswa jaman dulu senang jika Dosen meminta bantuannya, sedangkan mahasiswa jaman sekarang sering cuek saja jika dipanggil Dosen”.

Kemudian Charles  mengacungkan tangannya dan menjawab demikian, “Mahasiswa jaman dulu sering takut dan malu-malu sedang mahasiswa jaman sekarang sangat kritis”.

“Ayo siapa lagi yang ingin memberikan pendapatnya? tanyaku lagi.

Kemudian aku menunjuk mahasiswi perempuan, “Rini, apa menurut anda?

Dengan malu-malu ia menjawab,” Mahasiswa jaman dulu duduk manis di kelas sebelum dosen datang, sedangkan mahasiswa jaman sekarang, dosennya sudah duduk manis, mereka masih belum datang”, jawaban ini membuat kelas riuh dengan tawa.

Benar semua yang mereka katakan itu, saya pun tersenyum.

Ok! sekarang Ibu tanya lagi “Kopi apa yang paling disukai mahasiswa jaman dulu dan mahasiswa jaman sekarang?

Ada yang menjawab “ Mahasiswa jaman dulu suka kopi tubruk, kopi tumbuk sedang mahasiswa jaman sekarang suka white coffee, coffee mix atau ngumpul di Coffee Tofee bu”, jawaban ini pun membuat kelas semakin riuh dengan tawa.

Namun tiba-tiba ada mahasiswa yang nyelutuk, “ Mahasiswa jaman dulu suka kopi pahit bu, sedang mahasiswa jaman sekarang suka copy paste

“Ha….ha…. jawaban ini disambut dengan gelak tawa, akupun tak bisa menahan tawaku dan berkata, “Anda benar sekali! namun untuk tugas yang Ibu berikan jangan sekali-kali copy paste ya, karena sepahit-pahitnya kopi, lebih pahit lagi jika anda melakukan copy paste!

“Selamat siang semua”. Saya pun keluar kelas sambil tersenyum.

Itulah salah satu caraku memberikan motivasi bagi mahasiswa agar mereka sungguh-sungguh belajar dengan baik serta tidak  melakukan copy paste.

Salam kura-kura

Lihat artikelku yang lain di sini ya https://seword.com/patricia

 

Share.

About Author

Hanya sebuah Pencil di tangan Sang Pencipta. Yang ingin menuliskan apa yang Dia minta lewat perenungan dan bacaan dan membagikannya kepada semua orang yang ingin membacanya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage