Persamaan R.A. Kartini dengan Jose Rizal

Persamaan R.A. Kartini dengan Jose Rizal

2

www.inspiratorfreak.com

Suatu malam di Filipina, seorang ibu tengah mengajari anak lelakinya membaca. Mereka duduk di meja dengan diterangi lampu minyak. Anak lelaki itu mulai mengantuk. Gantinya mendengarkan sang ibu, ia memandangi ngengat-ngengat yang mengitari lampu. Menyadari itu, sang ibu berujar kepada anaknya bahwa ia akan bercerita. Perhatian anak itupun teralihkan dan ia mulai mendengarkan ibunya bercerita mengenai kisah dua ngengat dalam bahasa setempat. Imajinasinya melayang kepada seekor ngengat muda yang mengabaikan nasihat yang tua dan terbang mendekati lampu hingga sayapnya terbakar. Akhirnya iapun tenggelam di dalam minyak. Anak lelaki itu tak tahu kapan ibunya mengakhiri cerita, tapi ia ingat perkataan ibunya sebelum tertidur: “Perhatikanlah agar tidak bernasib seperti ngengat muda tersebut. Jangan bandel atau kamu akan terbakar seperti ngengat itu.” Anak itu hanya mengangguk .

Delapan belas tahun kemudian, lahirlah seorang anak perempuan di Hindia Belanda . Ia tumbuh menjadi anak yang lincah dan gesit. Karena itu, ia dijuluki trinil atau jaran kore. Keluarga anak perempuan tersebut adalah orang berada dan terpelajar. Mereka menyekolahkan anak tersebut di  Europe Lagere School. Ternyata minat belajarnya sangat tinggi dan iapun gemar membaca buku. Walaupun ia bersekolah hingga berusia 12 tahun dan harus berhenti, itu tidak mencegahnya untuk tetap belajar sendiri. Ia bahkan mengirim surat kepada teman-teman pena di Belanda.

Di lain pihak, anak lelaki dari Filipina itu tumbuh menjadi seorang pemuda yang terpelajar dan meneruskan pendidikannya hingga ke Eropa. Meskipun hidup pas-pasan di perantauan, ia tetap menunjukkan prestasi dengan menjadi seorang dokter dan intelektual. Namun hatinya tergerak oleh penderitaan saudaranya sebangsa dalam penjajahan sehingga ia menulis dua buah novel yang menggambarkan keadaan sosial negerinya secara tak langsung.  Iapun aktif dalam pergerakan untuk persamaan hak bagi bangsanya. Perbuatannya membuat pihak penguasa tidak senang dan ia sempat ditangkap ketika kembali ke Filipina. Sang pemuda tidak melawan dan menerima keputusan pembuangan di Filipina bagian selatan. Setelah masa pembuangan berakhir, ia menawarkan diri untuk bekerja sebagai tenaga medis di Kuba. Sayangnya, saat itu pecah pemberontakan di seluruh negeri dan pihak penguasa menahannya kembali dan memutuskan untuk menjatuhinya hukuman mati dengan dugaan bekerja sama dengan para pemberontak. Ia ditembak mati oleh regu tembak di Manila.

Sementara anak perempuan dari Hindia Belanda itu mulai menunjukkan minat terhadap masalah sosial politik, khususnya emansipasi wanita. Ia terinspirasi oleh kemajuan berpikir kaum wanita di Eropa, sementara tidak meninggalkan akar Jawanya. Walaupun tunduk kepada tradisi pingit yang mengharuskannya tinggal di rumah dan harus menikah dengan calon pilihan orang tuanya, semangatnya tidak padam. Ia tetap memiliki cita-cita untuk memajukan kaum wanita. Sebelum meninggal dalam usia muda, ia sempat mendirikan sekolah wanita dimana nilai-nilai yang diwariskannya tetap berlanjut hingga sekarang.

www.azquotes.com

Siapakah mereka? Mereka tak lain adalah Jose Rizal(1861-1896) dan R.A Kartini(1879-1904). Meskipun keduanya tak pernah bertemu maupun berkirim surat serta terpisahkan oleh lautan, persamaan mereka adalah mereka berjuang untuk apa yang mereka percayai. Rizal memperjuangkan kebebasan dan persamaan hak bagi bangsa Filipina secara damai, sementara Kartini berusaha mengangkat harkat kaum wanita Jawa pada saat itu. Keduanya percaya bahwa pendidikan sangat penting untuk memperbaiki keadaan sosial yang membelenggu bangsa mereka.

 

Keduanya juga berjuang melalui pena mereka. Selama di Eropa, Rizal menulis dua novel, Noli Me Tangere dan El Filibusterismo. Kedua karya tersebut menggugah kesadaran berbangsa pada rakyat Filipina yang masih dijajah oleh Spanyol.  Tulisan-tulisannya menjadi inspirasi bagi para pahlawan Filipina lainnya seperti Andres Bonifacio, Apolinario Mabini dan Emilio Aguinaldo untuk memperjuangkan kemerdekaan Filipina. Tidak hanya itu, Rizal juga menjadi inspirasi bagi Tan Malaka dalam usahanya memperjuangkan kemerdekaan bagi Indonesia.

Meskipun tidak pernah menulis novel, Kartini selalu menulis surat-surat kepada teman-temannya di Belanda, terutama Rose Abedanon. Surat-surat tersebut adalah sarananya untuk bertukar pikiran. Sepeninggalnya, surat-surat Kartini dikumpulkan dan dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht (yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang). Buah pikirannya dalam surat-surat tersebut, ternyata menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh yang akan memprakarsai gerakan Kebangkitan Nasional.

Rizal dan Kartini adalah para visioner yang mampu melihat jauh ke depan. Meskipun keduanya telah tiada, nilai-nilai keluhuran yang mereka tinggalkan tetap berlanjut. Keduanya terbelenggu keadaan sosial pada masa itu, tetapi mereka percaya bahwa generasi selanjutnya akan melanjutkan perjuangan mereka.

Sebagai penutup, keluarga Kartini meyakini bahwa Kartini dipilih oleh zaman, oleh Tuhan untuk menjadi sesuatu bagi bangsanya. Begitu juga dengan Rizal. Mungkinkah ada seseorang dari generasi ini  yang dipilih oleh Tuhan serta zaman untuk menjadi sesuatu bagi bangsa Indonesia?

Hanya waktu yang akan menjawabnya!

Referensi:

  1. “The Life and Works of Rizal” dari: http://thelifeandworksofrizal.blogspot.co.id/2011/12/on-story-of-moth.html.
  2. “Menyambung Sayap Patah Kartini” dari:http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160421144341-277-125608/menyambung-sayap-patah-kartini/

Share.

About Author

  • About

    Seword.com adalah website opini terpercaya dan terbuka untuk umum. Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email [email protected], jika layak nantinya akan diberi akses sebagi penulis seword. Admin akan mereview setiap karya yang masuk sebelum layak ditayangkan.

    Ada kompensasi Rp 3 perhits/view dan dibayarkan setiap bulannya. Misal anda menulis 10 artikel dengan hits/view 11.212 perartikel maka anda berhak mendapat Rp 336.360,-

    Untuk pemasangan iklan atau kerjasama lainnya dapat dikirim ke [email protected]

    Alifurrahman
    BBM: 74B86AE4
    WA: +150 6802 8643

  • Seword Fanspage