Para Pengabdi Masa Kini (1)

Para Pengabdi Masa Kini (1)

0

Walaupun banyak terjadi kisruh sosial, politik dan agama belakangan ini, namun kita masih tetap dapat tersenyum dan menyimpan sejuta asa atas beberapa tokoh di negeri ini. Penulis menyebut mereka sebagai “Pengabdi”. Karena mereka berbakti kepada negeri hampir tanpa pamrih, bekerja dengan sepenuh hati dan berbaur dengan masyarakat dengan sepenuh jiwa.

Seyogianya mereka adalah orang yang dipentingkan, diletakkan jabatan penting di pundaknya. Birokrat penting yang berintegritas. Masalah-masalah penting menjadi tanggung jawabnya. Namun hal tersebut tidak menghilangkan sisi kemanusiaan mereka yang hakiki.

Disebutkan beberapa dibawah ini, bukan berarti hanya ini saja, namun sementara hanya ini yang terlintas di benak Penulis. Banyak para pengabdi di negara kita, ada yang tersorot, ada yang tersembunyi.

Susi Pudjiastuti

Sosok bersahaja dan apa adanya. Beberapa kali beliau terlihat begitu larut dengan masyarakat umum, masyarakat biasa bahkan masyarakat pinggiran. Duduk dan minum kopi bersama warga dan nelayan, tanpa ada batasan strata sosial. Beliau dikenal berpunya, memiliki kecukupan harta. Namun kesederhanaan adalah tampilannya sehari-hari.

Dalam hal bekerja, jangan ditanya. Beliau tegas tanpa aling-aling. Belum pernah ada menteri yang berani memberikan sanksi berat kepada pencuri ikan di laut Indonesia, sebelumnya. Susi adalah sosok yang penuh komitmen. Sebelum dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi melepaskan semua jabatannya di perusahaannya untuk bisa menjadi fokus bekerja dan bebas dari konflik kepentingan atas jabatannya sebagai menteri.

Susi mendedikasikan waktu dan pikirannya untuk kelautan Indonesia, dari pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis ilmiah, memperkuat kesehatan kelautan serta memberantas praktik perikanan yang tidak sah.

Alhasil sekarang kita bisa tetap memupuk harapan, kelak laut Indonesia menjadi semakin sehat dan disegani, sehingga bertriliun-triliun kekayaan laut dapat diselamatkan dari pada itu.

Tito Karnavian

Gambaran polisi yang menakutkan dan berseberangan dengan rakyat mulai dikikis sedikit demi sedikit pada era kepemimpinan Tito Karnavian. Beliau mendesain ulang wajah kepolisian Indonesia menjadi lebih indah dengan kanvas yang lebih humanis dan degradasi warna yang lebih berkarakter kekeluargaan.

Beliau lebih mengutamakan tugas aggotanya menjadi blusukan di area-area kemacetan, daripada rutinitas apel pagi hari. Personel lain juga digerakkan untuk sosialisasi peraturan lalu lintas dengan nilai keramahan yang baru.

Namun bila bicara tugas, jangan diragukan lagi, begitu banyak daftar kasus baik teroris, kriminal maupun ancaman kerusuhan yang beliau tangani dengan baik dan tanpa efek negatif yang berarti.

Di pundak beliau, dan di pundak polisi-polisi seperti beliau, kita titipkan asa, agar kelak lebih banyak keamanan dan kenyamanan yang dapat kita rasakan di Indonesia.

Basuki Tjahaja Purnama

Sosok kasar dan arogan bagi sebagian orang. Namun hasil karya dan konsep kerja yang dihasilkannya tidak bisa dipungkiri, hanyalah bisa berhasil karena kelembutan hatinya dan kerelaannya berbuat kebaikan kepada sesama.

Lihat saja fungsi rumah susun yang sesungguhnya untuk memanusiakan manusia, simpang susun Semanggi untuk mengurai kemacetan, sungai-sungai yang kembali menjadi sungai sebenarnya, sistem transparansi anggaran keuangan daerah, meluangkan waktunya saat bekerja untuk bisa dengan sungguh-sungguh mendengarkan keluhan warganya dan memberikan solusi yang tepat. Ini tidak bisa berjalan baik kalau si pemilik hati tidak punya hati yang lembut.

Bahkan saat beliau sedang berada di dalam penjara, pun, beliau masih sempat memberikan donasi kepada warga miskin. Orang-orang masih merindukannya, mengenangnya dan menunggu kembalinya ke habitat aslinya, masyarakat yang membutuhkan karyanya.

Sri Mulyani

Jabatan posisi penting dan prestisius di Bank Dunia, tidak menyurutkan cintanya untuk membangun bangsa dan negaranya. Sri Mulyani kembali masuk ke dalam jajaran kabinet untuk membantu pembangunan Indonesia melalui sektor keuangan.

Tak pelak, beberapa tugas dilakoni. Program pengampunan pajak dengan deklarasi dana beribu-ribu triliun rampung dikerjakan. Memperbaiki keuangan negara dengan menurunkan defisit fiskal pun rampung di emban.

Asa kita masih pantas untuk kita jaga, kelak akan semakin sehat keuangan negara kita, dan bisa bersaing pembangunan kita dengan negara-negara makmur lainnya.

Ignasius Jonan

Memiliki kebesaran jiwa yang jarang dipunyai orang-orang sekarang. Setelah sebelumnya dikeluarkan, dengan ikhlas beliau kembali masuk ke dalam jajaran kementrian tanpa banyak pertimbangan, langsung bekerja tepat sasaran untuk membangun Indonesia kembali.

Dikenal berkomitmen tinggi dalam bekerja dan berorientasi pada hasil. Tidak menempatkan jabatan sebagai keangkuhan, sehingga tidur di kursi kereta api kelas ekonomi pun tidak menjadi masalah baginya, sedangkan setelah itu dia harus memimpin rapat evaluasi layanan kereta api di Surabaya. Semua demi hasil kerja.

Pribadi yang mau membangun tanpa mementingkan diri sendiri, maka wajarlah kita juga menitipkan asa kepada Jonan.

Ridwan Kamil

Warga Bandung sebagaian besar sudah merasakan hasil kerja dari Ridwan Kamil. Tanpa banyak teori, semua dipersembahkan untuk warga Bandung dan sekitarnya sehingga kota Bandung meraih banyak penghargaan sebagai Kota Terbaik, dalam kategori Pariwisata, Investasi dan lain-lain.

Memang tugas dan tanggung jawabnya belum secara nasional, namun dengan kontribusinya pada sebagian wilayah Indonesia, dapat tetap memberikan harapan dan contoh kepada kita, kelak pembangunan Indonesia saling dukung mendukung dari daerah ke pusat dan dari pusat ke daerah.

Tri Rismaharini

Setali tiga uang dengan Ridwan Kamil, Risma merupakan sosok panutan dalam beberapa hal. Dari keuletan beliau mengubah imej Kota Surabaya menjadi lebih asri, hijau, segar dan sehat, maka kita dapat menitipkan asa dan doa, semoga kelak beliau tetap dengan kebesaran jiwa membantu pembangunan Indonesia dari daerah.

Beliau tegas menempatkan mana pembangunan yang benar dan mana pembangunan yang salah. Yang benar akan dikembangkan, yang salah harus diluruskan.

Novel Baswedan, mewakili KPK secara keseluruhan

Pejuang pemberantas korupsi yang sesungguhnya. Beliau mewakili orang-orang KPK lain yang dengan segenap jiwa dan raga, tanpa kenal lelah dan takut, memberantas setiap bentuk penghianatan dalam bentuk korupsi di Indonesia.

Susah mencari orang seperti pejuang-pejuang KPK ini. Tugas untuk menyelamatkan Indonesia adalah nomor satu, sedangkan nyawa dan keselamatan mereka menjadi nomor kesekian. Mungkin kita tidak akan pernah mampu bersikap seperti mereka.

Kita patut sekali menjaga dan menumbuhkan asa keindonesiaan di pundak-pundak mereka.

Joko Widodo

Sebagaimana tukang kayu pada umumnya, beliau memang susah diajak kompromi sebelum kayu benar-benar selesai diolah menjadi prabotan yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan.

Filosofi ini, sadar tidak sadar, berlaku dalam etos kerjanya sebagai Presiden. Joko Widodo tidak hanya meneruskan kegemarannya blusukan, tapi lebih luas, memberikan pemerataan pembangunan mulai dari garis terluar negeri. Seluruh negeri harus merasakan pembangunan, sebagaimana halnya kayu yang bagus harus bisa menjadi perabotan yang berguna.

Tidak banyak presiden yang bisa menyentuh hati setiap lapisan masyarakatnya dengan hangat dan penuh keihlasan. Mulai dari anak kecil, tenaga kerja di luar negeri, mahasiswa, sampai ulama. Semua dapat di rangkul dalam satu semangat, cinta Indonesia.

Indonesia yang lebih baik kita harapkan selalu terpatri didalam hati dan pikirannya.

Tentu, masih banyak para pengabdi yang belum tersebutkan di sini, salah satunya karena mereka tidak membiarkan diri dan tindakan mereka muncul ke permukaan. Mereka lebih senang menghabiskan waktunya melayani rakyatnya. Maka, daftar nama diatas adalah yang mewakili pengabdi-pengabdi lain di seluruh nusantara, yang kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya, kiranya Tuhan yang membalas segala jerih payah dan ketulusan para pengabdi, dimanapun mereka berada. Merdeka Indonesiaku, jayalah negeriku!

Share.

About Author

Berharap Indonesia maju, dengan tetap sebagai Indonesia Raya.

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@seword.com

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke iklan@seword.com

    Kontribusi ke rekening Mandiri
    13700 13064 080
    PT SEWORD MEDIA UTAMA
    KCP Yogyakarta Diponegoro

    Alifurrahman
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage